Tulisan Jalan

Hidupku untuk mengharumkan nama-MU Jangan bersukcita ketika engkau berhasil dalam pelayanan, tetapi bersukcitalah karena namamu tercatat di Surga

Kau istimewa. Di seluruh dunia, tidak ada orang yang sepertimu. Sejak bumi diciptakan tidak ada orang lain yang sepertimu. Tidak ada orang lain yang memiliki senyummu, tidak ada yang memiliki matamu, hidungmu, rambutmu, tanganmu, suaramu. Kau istimewa. Tidak ada orang lain yang memiliki tulisan yang sama denganmu. Tidak ada orang lain yang memiliki selera akan makanan, pakaian, musik, atau seni sepertimu. Tidak ada orang lain yang memiliki cara pandang sepertimu. Sepanjang masa tidak ada orang lain yang tertawa sepertimu, tidak ada yang menangis sepertimu. Kaulah satu di antara seluruh ciptaan yang memiliki kemampuan seperti yang kau miliki. sampai selamanya, tidak akan ada orang yang akan pernah melihat, berbicara, berjalan, berpikir, atau bertindak seperti dirimu. Kau istimewa...kau langka. Tuhan telah menjadikanmu istimewa dengan satu tujuan yaitu MEMULIAKAN DIA

Cari Blog Ini

Selasa, 05 Juli 2011

Honesty (Kejujuran)

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Oleh : Adrianus Pasasa

Pengertian


Honesty (Kejujuran). Kejujuran kata dasarnya jujur yang artinya : Lurus hati, tidak curang . Jujur : Lurus hati, tidak berbohong (berkata apa adanya), tidak curang (mis. Dlm permainan mengikuti peraturan yang berlaku), tulus, iklas. Jadi Kejujuran adalah sifat jujur, sifat yang suka akan kebenaran, dan ketulusan hati.

Sinonim: tulus, Ikhlas, jujur, bersih, putih hati, mulus, sungguh-sungguh, tidak pura-pura; ikhlas, jujur, tulus, rela, memiliki loyalitas tinggi .

Antonim: dusta, berbohong . Jadi kebohongan adalah kebalikan dari kejujuran, dimana berbohong atau bedusta tidak mau mengatakan yang sebenarnya.

sinonim : andal, benar, bersih, bonafide, cengli, kredibel, lempeng hati, lurus hati, putih hati, mukhlis, mustakim, sadik, safi, sportif, blak-blakan, terang-terangan, terbuka, terus terang, ikhlas, tulus kejujuran integritas, kebenaran, kelurusan (hati), kepolosan, keterbukaan, ketulusan, kredibilitas, moral, validitas,

antonim : kecurangan,

Penguraian

Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.

Secara sederhana, kejujuran bisa diartikan sebagai sebuah kemampuan untuk mengekpresikan fakta-fakta dan keyakinan pribadi sebaik mungkin sebagaimana adanya. Sikap ini terwujud dalam perilaku, baik jujur terhadap orang lain maupun terhadap diri sendiri (tidak menipu diri), serta sikap jujur terhadap motivasi pribadi maupun kenyataan batin dalam diri seorang individu. Kualitas kejujuran seseorang meliputi seluruh perilakunya, yaitu, perilaku yang termanifestasi keluar, maupun sikap batin yang ada di dalam. Keaslian kepribadian seseorang bisa dilihat dari kualitas kejujurannya.

Kejujuran melibarkan motivasi-motivasi kita yang terdalam dan meliputi setiap segi kehidupan kita secara pribadi atau umum. Kejujuran mencakup kebenaran dalam setiap pengertiannya, dan integritas di dalam batin seseorang. Kejujuran menuntut seseorang untuk mengesampingkan dusta, penipuan, penyontekan, fitnah dan tipu daya.


Dampak dari Kejujuran

• Dapat Dipercaya

• Mencegah perseteruan, pertengkaran, percekcokan, perselisihan dan berujung pada penghilangan nyawa seorang manusia. Mencegah kehancuran alam, ilegal logging yang berujung pada kemurkaan alam dengan longsor, banjir, semburan gas alam, semburan lumpur.

• Masyarakat hidupnya akan sejahtera, kejujuran dalam menjalankan roda pemerintahan akan berdampak pada kesejahteraan hidup masyarakat. Transparansi dalam penggelolaan keungan, akan mencegah terjadinya ketidakjujuran.

• Pelayanan kita diberkati dan berkenan dihadapan Tuhan. Pelayanan yang mengutamakan kejujuran adalah hal yang berkenan dihadapan Tuhan. Pelayanan yang penuh dengan manipulasi tentu tidak berkenan dihadapan Tuhan.

• Menghindari kita dari mementingkan diri sendiri/serakah. Orang memiliki sifat jujur cendeerung akan peduli kepada kepentingan orang lain, dan tidak mementingkan diri sendiri atau kelompoknya.


Pandangan Alkitab

Alkitab tidak memberikan suatu standar mutlak tentang kejujuran. Kita tidak menemukan satu bagian Alkitab yang memberi jawaban yang jelas yang berhubungan dengan kejujuran. Tetapi Alkitab banyak memberi petunjuk dan perintah yang berhubungan dengan kejujuran, terutama yang berhubungan dengan prinsip-prinsip umum. Roh kudus dapat menggunakan setiap-prinsip itu untuk menggerakkan hati nurani kita supaya dapat membedakan apa yang jujur dan benar.

Ada beberapa contoh dalam Alkitab yang berhubungan dengan kejujuran:

Tokoh Alkitab yang memiliki Kejujuran:

• Yesus (1 Petrus 2:22). Kita mempunyai Yesus sebagai teladan, khususnya dalam hal kejujuran. Surat Petrus mencatat bahwa “tipu tidak ada dalam mulut-Nya”. Setiap orang percaya perlu memiliki kejujuran, seperti Yesus Kristus.

• Hizkia. Ia adalah salah satu raja Yehuda yang terkemuka. Hizkia terkenal karena kesalehannya yang luar biasa. Alkitab mencatat: “Ia melakukan apa yang baik, apa yang jujur, dan apa yang benar di hadapan TUHAN, Allahnya (2 Taw 31:20-21; Yes 38:3). Kesungguhan dan kepasrahannya kepada Tuhan tidak dapat diragukan (2 Raja-raja 18:5,6).

• Natanael. Dia berasal dari Kana di Galilea. Dia dibawa oleh Filipus kepada Yesus. Dia mengakui bahwa Yesus adalah Allah dan Raja Israel. Ini pengakuan dari orang Israel sejati, yang tidak ada kepalsuan didalamnya. Yesus sendiri mengatakan bahwa tidak ada kepalsuan di dalamnya (Yoh 1:4)

• Paulus. Ia menulis komitmennya untuk mengurus secara jujur uang yang diberikan orang-orang percaya untuk suatu dana bantuan bagi orang-orang kekurangan (2 Kor 8:21). Paulus juga mengatakan bahwa aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta (Roma 9:1). Paulus menyebut hati nuraninya dan Roh Kudus sebagai saksi-saksi bahwa ia mengatakan kebenaran.

• Ayub. Ayub 1: 8, Kitab Ayub menceritakan bahwa ayub adalah orang yang saleh dan jujur (1:1). Ayub taat dan setia beribadah kepada Allah, bermoral, takut akan Allah dan menjauhi kejatahan. Kebaikan, kejujuran dan kesalehan ayub tidak disangsikan lagi karena Allah sendiri yang memuji kejujuran Ayub (1:8).


Kejadian dalam Alkitab yang berhubungan dengan kejujuran

• Keluaran 3:9; Efesus 4:25; dusta merusak kepercayaan seseorang kepada orang yang mendustainya. Dan setelah kepercayaan itu hilang, maka akan sangat sulit memulihkan hubungan itu kembali. Kebiasaan berdusta biasanya berkembang secara halus sehingga kebiasaan tersebut terus berlangsung tanpa diperhatikan. Kita mulai berdusta tentang hal-hal kecil yang kita pikir tidak jadi masalah

• Kis 5:1-11, belajar dari kisah Ananias dan Safira, di mana kebohongan mereka akan mempengaruhi orang-orang Kristen mula-mula. Suami-istri menjual sebidang tanah dan menyimpan sebagian uangnya untuk mereka sendiri serta membawa sisanya kepada rasul sebagai persembahan. Apa yang salah dalam kasus ini, mereka tidak salah karena menyimpan sebagian uangnya, tetapi yang salah adalah tipu daya yang mereka lakukan. Mereka berusaha membuat orang-orang percaya bahwa mereka telah memberikan segalanya.

• Yeremia 9:1-9, kondisi masyarakat yang didirikan atas dasar penipuan.

• Titus 2:; Paulus menasehatkan kita harus menjadi contoh dalam hal kejujuran. Jujur dalam menyampaikan pengajaran, dengan bersikap jujur maka akan menutup celah untuk kita mendapat malu, atau hal-hal yang dapat menjatuhkan kita.


Prinsip Pengembangan

Proses pengembangan kejujuran harus dimulai dari keluarga. Keluarga merupakan tempat ideal untuk menanamkan sifat kejujuran. Jika sifat jujur sudah ditanamkan sejak dini dalam keluarga, maka dampaknya akan membentuk setiap anggota keluarga, khususnya dalam kejujuran. Anak yang dari kecil diajarkan untuk berkata jujur, maka sifat tersebut akan membentuk pola hidupnya untuk selalu berkata jujur. Untuk mencapai hasil tersebut, tentu harus dimulai dari orangtua yang akan menjadi contoh bagi anak-anaknya, tetapi sering kali yang terjadi adalah orangtua tidak dapat menjadi contoh bagi anggota keluarganya.

Contoh kasus yang terjadi dalam keluarga, disadari atau tidak disadari bohong kecil sudah dianggap lumrah, misalnya dalam keluarga, karena malas untuk menemui tamu, kita meminta tolong kepada anak kita untuk mengatakan kepada tamu bahwa kita tidak ada. Bagi orangtua hal ini tidak apa-apa, tetapi tanpa orangtua sadari, apa yang mereka lakukan akan ditiru oleh anaknya. Jadi tidak heran kalau kelak hal yang sama juga dilakukan anak ketika sudah dewasa dan berkeluarga. Orangtua harus menyadari resikonya.

Hal lain, seperti kebiasaan orang tua menjanjikan sesuatu yang pastinya tidak dapat ditepati, untuk menutupi kesalahannya orang tua sering kali memberi alasan yang berbohong. Anak kecil pintar sekali meniru apa yang dilihat, dan kebohongan dari tingkah laku dan perkataan yang dilakukan orang tua juga akan menanamkan kebohongan dalam mental anak kecil tersebut. Apapun itu bentuk kebohongannya sekalipun dalam hal kecil, itu semua terekam dalam memori sang anak.

Dampak dari apa yang dialami oleh anak di dalam lingkungan keluarga, akan terbawa ketika anak-anak sudah dewasa dan terjun ke dalam masyarakat, misalnya, nyontek sudah dianggap hal biasa, ketidakjujuran akademis seperti kegiatan jiplak-menjiplak, serta contek-mencontek dalam ujian, sudah dianggap lumrah.

Pakar Etika Lewis Smedes berpendapat bahwa kejujuran penting karena: kejujuran membangun kepercayaan, kejujuran mengembangkan masyarakat, dan kejujuran melindungi martabat penontonnya. Tanpa kejujuran dalam komunikasi, maka kepercayaan itu tidak mungkin ada. Reputasi baik yang dibentuk bertahun-tahun dapat hancur dalam sekejap hanya karena satu tindakan ketidakjujuran. Kejujuran dapat melindungi masyarakat dalam arti jika individu dalam masyarakat saling percaya, maka jaringan hubungan akan terbentuk. Kejujuran harus diperjuangkan, jika kejujuran rusak, maka masyarakat secara keseluruhan akan menderita. Masyarakat yang tidak memiliki sikap jujur akan berubah menjadi masyarakat yang berbudaya penipu.

Peran keluarga sangat sentral dalam pembentukan watak dan tata nilai, masih ada generasi berikutnya yang harus kita jaga. Biarkan anak-anak tumbuh dalam iklim kejujuran yang mendukungnya. Dimulai dari anak yang jujur, keluarga yang jujur, akan melahirkan masyarakat yang jujur. Dan tentu kita inginkan masyarakat yang jujur akan melahirkan pemerintahan dan aparat yang jujur.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya nilai kejujuran itu terus mewarnai kehidupan kita.

• Nilai Kejujuran seharusnya mulai dibina dari sejak kecil. Dengan menanamkan nilai kejujuran sejak usia dini, kelak anak akan bertumbuh menjadi pribadi yang utuh.

• Menempatkan kejujuran sebagai suatu nilai yang sangat penting dalam kehidupan keluarga. Kejujuran adalah modal dasar dan utama untuk dapat dipercaya. Tanpa kejujuran, maka akan sulit untuk memperoleh kepercayaan.

• Hidup dalam kebenaran (Yes. 33:15; Amsal 11:3). Kejujuran melibatkan cara hidup yang benar dan pola pemikiran yang patut yang akan menghasilkan gaya hidup yang patut dipuji dan dihormati.

• Hidup dalam takut akan Tuhan. Banyak warga negara yang menipu pemerintah dengan menyerahkan laporan keuangan yang palsu ketika mereka akan membayar pajak. Mereka lebih takut kepada pemerintah dari pada takut kepada Tuhan.

• Membiasakan diri untuk berkata jujur. Jika kita membiasakan diri berkata jujur kita tidak akan terperangkap dalam kebohongan. Dengan selalu berkata jujur akan membawa ketenangan dalam hati. Dengan selalu berkata jujur kita akan menemukan diri kita yang sebenarnya

• Kita harus berani menyatakan kebenaran tanpa peduli akibat-akibatnya. Petrus dan Yohanes berkata: “Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar" (Kis 4:20).

• Melawan hikmat duniawi 2 Kor 1:12; meghindari hal-hal yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Berani berkata jujur walaupun secara duniawi akan merugikan dirinya. Misalnya dalam dunia usaha dengan memanipulasi harga yang dapat merugikan orang lain.


Aplikasi bagi saya

Bagi saya pribadi kejujuran adalah sesuatu yang sangat penting, karena tanpa kejujuran dalam menjalani kehidupan ini hanya akan dipenuhi dengan kemunafikan dan topeng-topeng kepalsuan. Saya akui bahwa belum sempurna dalam hal ini, tetapi saya terus berusaha belajar memperbaiki ketika melakukan hal-hal yang tidak jujur. Mungkin yang masih menjadi pergumulan saya adalah tanpa saya sadari seringkali saya tidak menepati apa yang saya janjikan kepada anak-anak saya. misalnya, saya janji mereka untuk jalan-jalan pada sore hari, tetapi karena kelelahan dan kesibukan kerja akhirnya saya tidak menepati apa yang telah dijanjikan. Hal ini sudah terjadi beberapa kali dan anak saya selalu mengatakan papa bohong. Saya menyadari hal ini salah, saya terus belajar dari kesalahan-kesalahan ini dengan berusaha untuk menepati apa yang saya janjikan kepada anak-anak saya.

Sering kali tanpa saya sadari, anak terus mengamati dan meniru apa yang saya lakukan. Anak melihat saya sebagaimana adanya saya sebagai orang tuanya. Saya terus berusaha menanamkan hal-hal yang baik berhungan dengan pembentukan watak dan tata nilai, karena saya menyadari ketika kelak mereka dewasa anak akan membandingkan norma-norma yang diajarkan kepada mereka dengan norma-norma kehidupan orangtua mereka. Tindakan-tindakan orangtua membawa kesan yang dalam pada diri anak-anak yang tidak dapat diubah dengan kata-kata. Sebagai kepala keluarga, saya terus berdoa Tuhan mampukan supaya dapat menjadi teladan yang baik bagi istri dan kedua anak saya dalam hal kejujuran.

Walaupun kejujuran sering tidak mudah atau tidak menguntungkan, namun harus disadari bahwa kejujuran merupakan jalan kehidupan yang penuh kekudusan, keadilan, dan kasih.
Baca Terusannya »»  

Rabu, 29 Juni 2011

Orang Miskin Yang Berbahagia

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Nats: Matius 5:3

Kebanyakan orang percaya bahwa kebahagiaan akan diperoleh ketika kita memiliki harta yang banyak atau kaya. Akan tetapi kenyataannya, tetap tidak bahagian tatkala sudah memiliki apa yang dianggap dapat membahagiakan. Kalau kita mau jujur, tidak semua orang mampu merasakan dan menikmati kebahagiaan di dalam hidupnya. Ada banyak orang yang kaya di dalam dunia ini, ada banyak orang pintar di dalam dunia ini, ada banyak keluarga yang kelihatan luarnya bahagia tapi sebelah dalamnya menderita, ada orang yang tidak bahagia saat belum menikah akan tetap tidak bahagia bila sudah menikah, orang yang tidak bahagia saat menjadi karyawan biasa akan tetap tidak bahagia saat menjadi direktur, orang yang tidak bahagia saat punya motor akan tetap tidak bahagia saat punya mobil, Pendeta yang tidak bahagia saat mengembalakan 50 orang jemaat akan tetap tidak bahagia saat ia mengembalakan 5000 orang jemaat. Setelah punya sepeda kita ingin punya motor, setelah punya motor kita ingin mobil, setelah punya mobil kita ingin punya kapal dan seterusnya sebab hati kita tidak akan pernah puas. Mengapa? Karena kita tidak memiliki kebahagiaan yang sejati. Sehingga apapun yang kita usahakan untuk menciptakan kebahagiaan di dalam hidup kita tetap tidak bisa. Penyebab utama mengapa kita tidak merasa bahagia sebab kita memusatkan perhatian pada apa yang kita tidak miliki bukan pada apa yang kita miliki.

Dalam khotbahnya di bukit, Tuhan Yesus mengawali khotbahnya dengan ucapan-ucapan berkat. Setiap berkat yang diucapkan Yesus mempunyai tujuan untuk menunjukkan siap yang benar-benar dapat disebut berbahagia, dan seperti apa watak mereka. Dalam khotbahnya Tuhan Yesus memberikan delapan sifat orang yang diberkati atau berbahagia. Dalam tulisan ini kita akan melihat salah satu dari berkat itu, yaitu “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga (Mat. 5: 3). Apa arti miskin di hadapan Allah?

Kata “bahagia” berasal dari kata makarios, yang berarti blessed atau “sukacita.” Namun kata “bahagia” yang agaknya lebih mempunyai nuansa Kristen, menunjuk pada sukacita dalam hati dan kehidupan seseorang, bukan yang ditentukan oleh faktor luar atau lahiriah, melainkan karena adanya karya Allah dalam Kristus yang dikaruniakan kepadanya. “Miskin di hadapan Allah.” Dalam bahasa Yunani ada dua kata untuk “miskin.” Yang pertama ialah penes, yaitu miskin dalam arti tidak kaya, tidak mempunyai banyak harta, hidup sederhana. Yang kedua ialah ptokhos, yaitu miskin dalam arti sangat miskin, miskin yang tidak mempunyai apa-apa, miskin dalam arti yang apabila tidak ditolong ia akan mati kelaparan. Kata ptokhos inilah yang dipakai oleh Tuhan Yesus dalam kalimat di atas: “miskin di hadapan Allah.” Frasa “di hadapan Allah” sebetulnya adalah “dalam roh” atau “in the spirit.” Maka kalimat itu sebenarnya berarti barangsiapa yang secara rohani merasa begitu miskin dan sepenuhnya tergantung kepada Allah, orang itulah yang disebut “berbahagia.” Karena kemiskinan secara rohani itulah seseorang akan berseru minta tolong kepada Allah, maka Allah akan berkenan menolong dia dan menganugerahkan Kerajaan Sorga kepadanya. “Sebab, barang siapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan!” (Rm. 10: 13).

Jadi kita mengerti bahwa miskin itu sendiri tidaklah membawa kebahagiaan pada seseorang. karena yang dimaksud Yesus ialah miskin secara rohani di hadapan Allah. Orang yang demikian secara naluri akan berseru minta tolong kepada Allah. Maka Allah yang Mahakasih dan Mahamurah pasti akan menyelamatkan orang itu dengan mengaruniakan Kerajaan Sorga kepadanya. Pemazmur mengatakan: “Orang yang miskin berseru, dan Tuhan mendengar, Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya” (34:7). Kata “empunya” adalah dalam bentuk present, yang berarti pada waktu seseorang merasa dirinya begitu miskin di hadapan Allah dan berseru kepada Allah, maka pada saat itulah ia memiliki Kerajaan Sorga. Hal ini berbicara tentang aspek kekinian dari Kerajaan Sorga. Namun kita mengerti bahwa Kerajaan Sorga juga mempunyai aspek yang akan datang atau future, yang berarti satu hari kelak kita pasti akan memiliki Kerajaan Sorga secara penuh. Dunia mengatakan: “Berbahagialah orang yang kaya, karena merekalah yang empunya kerajaan dunia.” Tetapi Yesus mengatakan: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” Inilah perbedaan hakiki antara ajaran Kristus dan ajaran dunia, antara filsafat Kristen dan filsafat dunia.

Kita tidak sedang membicarakan bahwa untuk menjadi bahagia kita tidak boleh memiliki harta benda, keluarga, sahabat dan jabatan di dunia ini. Bukan itu, miskin di hadapan Allah bukan berarti miskin secara materi melainkan sikap hati kita yang tidak menaruh kebahagiaan pada harta dunia ini. Orang yang miskin secara materi bisa saja tidak miskin di hadapan Allah bila sikap hatinya masih menaruh kebahagiaan pada harta dunia. Abraham merupakan orang yang miskin di hadapan Allah meskipun ia memiliki harta dunia yang melimpah sebab ia tidak menaruh kebahagiaannya pada harta yang ia miliki bahkan anak semata wayangnya saja rela ia persembahkan kepada Allah.

Allah menghendaki manusia miskin di hadapan-Nya, bukan miskin di hadapan manusia. Miskin di hadapan Allah sebenarnya kita membutuhkan Tuhan untuk memberi kekuatan dan berkat-berkat dalam hidup kita. Sehingga kehausan, kelaparan, penderitaan, kekurangan kita dapat dipenuhi oleh Tuhan. Itupun dibutuhkan suatu kemauan yang sungguh untuk mencari dan mau dituntun oleh cara Allah dan penilaian Allah sendiri yang dinyatakan dalam Firman-Nya dan bukan oleh cara dan nilai dunia ini.

Mari kita selidiki hati kita. Sadarilah bahwa kebahagiaan sebenarnya hanya didapat ketika kita sungguh-sungguh hidup di dalam Tuhan. Kemiskinan itu bukan alasan untuk tidak bisa menikmati kebahagiaan. Justru di dalam kemiskinan itu, Yesus mengatakan, "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah".
Baca Terusannya »»  

Rabu, 08 Juni 2011

KAU-LAH SEGALANYA DALAM HIDUPKU

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Nats: Matius 10: 34-39

Khotbah: Malam Pujian dan Penyembahan (MPP Palalangon)

Saudaraku yang dikasihi dalam Yesus Kristus, berbicara tentang segala sesuatu dalam hidup kita, tentu ada yang menjadi prioritas utama, ada yang urutan pertengahan, dan ada yang urutan terakhir. Pertanyaannya, apa yang menjadi prioritas utama dalam hidup kita? saudaraku yang dikashi dalam Tuhan Yesus, ada seorang prajurit yang ahli dalam menjinakkan bom, suatu waktu ada kejadian, di mana ada sebuah hotel yang mendapat ancaman untuk diledakkan. Waktu itu prajurit ini sedang menunggu istrinya di rumah sakit yang akan melahirkan. Pada saat yang bersamaan sang prajurit ini diperhadapkan pada dua pilihan yang sama-sama penting. ketika dia memilih untuk menjaga istrinya, bisa dibayangkan berapa nyawa yang akan melayang ketika bom itu meledak. Ketika dia memilih untuk pergi menjinakkan bom, orang akan memandang dia tidak punya perasaan, masak istrinya melahirkan ditinggalkan. Tentu ini pilihan yang sulit.

Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, bacaan pada hari ini memaparkan bagaimana cara mengikut Yesus? Kalau kita melihat pada ayat 34-35, Yesus mengatakan bahwa kedatangan-Nya ke dalam dunia ini:
• bukan untuk membawa damai, melainkan pedang,
• memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya
• musuh orang adalah seisi rumahnya.

Dari ketiga hal ini, secara kasat mata dapat kita simpulkan bahwa, kedatangan-Nya untuk mengacaukan keluarga. Apa benar demikian? Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus, dalam hal ini Tuhan Yesus mengambil contoh keluarga, karena hubungan dalam keluarga yang paling besar pengaruhnya kepada kita. Biasanya dalam keluarga sangat sedikit ruang untuk sakit hati, dan ada banyak ruang untuk kasih. Anak-anak harus mengasihi orangtua mereka, dan sebaliknya orang tua harus mengasihi anak-anak mereka. Yang menjadi persoalan adalah, jika mereka mengasihi keluarga mereka lebih dari Kristus, Yesus mengatakan bahwa ini tidak layak bagi-Nya.

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan jika kita menjadi pengikut Kristus.

1. menjadi pengikut Kristus berarti siap untuk mengutamakan Kristus daripada saudara-saudari kita yang paling dekat dan yang paling kita kasihi. Yesus menghendaki supaya kita lebih mengutamakan Dia, walaupun kita sangat mengasihi keluarga (ayah,ibu, saudara), tetapi kasih yang kita berikan kepada keluarga tidak boleh melebihi kasih yang kita berikan kepada Yesus. Bukan berarti kita tidak boleh mengasihi keluarga, atau kita harus membenci keluarga. Yesus menghendaki kita lebih mengutamakan Dia dari pada keluarga kita. keluarga jangan menjadi penghalang bagi kita untuk datang dan mengasihi Yesus, atau jangan sampai keluarga menjaukan kita dari kasih Yesus.

Suatu waktu setelah selesai ibadah, ada seorang ibu datang kepada saya, ia mengatakan dulunya sebelum menjadi Kristen, ia beraga “X” dan ketika ia memilih untuk percaya kepada Yesus, ia diusir dan dikucilkan dari keluarganya. Ia mengatakan walaupun ia sangat mengasihi keluarganya, tetapi baginya Yesus lebih dari segalanya. Dalam pikiranya, saat ini keluarganya menolak dia, mengucilkan, tetapi dia percaya Tuhan Yesus akan memampukan untuk menghadapi semua itu. Dengan berjalannya waktu, dia tetap setia mengikut Yesus, dan satu persatu keluarganya mengalami persoalan. Kakaknya mengalami persoalan dalam keluarga dan mereka mau bercerai. Kakaknya mulai terbuka untuk menerima dia kembali dalam keluarganya, dan saudara-saudaranya mulai menanyakan siapa itu Yesus. Dan dia mulai menyaksikan siapa itu Yesus bagi keluarganya. Walaupun awalnya ditolak, dikucilkan, tetapi dia mau mengutamakan Yesus dia atas keluarganya, dan akhirnya Tuhan membuat semua indah.


2. menjadi pengikut Kristus berarti bersedia untuk menanggalkan kenyamanan dan keamanan kita. menjadi pengikut Kristus berarti harus memikul salib dan mengikut-Nya. menjadi murid Kristus tidak hanya sampai pada pengakuan menerima dan menjadikan Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya, tetapi seorang pengikut Kristus harus berani bayar harga yaitu memikul salib. Memikul salib berarti rela menderita demi Kristus. menjadi pengikut Kristus tidak identik dengan kenyamanan, tidak ada masalah atau persoalan, tetapi menjadi pengikut Kristus berarti siap untuk meninggalkan kenyamanan hidup. Seseorang yang menjadi pengikut Kristus dapat saja dikucilkan dari keluarganya, diusir dari lingkungannya, putus hubungan keluarga, tidak mendapat warisan. Dari hidup yang nyaman, apakah kita mau meninggalkan semua itu demi mengikut Kristus, atau sebaliknya kita akan lebih memilih kehidupan yang nyaman dari pada memilih Yesus Kristus. apa yang dialami oleh seorang pemuda yang kaya ketika datang kepada Tuhan Yesus, ia bertanya perbuatan baik apa lagi yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal? (Mat 19:16). Dikatakan bahwa semua hukum taurat telah dilakukan, tetapi Yesus menyarankan kepada pemuda ini untuk menjual semua hartanya setelah itu baru mengikut Yesus. Dengan kekayaan yang berlimpah, tentu hidup sang pemuda ini penuh dengan kenyamanan. Dikatakan bahwa ketika pemuda ini mendengar perkataan Tuhan Yesus, ia sangat sedih karena banyak hartanya. Disini kita melihat bahwa pemuda ini lebih memilih kenyamanan daripada memilih untuk mengikut Tuhan Yesus. Misalnya, contoh kecil karena hujan kita lebih memilih untuk nonton dari pada pergi beribadah ke gereja, kita tidak mau berjuang untuk datang beribadah kepada Tuhan. Contoh lain, misalnya kita datang ke gereja tetapi hanya badan kita yang ada di gereja, tetapi pikiran kita masih di rumah atau jalan-jalan ke mana-mana.


Di dalam hidup kita juga terkadang kita lebih memilih kenyamanan dunia dari pada memilih untuk mengikut apa yang dikehendaki Tuhan Yesus. Kita sering kali diperhadapkan pada banyak persoalan dalam hidup ini yang menuntut dan membawa kita pada dua pilihan mengikut Yesus atau mengikut tawaran duniawi.

Dikucilkan karena berbuat jujur, dibenci karena berbuat jujur, difitnah karena tidak mau kompromi dengan dosa. Itulah harga yang harus kita bayar ketika menjadi orang percaya.

3. menjadi pengikut Kristus berarti siap untuk kehilangan nyawanya. Yesus mengatakan bahwa barang siapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehingan nyawanya, dan barang siapa kehilangan nyawanya karena Yesus, ia akan memperolehnya. Menjadi murid Kristus berarti siap untuk menghadapi setiap tantangan dan persoalan hidup ini. Menjadi murid Kristus berarti siap untuk keutus ke tengah-tengah serigala, “Lihatlah Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala”(Mat 10:16).

Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus, menjadi pengikut Kristus tidak berarti semua akan berjalan sesuai dengan keinginan atau apa yang kita kehendaki. Justru sebaliknya ketika kita menjadi murid Kristus, berarti kita berani untuk bayar harga, yaitu mengutamakan Yesus Kristus di atas segalanya, meikul salib dan menyangkal diri, bahkan menyerahkan nyawanya demi Yesus Kristus. percayalah bahwa dalam menjalani semua itu, kita tidak sendirian tetapi Roh Kudus yang akan selalu menuntun dan menyertai. Ketika kita mau menjadi murid yang mengutamakan Yesus, mau memikul salib, dan mau kehilangan nyawa demi Kristus, maka kata Yesus semuanya kita akan mendapatkanseratus kali lipat, dan yang terutama adalah kita akan memperoleh hidup kekal bersama Yesus dalam Kerajaan-Nya. Amin
Baca Terusannya »»  

Kamis, 24 Maret 2011

Pendidikan Karakter

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Pendidikan budi pekerti sangat penting karena akan sangat mempengaruhi kehidupan seorang anak dimasa yang akan datang. Pendidikan budi pekerti harus dimulai dari usia dini karena anak masih mudah dibentuk. Supaya dapat memberikan hasil yang positif, maka pendidikan budi pekerti harus mengacu kepada Alkitab sebagai firman Allah. Anak harus dibawa untuk mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus Kristus. Dalam membentuk anak supaya menjadi pribadi yang memiliki watak, karakter yang baik, maka dibutuhkan kerjasama antara guru agama, guru sekolah Minggu dan orang tua. Ketiga komponen ini harus menjadi contoh yang baik, karena anak memiliki kecenderungan untuk menjadikan media belajar orang-orang yang dekat dengan mereka.
Keluarga adalah tempat awal pembentukan watak, karakter anak. Sebelum anak menerima dari lingkungan komunitas sekolah, atau teman sebaya, anak terlebih dahulu menerima dari lingkungan keluarga. Jadi, Semua bermula dari keluarga. Keluarga memiliki peran sangat penting dalam pembentukan watak, karakter seorang anak. Anak banyak belajar dari orang tua, apa yang orang tua lakukan akan ditiru oleh anak, baik sifat orang tua, tingkah laku orang tua, semua akan menjadi model bagi sang anak. Demikian juga dengan perlakuan orang tua terhadap anak akan sangat berpengaruh terhadap pembentukan watak, karakter anak ketika mereka sudah menjadi dewasa kelak. Di sini orang tua dituntut untuk banyak belajar, karena semua bermula dari keluarga. Baik tidaknya anak kelak sangat tergantung pada bagaimana orang tua menangani anak dimasa kecilnya.
Pembentukan watak, karakter anak pada dasarnya sudah mulai sejak anak dalam kandungan. Peran orang tua sangat menentukan keberadaan watak, karakter anak ketika sudah lahir nanti. Demikian juga dengan Kondisi seorang ibu sangat bepengaruh pada keberadaan anak dalam kandungan. Hubungan bapak dan ibu juga ikut berpengaruh pada anak melalui kondisi ibunya. Perlakuan terhadap anak sejak dalam kandungan sangat berdampak pada anak ketika kelak sudah lahir dan dibesarkan. Perlakuan terhadap anak tidak hanya dari kandungan tetapi, perlakuan itu harus terus berkesinambungan ketika anak sudah lahir. Orangtua seharusnya memiliki pengetahuan yang memadai supaya anak yang akan diasuh dan dibesarkan nantinya memiliki watak dan karakter yang baik. Orang tua sangat berperan dalam mencukupi apa yang menjadi kebutuhan anak, baik itu jasmani, sentuhan, perlakuan terhadap anak, cara menangani jika anak mengalami persoalan, menananamkan rasa percaya kepada anak, ini semua sangat menentukan kepribadian anak kelak ketika sudah dewasa. Jadi keterlibatan orang tua sejak anak dalam kandungan sampai anak lahir dan memasuki masa-masa pertumbuhan, itulah masa-masa orang tua harus mengorbankan waktu demi masa depan anak khususnya dalam hal pembentukan watak dan karakter. Perilaku-perilaku yang menyimpang ketika anak dewasa kelak, biasanya diakibatkan oleh kesalahan atau kurangnya keterlibatan orang tua dalam pengasuhan di masa anak-anak.
Memasuki tahun-tahun pembentukan (usia 3-5 tahun), orang tua lebih dituntut lagi keterlibatannya dalam mengarahkan anaknya. Masa-masa pembentukan adalah masa-masa di mana anak sangat mudah untuk meniru dan menerima apa yang dilihat dan didengar dari lingkungannya. Masa-masa ini anak sangat membutuhkan arahan dari orang tuanya. Pada masa ini pula anak mulai mengalami pertumbuhan dan mulai belajar untuk mandiri yang kadang sikap ingin mandiri sering kali membuat anak menjadi lebih aktif. Keadaan aktif inilah yang kadang membuat orangtua kewalahan untuk mengarakan sang anak. Dalam kondisi seperti ini orangtua diperhadapkan pada pilihan, apakah bersikap tegas atau mengikuti keinginan anak. Kedua pilihan ini tentu akan membawa konsekuensi pada masa depan sang anak. Jika kedua pilihan ini dijalankan dengan benar tentu akan membawa dampak yang baik pada masa depan anak. Namun sebaliknya jika kedua pilihan ini dijalankan dengan tidak benar maka dampaknya akan buruk bagi masa depan sang anak. Jadi keterlibatan orang tua pada masa-masa pembentukan sangat penting dan berarti, alasannya karena pembentukan dimasa ini akan membawa dampak pada kehidupan sang anak di masa remaja atau dewasanya.
Memasuki usia prasekolah dunia anak semakin luas, pada usia ini jika  penanganan pada anak kurang baik, maka dampaknya juga akan terlihat dikemudian hari. Pada usia ini pula anak membutuhkan pengarahan dari orang tua dan guru, karena keinginan yang muncul dari dalam diri anak semakin banyak dan beragam. Munculnya keingintahuan dari diri anak akan membuat orang tua, guru, pengasuh, akan kerepotan. Kembali lagi orangtua dituntut kesabarannya dalam mengarahkan sang anak, sehingga keinginannya dapat terpenuhi. Pada usia ini pula momen paling baik untuk membentuk identitas anak. Orangtua harus merelahkan waktunya untuk mengajari dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari dalam diri anak akibat keingintahuannya yang besar itu. Penghargaan dan pengakuan yang diberikan orang tua kepada anak sangat bermanfaat bagi pembangunan kepercayaan diri sang anak. Anak membutuhkan penghargaan dari orangtua, bahwa dirinya berharga walaupun pernah melakukan kesalahan. Demikian juga dengan pembentukan identitas seksual, sangat dibutuhkan anak pada usia prasekolah. Kesungguhan orangtua dalam menjelaskan masalah perbedaan seksual, sangat menolong anak untuk tidak mengalami penyimpangan seksual di kemudian hari. Perlakuan orangtua yang salah pada usia prasekolah akan berdampak negatif pada diri anak di kemudian hari.
Tugas orang tua yang tidak kalah penting adalah memenuhi kebutuhan rohani anak. Anak tidak hanya dituntut untuk sukses secara inteletual, tetapi bagaimana menjadikan anak yang memiliki intelektual dan kerohanian yang baik. Kemampuan intelektual tidak dapat menjadi jaminan bagi pertumbuhan kepribadian anak. Anak juga memerlukan kebutuhan rohani. Kebutuhan ini akan terpenuhi jika anak diajarkan untuk memiliki relasi yang hidup dengan Allah. Pengenalan akan akan Allah berdampak positif pada pertumbuhan dan perkembangan watak dan moral anak. Anak harus diajarkan taku akan Tuhan, dampaknya akan sangat luar biasa bagi kehidupan sang anak. Kembali lagi orang tua yang harus berperan aktif, keluargalah yang menjadi pemeran penting dalam pertumbuhan rohani anak. Pertumbuhan rohani dalam keluarga (orangtua) akan menjadi acuan bagi anak. Pertumbuhan rohani anak, adalah cerminan dari pertumbuhan rohani orang tua. Hubungan yang harmonis dalam keluarga sangat menolong anak untuk bertumbuh dalam kerohaniannya. Sebagai imam, ayah harus menjalankan perannya dengan baik yaitu membawa anak datang mengenal Allah. Keharmonisan hubungan dalam keluarga menjadi cerminan hubungan keluarga dengan Tuhan.
Selain orangtua guru sangat penting peranannya dalam pembentukan anak. Seorang guru tidak hanya bertugas membentuk anak memiliki kemampuan kognitif, tetapi guru dituntut lebih dari itu. Guru dituntut untuk membantu anak dalam memahami konsep dirinya dengan benar. Tentu dalam hal ini kesabaran seorang guru dalam menghadapi berbagai karakter dan latar belakang anak merupakan poin penting. Seorang guru harus menanamkan konsep positif dalam diri anak, sehingga anak tetap merasa dikasihi, diperhatikan dan merasa berharga dan berarti. Sebaliknya guru yang tidak peduli atau cenderung mananamkan konsep negatif akan berakibat fatal bagi diri anak, anak akan merasa tertolak, tersisihkan, tak berguna, tidak berarti dan tidak pernah merasa puas. Anak yang sudah terlanjur memiliki konsep diri yang negatif akan memiliki kecenderungan menarik diri, menghindar ketika menghadapi hambatan atau konflik, sehingga anak tidak akan pernah bersikap dewasa. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi terbentuknya konsep diri anak, mulai dari keluarga, media massa cetak maupun elektronik, lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, iblis dan kuasa kegelapan. Bukanlah pekerjaan yang mudah, oleh sebab itu dibutuhkan kerjasama antara orangtua dan guru. Orangtua dan guru harus menanamkan kebenaran firman Tuhan kepada anak bahwa pada dasarnya anak berharga dihadapan Tuhan. Guru dituntut untuk memberikan contoh hidup yang benar.
Orangtua tidak hanya memberikan perhatian dan kasih sayang kepada anaknya. Orangtua juga harus tegas dalam mendisiplinkan anak supaya anak mengalami pembentukan dan pengembangan watak secara sehat. Dalam mendisiplinkan anak orangtua harus memahami batas-batas pendisiplinan. Pendisiplinan yang benar adalah pendisiplinan yang tegas dan disertai dengan kasih, pendisiplinan yang tidak tegas akan menyebabkan anak menjadi manja sedangkan pendisiplinan yang keras tanpa kasih akan membawa dampak pada diri anak yaitu timbulnya akar pahit pada diri anak. Pendisiplinan yang kurang pada anak akan berdampak kemudian hari, di mana anak menjadi pemberontak, sulit dikendalikan, melakukan segala cara untuk menyenangkan dirinya. Dalam mendisiplinkan anak orang tua tidak perlu ragu-ragu, karena pendisiplinan merupakan perintah Tuhan. Banyak narasi dalam Alkitab yang menceritakan bagaimana Allah mendisiplinkan umat-Nya. Supaya anak hidup berdisiplin, maka kembali lagi orangtua yang dituntut untuk berperan aktif dalam mendisiplinkan anak, orangtua haru memahami apa yang menjadi kebutuhan anak, dan melibatkan anak dalam berbagai kegiatan. Dalam mendisiplinkan anak orangtua harus banyak belajar supaya dapat memahami kebutuhan anak. Orangtua tidak dapat memperlakukan semua anak dengan pola didikan yang sama karena anak pertama dan anak selanjutnya memiliki sifat dan karakter yang berbeda. Orangtua harus mendisiplinkan anak sesuai dengan kapasitas si anak. Anak yang dibiasakan disiplin kelak akan mudah mengatur dirinya, sebaliknya anak yang hidup tanpa disiplin dalam berbagai hal kelak akan mengalami kesulitan dalam mengatur dirinya.
Pertumbuhan anak yang semakin berkembang tentu membuat orangtua akan semakin banyak belajar untuk mengikuti perkembangan anak. Dengan memahami sifat-sifat anak akan sangat menolong orangtua maupun pengasuh untuk menangani perkembangan anak yang terus bertumbuh dan berkompetensi. Anak yang hiperatif dan autis tentu penanganannya akan sangat berbeda dengan anak yang normal. Perlakuan, penerimaan, dan penilaian orangtua, pengasuh, dan guru akan sangat menentukan masa depan anak-anak yang mengalami hal demikian. Orangtua, guru, dan pengasuh sangat berpengaruh dalam membentuk watak dan moral, dan keimanan anak.
Memasuki masa remaja anak akan memiliki pandangan yang semakin luas. Orangtua dituntut untuk bijaksana dalam memperlakukan anak yang sudah masuk masa remaja. Orangtua tidak dapat lagi memperlakukan seperti pada masa anak-anak. Orangtua harus berupaya untuk memahami dan mengerti dunia anak remaja, orangtua harus memiliki pengetahuan yang memadai mengenai dunia mereka sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman antara anak dan orangtua, dengan demikian konflik antara anak dan orangtua dapat terhindarkan. Masa remaja adalah masa transisi, oleh karena itu orangtua, gereja, sekolah, berperan penting dalam memberi bimbingan, arahan, supaya mereka tidak salah melangkah dalam pergaulan.
Sumber: Disarikan dari Buku Membesarkan Anak Secara Kreatif  Karya BS. Sidjabat
Baca Terusannya »»  

Kamis, 21 Oktober 2010

Tetap Bersyukur di Tengah Persoalan Hidup

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Judul : Tetap bersyukur di tengah berbagai persoalan
Teks Alkitab : 2 Samuel 22:21-51
Nats Pembimbing : Mazmur 46:2-3
Tujuan : Mengajak jemaat untuk tetap bersyukur walaupun dilanda berbagai persoalan dan masalah

Oleh : Adrianus Pasasa

Kalau kita merenungkan kembali peristiwa-peristiwa yang dialami oleh Daud, kita akan tiba pada suatu kesimpulan bahwa kehidupan Daud tidak selalu dalam suasana damai, tetapi hidupnya juga dipenuhi dengan berbagai persoalan. Daud harus berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain karena Saul akan membunuh dia, nyawa Daud setiap saat dalam ancaman. Setelah menjadi raja atas Yehuda, bukan berarti Daud bebas dari persoalan, kita dapat menyaksikan apa yang Alkitab katakan. Akibat kesalahan yang dilakukan oleh Daud, membawa dampak yang kelam dalam kehidupan Daud. Pada pagi ini kita akan melihat bagaimana Daud meresponi persoalan-persoalan yang menimpa kehidupannya.

Jika dalam keadaan baik semua orang bisa mengucap syukur, tetapi mengucap syukur dalam segala hal tidak semua orang dapat melakukannya. Akan lebih mudah bersungut-sungut dari pada mengucap syukur apabila dalam keadaan buruk. Daud tetap menyanyikan nyanyian syukur walaupun mengalami berbagai masalah. Disini kita melihat bahwa Daud tidak bersyukur atas persoalan yang menimpa dia, tetapi Daud menyadari betul bahwa sekalipun banyak persoalan yang dihadapinya, Daud yakin Tuhan akan menolong dan menunjukkan kebaikan-Nya, sekalipun dalam keadaan buruk. Dengan mengucap syukur, secara tidak langsung kita mengatakan bahwa Tuhan itu besar, baik dan dasyat dan persoalan itu kecil.

Dalam ayat 21, kita dapat mambaca kata-kata Daud, ia berkata bahwa Tuhan memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku; Ia membalas kepadaku sesuai dengan kesucian tanganku. Apa yang memampukan Daud berkata demikian? Pertama, pada Ayat 22, sebab aku tetap mengikuti jalan Tuhan dan tidak menjauhkan diri dari Allahku sebagai orang Fasik. Disini kita melihat bahwa walaupun Daud mengalami berbagai persoalan hidup yang pelik, dia tidak meninggalkan jalan Tuhan dan tidak mengikuti jalan orang fasik, Tetapi dikatakan bahwa Daud tetap mengikuti jalan Tuhan. Kedua, ayat 23, segala hukum-Nya kuperhatikan dan dari ketetapannya aku tidak menyimpang. Ketiga, ayat 24, aku berlaku tidak bercela kepada-Nya dan menjaga diri terhadap kesalahan. Ketiga hal inilah yang membuat Daud kembali berkata pada ayat 25 Tuhanlah yang membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucianku di depan mata-Nya.

Bagaiman dengan kita? Apakah ditengah badai pencobaan yang kita hadapi, mampukan kita bersyukur? Apakah ketika persoalan menghadang, mampukah kita berkata bahwa aku tetap mengikuti jalan Tuhan, dan tidak menjaukan diri dari Allahku, karena aku tahu Dia mampu menjawab persoalanku. Mampukah kita berkata bahwa segala hukum-Nya akan kuperhatikan dan aku tidak akan menyimpang. Mampukah kita berkata bahwa aku akan berlaku tidak bercela dihadapan-Nya dan akan menjaga diri terhadap kesalahan? Ketika kita melakukan semua itu, saya percaya kita juga akan mampu berkata seperti Daud, Tuhan akan memperlakukan aku sesuai dengan kebenaranku. Tetapi bagaimana mungkin kita dapat berkata demikian, kalau kita masih bersungut-sungut ketika persoalan melanda hidup kita, hal inilah yang menghambat kita untuk bersyukur seperti Daud.
Baca Terusannya »»  

Selasa, 08 Juni 2010

Doa Yang Dikabulkan

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Judul : Doa yang dikabulkan
Teks Alkitab : Matius 7:7-11
Tujuan : supaya jemaat memiliki pemahaman seperti apa doa yang dikabulkan dan apa yang menjadi penghalang sehingga doa tidak dikabulkan.

Oleh : Adrianus Pasasa

Pendahuluan

Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus. Ketika kita membaca perikop ini seringkali kita bertanya: Tuhan, saya telah meminta, saya sudah mencari dan saya telah mengetuk tetapi rasanya tak kunjung-kunjung datang apa yang saya minta, saya tidak pernah dapatkan apa yang selama ini saya cari, saya sudah mengetuk pintu tapi rasanya tidak ada pintu yang terbuka. Rasanya sudah capek Tuhan. Ungkapan seperti ini mungkin pernah kita alami atau pernah kita dengar dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Di mana letak persoalannya, mengapa Tuhan seakan-akan tidak peduli dengan permintaan kita? Apakah memang benar demikian? Atau ada persoalan lain yang menjadi penyebab doa/permintaan kita tidak di dengar oleh Tuhan.

Saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus. Perkara menjawab doa, bukanlah pekerjaan yang sulit bagi Tuhan, tetapi tanpa kita sadari sebenarnya penghalang atau yang menjadi penghambat justru datangnya dari kita sendiri. Janji firman Tuhan dalam ayat 8 dikatakan bahwa setiap orang yang meminta menerima dan setiap orang yang mencari mendapat dan setiap orang yang mengetok baginya pintu dibukakan. Mungkin dalam hati kita bertanya saya sudah melakukan seperti itu, tetapi apa yang menjadi janji Tuhan tidak saya alami, lalu kecewa dan kekecewaan ini jika tidak diatasi maka akan membawa dampak yang buruk bagi pertumbuhan kerohanian kita. Untuk menjawab persoalan ini kita akan melihat beberapa hal yang seringkali menjadi penghambat doa kita kepada Tuhan:

1. Salah Berdoa …. Yakobus 4:2-3Salah satu yang menjadi penghambat doa kita dijawab oleh Tuhan karena kita salah berdoa di mana di dalam berdoa kita memiliki motivasi yang salah. Surat Yakobus 4:3 menuliskan, kamu berdoa juga tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu. Doa yang dinaikkan dengan motivasi yang salah tidak akan dijawab oleh Tuhan.

2. Kurang Percaya atau bimbang …. Yakobus 1:6-7 / Mat 21:22 / Markus 11:24Sikap kurang percaya, bimbang atau ragu-ragu juga merupakan factor yang menghambat doa kita dijawab oleh Tuhan. Doa yang benar bukan hanya doa dengan motivasi yang benar, tetapi permohonan itu harus disertai dengan rasa percaya bahwa Tuhan akan menjawab doa kita. Surat Yakobus 1:6-7 dikatakan, “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Jadi ketika permintaan kita kepada Tuhan disertai dengan keragu-raguan maka Tuhan juga tidak akan mengabulkan permintaan kita. Dikatakan bahwa orang yang bimbang atau ragu-ragu sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin dan orang demikian tidak akan menerima apapun dari Tuhan.

Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus. Hal seperti ini tanpa disadari banyak terjadi dalam kehidupan orang-orang percaya. Mungkin kita pernah sakit atau ada diantara keluarga kita yang sakit, lalu kita berdoa memohon kesembuhan kepada Tuhan. Namun setelah berdoa sering kali kita ragu lalu dalam hati bertanya apakah Tuhan akan menyembuhkan? Tentu ini adalah salah satu sikap tidak percaya karena meragukan kuasa Tuhan yang mampu melakukan segala perkara. Jadi jelas sekali bahwa sikap tidak percaya, sikap bimbang atau ragu-ragu tidak akan mendapatkan apa-apa dari Tuhan. Janji firman Tuhan akan kita rasakan jika sikap kurang percaya itu dibuang jauh-jauh dari kehidupan kerohanian kita. Ketika Tuhan Yesus mengutuki pohon ara untuk tidak berbuah lagi, murid-murid-Nya tercengang melihat pohon ara yang sekonyong-konyong menjadi kering. Seperti Tuhan Yesus mengajarkan murid-murid-Nya untuk percaya dan tidak bimbang. Apa yang diajarkan Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya juga berlaku bagi orang-orang percaya masa kini. Firman Tuhan mengatakan: “dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya (Mat 21:22/ Mark 11:24)

3. Tidak Mengasihi Istri … 1 Petrus 3:7Bukan hanya salah berdoa dan bimbang yang menjadi penghalang doa, tetapi tidak Hidup bijaksana dan tidak menghormati istri juga merupakan penghalang doa kita didengar oleh Tuhan. Dikatakan hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.


Saudaraku yang dikashi oleh Tuhan Yesus. Jika kita menyingkirkan hal-hal yang menjadi penghalang doa kita kepada Tuhan. Saya yakin dan percaya bahwa apa saja yang kita minta akan diberikan oleh Tuhan. Mungkin kita berkata saya sudah menyingkirkan semua yang menjadi penghambat doa dikabulkan Tuhan, tetapi apa yang saya minta tidak kunjung datang. Muncul pertanyaan, jika demikian seperti apa permohonan/permintaan yang dikabulkan oleh Tuhan?

Permintaan yang dikabulkan
Pada dasarnya tidak ada doa yang tidak didengarkan oleh Tuhan, namun tidak semua doa dikabulkan oleh Tuhan. Kalau kita melihat pada ayat 11b dikatakan: Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya. di sini kita harus memahami benar bahwa Tuhan akan memberikan kepada orang yang meminta menurut pandangan Tuhan, apakah permintaan itu jika dikabulkan akan membawa kebaikan bagi orang yang meminta. Jika tidak maka Tuhan tentu tidak akan mengabulkan permintaan itu. Jika kita kembali melihat dalam perikop ini dalam ayat 9,10 dikatakan bahwa: adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti atau member ular, jika ia meminta ikan? Intinya ada pada ayat 11a dikatakan jika kamu yang jahat tahu member pemberian pemberian yang baik kepada anak-anakmu apalagi Bapamu yang di sorga.

Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus. Seorang ayah menunggu anaknya yang sedang menjalani rawat inap di rumah sakit. Ketika anaknya mau diberi obat melalui suntikan, anaknya menangis dan meronta karena takut di suntik. Demi kesembuhan sang anak, bapaknya memegang kedua tangan dan kakinya supaya dokter tidak mengalami kesulitan dalam memberi obat lewat suntikan. Pada saat bapaknya memegang tangan dan kaki anaknya, sang anak meronta dan berulang-ulang mengatakan ayah jahat. Pikir sang anak ayahnya jahat karena tidak membela dia, namun apa yang dilakukan ayahnya adalah semua untuk kebaikan anaknya. Hal seperti ini juga sering terjadi dalam kehidupan kita sebagai orang percaya, terkadang kita marah, kecewa ketika permintaan kita tidak dikabulkan oleh Tuhan, namun sadarkah bahwa apa yang kita minta akan berdampak buruk bagi kehidupan kita. Tuhan akan memberikan yang baik menurut pandangan Tuhan, bukan menurut pandangan kita.

PenutupSaudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus. Suatu waktu anak saya yang masih umur 3 tahun merengek-rengek minta pisau. Saya sebagai seorang ayah tahu benar bahwa pisau itu akan berbahaya bagi anak saya, jadi saya tidak akan pernah memberikan pisau itu walaupun anak saya menangis. Tuhan tahu apa yang baik bagi saya dan saudara, mungkin menurut kita apa yang kita minta baik, tetapi menurut pandangan Tuhan itu tidak baik bagi kita. Jangan marah dan kecewa jika permintaan kita tidak dikabulkan oleh Tuhan. Percayalah bahwa Tuhan selalu merancangkan yang terbaik dalam kehidupan kita. amin
Baca Terusannya »»  

Rabu, 12 Mei 2010

Hiduplah untuk AKU

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Judul : Cukup sekali Aku mati untukmu, Jangan lagi salibkan AKU
Teks Alkitab : Lukas 23:44-49
Nats Pembimbing : 1 Petr 3:18
Tujuan : Pendengar dapat memahami akan pengorbanan Tuhan Yesus baginya.
Oleh : Adrianus Pasasa

Pendahuluan
Ada seorang anak bertanya kepada guru agamanya, pak guru apa saja syarat untuk masuk surga? Bapanya menjawab, harus percaya kepada Tuhan Yesus, rajin berdoa, rajin ke gereja, menolong sesama. Masih kurang pak, jawab sang anak kepada bapak gurunya. Bapaknya berpikir sebentar, oh..bapak ingat harus teratur baca Alkitab. Jawab si anak, masih kurang pak! Bapaknya kebingungan, apa lagi ya..oh ya bayar perpuluhan. Masih kurang pak! Bapak ngak tahu lagi. Lalu si anak bertanya lagi, apakah bapak mau masuk surga? Tentu mau, jawab bapak gurunya. Kalau begitu bapak harus mati dulu baru bisa masuk surga.

Penguraian
Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus, dalam perikop yang kita baca pagi ini, ada empat peristiwa yang sungguh luar biasa yang dapat kita lihat melalui kematian Tuhan Yesus. Empat hal ini menunjukkan bahwa kematian Tuhan Yesus bukanlah merupakan peristiwa kematian biasa. Peristiwa pertama adalah merupakan peristiwa alam, di mana matahari berhenti bersinar selama tiga jam. Matahari seakan-akan tidak sanggup untuk melihat perbuatan manusia yang ditimpahkan kepada seorang yang tidak bersalah. Kegelapan di sini menggambarkan bahwa dunia akan selalu gelap apabila orang berusaha untuk membuang Yesus. Peristiwa kedua adalah tabir Bait Suci terbelah dua. Tabir Bait Suci adalah tabir yang memisahkan ruang kudus dan ruang ma­hakudus. Ruang mahakudus adalah tempat Allah berdiam yang hanya boleh dimasuki oleh imam besar setahun sekali. Terbelahnya tabir Bait Suci me­rupakan tanda bahwa kematian Tuhan Yesus telah meruntuhkan pembatas antara Allah dan manusia. Kematian Kristus telah mendamaikan manusia dengan Allah yang ditandai dengan terbelahnya tabir Bait Allah (ayat 45). Semua itu tidak akan tercapai jika Kristus tidak datang ke dalam dunia,mati dan bangkit dari antara orang mati.

Kematian Kristus bukanlah kematian yang sia-sia atau kematian konyol, tetapi Kematian Yesus adalah karya-Nya yang terbaik buat manusia yang terburuk, agar manusia menerima anugerah yang terbesar yaitu keselamatan kekal. Kematian-Nya memberikan makna dan tujuan baru bagi kehidupan manusia. Kematian-Nya juga mengungkapkan betapa berharganya jiwa manusia di mata-Nya. oleh karena itu, kita sebagai orang percaya harus melakukan karya terbaik dan termulia bagi Allah, sebagai ungkapan terima kasih yang terbesar.

Hal yang ketiga, setelah Yesus menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa-Nya, kita dapat melihat apa yang terjadi pada orang-orang disekitar tempat penyaliban-Nya. Pertama, kepala pasukan memuliakan Allah. Dia mengatakan sungguh orang ini adalah orang benar. Kematian-Nya telah memecahkan kekerasan hati manusia. Hati yang tadinya membenci Dia berubah menjadi menghormati Dia. Kedua, orang banyak yang tadinya menonton penyaliban Yesus pulang sambil memukul-mukul diri. Kematian-Nya menimbulkan suatu penyesalan, kata memukul-mukul diri menandakan suatu penyesalan akan apa yang telah mereka lakukan kepada Yesus.

Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus, dari peristiwa kematian Tuhan Yesus ini, makna apa yang dapat kita pelajari? Semua orang yang berkomitmen untuk menerima dan menjadikan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya, maka Roh Kudus/Yesus akan mendiami orang tersebut. Saat Roh Kudus mendiami seseorang maka orang tersebut akan memancarkan kasih Kristus serta menghasilkan buah-buah roh. Firman Tuhan dalam Matius 7:16, dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Pertanyaannya bagi kita yang hadir pagi ini, apakah kita telah menghasilkan buah-buah itu? Sehingga ketika orang lain melihat, mereka akan berkata “sungguh” dia ini pengikut Yesus.

Nelson Mandela ketika ditangkap karena perjuangannya, dia diperlakukan dengan tindakan-tindakan yang tidak wajar. Pernah badannya ditanam ke tanah, tinggal kepalanya yang muncul setelah itu musuh-musuhnya kencing diatas kepalanya. Tetapi apa yang terjadi ketika dia dilantik menjadi presiden, musuh-musuhnya yang pernah mengencingi dia, diundang dan duduk di kursi VIP. Ketika Paus Yohanes Paulus II di tembak, dia mendatangi orang yang menembaknya dipenjara dan mengatakan aku mengasihi engkau.

Orang mengenal Kristus bukan hanya lewat penginjilan, tetapi juga lewat kehidupan kita yang menghadirkan Kristus di dalamnya. Ketika orang melihat perbuatanmu orang akan melihat Kristus dalam hidupmu maka orang akan memuliakan Allah. 1 Yoh 2:6, barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup seperti Kristus telah hidup. Yesus cukup mati sekali untuk dosa-dosa kita (1 Pet 3:18), jangan salibkan Dia lagi lewat perbuatan-perbuatan yang tidak berkenan kepada-Nya (Yoh 8:11). Amin
Baca Terusannya »»  

AKU telah mati bagimu, Hiduplah untuk AKU

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Judul : AKU telah mati bagimu, Hiduplah untuk AKU
Teks Alkitab : Lukas 23:44-49
Nats Pembimbing : 1 Petr 3:18
Tujuan : Pendengar dapat memahami akan pengorbanan Tuhan Yesus baginya.
Oleh : Adrianus Pasasa

Pendahuluan
Ada seorang anak bertanya kepada guru agamanya, pak guru apa saja syarat untuk masuk surga? Bapanya menjawab, harus percaya kepada Tuhan Yesus, rajin berdoa, rajin ke gereja, menolong sesama. Masih kurang pak, jawab sang anak kepada bapak gurunya. Bapaknya berpikir sebentar, oh..bapak ingat harus teratur baca Alkitab. Jawab si anak, masih kurang pak! Bapaknya kebingungan, apa lagi ya..oh ya bayar perpuluhan. Masih kurang pak! Bapak ngak tahu lagi. Lalu si anak bertanya lagi, apakah bapak mau masuk surga? Tentu mau, jawab bapak gurunya. Kalau begitu bapak harus mati dulu baru bisa masuk surga.

Penguraian
Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus, dalam perikop yang kita baca pagi ini, ada empat peristiwa yang sungguh luar biasa yang dapat kita lihat melalui kematian Tuhan Yesus. Empat hal ini menunjukkan bahwa kematian Tuhan Yesus bukanlah merupakan peristiwa kematian biasa. Peristiwa pertama adalah merupakan peristiwa alam, di mana matahari berhenti bersinar selama tiga jam. Matahari seakan-akan tidak sanggup untuk melihat perbuatan manusia yang ditimpahkan kepada seorang yang tidak bersalah. Kegelapan di sini menggambarkan bahwa dunia akan selalu gelap apabila orang berusaha untuk membuang Yesus. Peristiwa kedua adalah tabir Bait Suci terbelah dua. Tabir Bait Suci adalah tabir yang memisahkan ruang kudus dan ruang ma­hakudus. Ruang mahakudus adalah tempat Allah berdiam yang hanya boleh dimasuki oleh imam besar setahun sekali. Terbelahnya tabir Bait Suci me­rupakan tanda bahwa kematian Tuhan Yesus telah meruntuhkan pembatas antara Allah dan manusia. Kematian Kristus telah mendamaikan manusia dengan Allah yang ditandai dengan terbelahnya tabir Bait Allah (ayat 45). Semua itu tidak akan tercapai jika Kristus tidak datang ke dalam dunia,mati dan bangkit dari antara orang mati.

Kematian Kristus bukanlah kematian yang sia-sia atau kematian konyol, tetapi Kematian Yesus adalah karya-Nya yang terbaik buat manusia yang terburuk, agar manusia menerima anugerah yang terbesar yaitu keselamatan kekal. Kematian-Nya memberikan makna dan tujuan baru bagi kehidupan manusia. Kematian-Nya juga mengungkapkan betapa berharganya jiwa manusia di mata-Nya. oleh karena itu, kita sebagai orang percaya harus melakukan karya terbaik dan termulia bagi Allah, sebagai ungkapan terima kasih yang terbesar.

Hal yang ketiga, setelah Yesus menyerahkan nyawa-Nya kepada Bapa-Nya, kita dapat melihat apa yang terjadi pada orang-orang disekitar tempat penyaliban-Nya. Pertama, kepala pasukan memuliakan Allah. Dia mengatakan sungguh orang ini adalah orang benar. Kematian-Nya telah memecahkan kekerasan hati manusia. Hati yang tadinya membenci Dia berubah menjadi menghormati Dia. Kedua, orang banyak yang tadinya menonton penyaliban Yesus pulang sambil memukul-mukul diri. Kematian-Nya menimbulkan suatu penyesalan, kata memukul-mukul diri menandakan suatu penyesalan akan apa yang telah mereka lakukan kepada Yesus.

Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus, dari peristiwa kematian Tuhan Yesus ini, makna apa yang dapat kita pelajari? Semua orang yang berkomitmen untuk menerima dan menjadikan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya, maka Roh Kudus/Yesus akan mendiami orang tersebut. Saat Roh Kudus mendiami seseorang maka orang tersebut akan memancarkan kasih Kristus serta menghasilkan buah-buah roh. Firman Tuhan dalam Matius 7:16, dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Pertanyaannya bagi kita yang hadir pagi ini, apakah kita telah menghasilkan buah-buah itu? Sehingga ketika orang lain melihat, mereka akan berkata “sungguh” dia ini pengikut Yesus.

Nelson Mandela ketika ditangkap karena perjuangannya, dia diperlakukan dengan tindakan-tindakan yang tidak wajar. Pernah badannya ditanam ke tanah, tinggal kepalanya yang muncul setelah itu musuh-musuhnya kencing diatas kepalanya. Tetapi apa yang terjadi ketika dia dilantik menjadi presiden, musuh-musuhnya yang pernah mengencingi dia, diundang dan duduk di kursi VIP. Ketika Paus Yohanes Paulus II di tembak, dia mendatangi orang yang menembaknya dipenjara dan mengatakan aku mengasihi engkau.

Orang mengenal Kristus bukan hanya lewat penginjilan, tetapi juga lewat kehidupan kita yang menghadirkan Kristus di dalamnya. Ketika orang melihat perbuatanmu orang akan melihat Kristus dalam hidupmu maka orang akan memuliakan Allah. 1 Yoh 2:6, barangsiapa mengatakan bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup seperti Kristus telah hidup. Yesus cukup mati sekali untuk dosa-dosa kita (1 Pet 3:18), jangan salibkan Dia lagi lewat perbuatan-perbuatan yang tidak berkenan kepada-Nya (Yoh 8:11). Amin
Baca Terusannya »»  

Kamis, 25 Maret 2010

Jagalah Hatimu Jangan Kau Nodai

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Judul : Jagalah Hatimu Jangan Kau Nodai
Nats : Hakim-Hakim 16:1-22
Nats Pembimbing: Amsal 4:23
Tujuan : supaya pendengan menyadari bahwa hati harus selalu dijaga supaya jangan jatuh ke dalam dosa.

Pendahuluan

Saya pernah menonton acara di RCTI, apakah engkau masih mencintaiku/Do You Love Me. Salah satu episode menayangkan tentang perselingkuhan yang terjadi antara menantu dan mertua. Karena menantu dan mertua tidak bisa menjaga hati terhadap godaan, akibat yang ditimbukan mereka jatuh ke dalam dosa perzinahan. Perselingkuhan ini diketahui oleh sang anak, keluarga mereka akhirnya hancur, mereka bercerai, muncul permusuhan antara ibu dan anak, jadi aib keluarga. Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus, mengapa menjaga hati terhadap godaan merupakan hal yang penting? Melalui renungan pagi ini, kita akan melihat kisah seorang nazir Allah yaitu Simson.

Penguraian:

Saudaraku, Simson di utusan Tuhan untuk membebaskan bangsa Israel dari tangan orang Filistin. Dikatakan di dalam pasal 13 ayat 1, karena orang Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, maka Tuhan menyerahkan bangsa Israel ke tangan orang Filistin selama 40 tahun lamanya. Selanjutnya ayat 5 dikatakan bahwa Simson akan menjadi nazir Allah dan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin.

Sebagai nazir Allah, Simson diurapi Allah dan diperlengkapi oleh Tuhan dengan kekuatan yang luar biasa. Dia hancurkan ribuan tentara Filistin dengan rahang keledai, dia bertarung melawan singa dan dikalahkannya singa itu. Simson adalah orang yang luarbiasa. Sebagai utusan Allah ada hal-hal yang perlu diperhatikan supaya tugas dan tanggungjawab sebagai utusan dapat terlaksana dan berharga di mata Tuhan.

Menjaga hati terhadap setiap godaan.Saudara dan saya ada di tempat ini karena kita telah dipilih Allah untuk menjadi utusan-Nya. Kita diutus untuk menjadi saksi-saksi Kristus, membebaskan orang yang masih hidup dalam kegelapan dan membawa mereka ke dalam terang Injil. Supaya sampai kepada tujuan yang dikehendaki Allah, maka seorang utusan harus selalu menjaga hati terhadap setiap godaan. Akibat-akibat yang timbul jika kita lalai menjaga hati terhadap godaan:

Kita akan mengurbankan panggilan Ilahi dan kompromi dengan dosa. Menurut Kitab Hakim-hakim, dosa adalah "melakukan apa yang jahat di mata TUHAN" (Hak. 13:1). Lalu apa yang jahat di mata TUHAN, yang dilakukan oleh Simson? Salah satunya adalah kesukaannya pada wanita (ayat 1,4). Inilah kelemahan Simson, yang bertentangan dengan panggilannya sebagai nazir Allah, yang ditugaskan untuk melepaskan Israel dari bangsa Filistin. Kelemahan ini pula yang kemudian akan menjatuhkan dia.

Simson tidak bisa menjaga hatinya terhadap godaan perempuan. Simson jatuh hati dengan seorang perempuan bernama Delila. ayat 16 berkata: setelah perempuan itu berhari-hari merengek-rengek kepadanya dan terus mendesak-desak dia, ia tidak dapat lagi menahan hati, sehingga ia mau mati rasanya. Maka diceritakannyalah kepadanya segala isi hatinya, segala rahasia hatinya.
Simson tidak bisa menjaga hatinya tetap kudus, dan tetap benar di hadapan Tuhan, akhirnya dia menyerahkan kekuatannya pada seorang perempuan dan Tuhan meninggalkan dia. Orang Filistin berhasil menangkap dia, kedua matanya dicungkil, ia dibelenggu dan dipenjara, bahkan dia menjadi bahan olok-olok. Dia kehilangan anugerah dan urapan Tuhan karena dia tidak bisa menjaga hatinya.

Aplikasi 1: Anak muda – Bayangkan ada berapa banyak anak muda tidak bisa menjaga hatinya waktu pacaran. Kita biarkan pikiran kita dipenuhi dengan imajinasi-imajinasi yang tidak kudus. Bahkan kita suka melihat gambar-gambar porno dan film BF. Semua itu sama seperti Delila yang merengek-rengek berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, dan kalau anda biarkan suatu saat saudara akan merasakan perasaan Simson, anda tidak dapat lagi menahan hati dan akhirnya anda jatuh dalam dosa. Setelah itu anda jatuh semakin dalam dan semakin dalam dan semakin dalam. Sampai akhirnya anda undur dari pelayanan, saudara kehilangan cinta mula-mula, engkau kehilangan mahkotamu, engkau akhirnya harus menikah dalam keadaan yang sangat memalukan. Alasannya sederhana: Kita tidak bisa jaga hati.

Aplikasi 2: Suami Istri – anda sudah menikah dan punya istri yang cantik dan keluarga anda bahagia. Memang kadang terjadi pertengkaran, tapi semuanya terkendali dan berjalan dengan lancar. Akan tetapi tanpa sepengetahuan istri kita, kita mulai sering mengijinkan pikiran-pikiran kita tentang wanita lain terus menggoda kita. Teman kita waktu SMA dulu, mantan pacar dulu waktu kuliah, sekreteris kita, atau wanita yang baru saja kita kenal dan cantiknya luarbiasa. Sampai akhirnya sedikit demi sedikit kita terseret dan semakin dalam sampai akhirnya kita punya affair dengan wanita itu. Dan setelah beberapa waktu rahasia kita terbongkar dan seseorang memberitahu istri kita. Istri kita kalab, terjadi pertengkaran besar, sampai akhirnya pernikahan kita hancur berantakan. Kita kehilangan anugerah kebahagiaan dalam pernikahan kita – Kenapa? Sederhana: Kita tidak bisa jaga hati. Itu Sebabnya hari ini Firman Allah sekali lagi menasehati kita: Jaga Hati !!!

Applikasi 3: Masalah Sekolah – Di sekolah ada test, kita sudah belajar semalaman tapi tetap saja tidak bisa mengerjakan, akhirnya kita dapat nilai jelek. Belum lagi kita dapat tugas banyak sekali dan harus dikumpulkan beberapa hari lagi. Bukan itu saja, teman yang duduknya di belakang kita usil banget nggangguin kita plus dosennya ngajarnya nggak karu-karuan. Waktu pulang ke kos dalam keadaan yang luarbiasa lelah, kita maunya segera istirahat, tapi teman kita di kos nyalain lagu rock kenceng sekali (Rocker juga manusia). Kita sudah nggak kuat lagi, lupa jaga hati dan langsung emosi naik, kita marah-marah sama teman kita. Teman kita yang merasa tidak salah balas marah ganti. Akhirnya kita berkelahi sama dia. Hubungan persahabatan kitapun menjadi rusak, kita rugi sendiri karena kita tidak bisa menjaga hati. Itu sebabnya Firman Allah berkata: Jagalah hatimu dengan segala kewasapadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

d. Kalau kita tidak menjaga hati, aliran air kehidupan itu bisa berubah tercemar menjadi aliran air dosa, kecemaran, dan kematian. Kalau keadaan hati seperti ini kita biarkan terus-menerus, lama kelamaan hati kita juga akan mengalami perubahan sampai ada orang yang punya hati penipu, pezinah, koruptor, dst. Menipu bukan lagi masalah, seudah menjadi makanan sehari-hari. Berhubungan seks di luar nikah tidak masalah, sudah kerap dilakukan. Korupsi atau menyuap menjadi suatu hal yang dengan mahirnya kita lakukan. Berjudi menjadi seperti kegiatan sehari-hari. Dan perasaan berdosa melakukan hal-hal tersebut rasanya sudah hilang jauh dari hidup kita. Kita dengarkan khotbah yang seperti inipun, kita tidak merasa bahwa kita perlu berubah dan kita tenang-tenang saja. Hati-hati kalau sampai anda mengalami keadaan seperti itu. Cepat-cepat bertobat dan minta ampun sama Tuhan. Minta roh yang takut akan Tuhan menguasai kembali hati kita. Tinggalkan dosa dan sungguh-sungguh berubah. Kalau kita berjalan di jalan yang sesat seperti itu, akhirnya kita akan mengalami kehancuran dalam hidup kita.
Bagi saudara yang belum terlalu jauh, dengarkan nasihat Firman Allah hari ini: Jaga Hati tetap benar, kudus, setia, taat, lurus maka anugerah Allah akan turun dan berkat Tuhan melimpah dalam hidupmu.

Allah memulihkan orang yang mau bertobat
Seorang utusan Allah bukan jaminan untuk tidak jatuh dalam dosa. Apa yang terjadi pada Simson bisa saja terjadi kepada saudara dan saya. Sikap kompromi dan menganggap bahwa dosa bukanlah hal yang serius yang akan membuat kita jatuh dalam dosa. Simson gagal menyadari bahwa kompromi dengan para penyembah berhala dan orang dursila berarti membuka kehidupannya terhadap kuasa Iblis, angan-angan kosong, dan kekalahan menyeluruh (ayat Hak 16:19-21).

Sikap kompromi terhadap dosa membuat Simson mengabaikan ikrar kenaziran satu persatu. Maka bukan kehilangan rambut sebenarnya yang menjadi penyebab utama Simson kehilangan kekuatan. Masalahnya, Tuhan telah meninggalkan dia (ayat 20). Kehilangan rambut hanyalah simbol keterpisahan Simson dengan Allah. Simson sendiri terlalu percaya diri. Ia mengira bahwa kekuatan fisik akan menolong dia mengatasi segala situasi. Ia lupa akan ikrar kenaziran yang harus dipegang erat-erat.

Tidak adanya komitmen yang sungguh-sungguh untuk mendedikasikan diri pada Allah, membuat hidup Simson berakhir tragis. Kelemahan Simson dalam hal moral dan kerohanian bertolak belakang dengan kekuatan fisiknya. Simson, seperti kebanyakan orang, mengira bahwa dosa tak perlu dianggap serius. Tidak adanya teguran atau hukuman Allah saat berbuat dosa, membuat orang mengira bahwa Allah tidak memperhitungkan kesalahan itu. Simson tidak tahu bahwa Allah memang panjang sabar, tetapi Ia tidak bersikap permisif. Ini menjadi peringatan bagi kita untuk tidak bermain-main dengan panggilan kita sebagai orang Kristen, pengikut Kristus. Ikuti Kristus dan hiduplah seperti Dia.

Pada bagian terakhir Hak 16 : 23 - 30 menceritakan keadaan Simson sebagai akibat ketidak taatannya kedua matanya buta dan ia dipermalukan oleh orang-orang Filistin. Disaat seperti inilah Simson berdoa dengan sungguh-sungguh, dengan segenap hatinya kepada ALLAH supaya ALLAH mengembalikan KEKUATANNYA SEKALI INI SAJA, ALLAH mendengar doa yang dinaikkan Simson sehingga Simson berhasil mengalahkan orang Filistin ayat 30 berkata yang mati dibunuhnya pada waktu matinya itu lebih banyak daripada yang diibunuhnya pada waktu hidupnya, ia mati sebagai seorang pahlawan. Walaupun simson telah mengabaikan ikrar kenazirannya dan kompromi dengan dosa, tetapi pada akhirnya dia menyadari akan kesalahannya dan Tuhan memulihkan Simson.

Saudaraku, percayalah ketika saudara dan saya selalu menjaga hati terhadap godaan, maka kita tidak akan mengorbankan panggilan kita dan tidak akan kompromi dengan dosa. Sekalipun kita jatuh, datang dihadapannya dan bertobat sebab Dia adalah Allah yang setia dan adil akan menghapuskan segala dosamu dan menyucikan engkau dari segala kejahatan. Godaan akan selalu ada, bagaimana menghadapi godaan itu, keputusannya ada pada saudara! Amin.
Baca Terusannya »»  

Selasa, 23 Maret 2010

Doa Puasa Yang Diberkati Allah

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Renungan: Doa Puasa STT SAPPI, 25 Maret 2010

Judul : Doa Puasa yang berkenan dan diberkati Allah
Teks Alkitab : Yesaya 58:1-12
Tujuan : supaya pendengar dapat mengetahui apakah doa puasa yang mereka lakukan sudah seperti yang dikehendaki oleh Allah.

Oleh : Adrianus Pasasa

PendahuluanWaktu SMA saya pernah mengikuti olahraga seni bela diri yaitu pencak silat. Aturan yang berlaku adalah, ketika peserta sudah mahir dengan gerakan dan jurus-jurus yang diajarkan oleh sang guru, maka akan diadakan suatu ujian untuk naik tingkat yang biasa disebut pendadaran. Sebelum masuk ke dalam ujian pendadaran, setiap murid diharuskan untuk berdoa dan berpuasa, tentu tujuannya supaya para murid sanggup menghadapi tantangan di dalam ujian kenaikan tingkat tersebut. Demikian juga setiap orang atau kelompok di dalam melakukan doa puasa tentu masing-masing memiliki tujuan. Hari ini kita melaksanakan doa puasa, saya percaya masing-masing di antara kita pasti ada tujuan yang ingin dicapai. Namun akan menjadi perenungan kita bersama hari ini, bagaimana seharusnya kita melakukan doa puasa sehingga doa puasa itu berkenan dan diberkati oleh Allah?

Penguraian
Pada pagi ini kita akan sama-sama belajar kebenaran firman Tuhan tentang berpuasa. Kalau kita melihat sejarah bangsa Israel, bagi mereka berpuasa berarti merendahkan diri di hadapan Tuhan selama jangka waktu tertentu tanpa makan dan minum. Hari merendahkan diri disebut hari perdamaian antara Israel dengan Tuhan. Pada hari itu mereka tidak diperbolehkan melakukan pekerjaan apa-apa pada hari khusus itu, selain mempersembahkan kurban bakaran kepada Tuhan untuk menguduskan diri mereka (Imamat 16:29,37; 23:27-32). Berpuasa dalam pengertian agama Yahudi seringkali dikaitkan dengan suasana hati, maksudnya sikap jasmani yang berusaha menahan lapar dan haus, harus disertai dengan sikap hati yang merendahkan diri di hadapan Allah. jadi berdoa bukan hanya menyangkut tidak makan dan minum (faktor luar saja), tetapi berkaitan erat dengan suasana hati. Berpuasa juga merupakan perwujudan dari hati yang hancur, sebagai tanda perkabungan, tanda pertobatan dan sebagai tanda penyesalan sungguh-sungguh atas dosa mereka di hadapan Allah.

Di dalam melakukan doa puasa tentu ada hal-hal yang perlu kita perhatikan supaya doa puasa yang kita lakukan berkenan atau diberkati oleh Allah. Lewat firman Tuhan pagi ini kita akan melihat seperti apa doa puasa yang tidak dikehendaki Allah dan seperti apa doa puasa yang dikehendaki dan diberkati oleh Allah.

Pertama, kita akan melihat doa puasa yang tidak dikehendaki oleh Allah (pasal 1-5)
Nabi Yesaya menegur cara berdoa puasa yang keliru. Bangsa Israel mengira dengan kebiasaan berdoa puasa, Tuhan pasti mendengar doa mereka, sebab mereka telah merendahkan diri, tiap hari mencari Tuhan, tetapi apa jawab Tuhan? Aku tidak mengindakanmu, karena kamu berpuasa hanya berlagak seperti bangsa yang melakukan yang benar, tetapi hatimu tidak mengalami pertobatan. Di luar kamu menampakkan perubahan yaitu berhenti makan dan minum, memakai pakaian karung, dan tidur di atas debu, tetapi hatimu tidak mengalami perubahan apa-apa. Tuhan tidak berkenan dengan doa puasa yang demikian. Jika demikian, seperti apa doa puasa yang berkenan di hadapan Allah?

Berdasarkan pengajaran nabi Yesaya pada ayat 6-7, ada dua sikap hati yang sangat penting dalam menghayati makna doa puasa:

Hati yang jujur
Pertama-tama yang Allah perhatikan adalah hati. ketika kita menghapiri Dia untuk berbakti dan melayani-Nya, hati kitalah yang pertama-tama diperhatikan. Dalam kontek kita berdoa puasa, pertama-tama Tuhan akan menanyakan apa motifmu? Apa yang hendak engkau capai melalui doa puasa ini? saudara perhatikan ketika Tuhan memeriksa motivasi orang Israel, yang di dapatkan justru sikap membenarkan diri sendiri yang ditutup-tutupi dengan sikap ”saleh”. Doa puasa yang mereka lakukan hanyalah menjadi program dari agama mereka saja. Mereka menunjukkan sikap pertobatan tetapi hati mereka sama sekali tidak tersentuh. Mereka tidak merasakan perlunya suatu perubahan, mereka mengira Allah-lah yang harus berubah memenuhi permintaan mereka. mereka tidak menyadari bahwa dengan cara mereka berdoa puasa seperti itu, telah menipu Allah dan menipu diri sendiri. mereka lupa bahwa dalam doa puasa harus dimulai dengan pernyataan: apa kesalahan saya? Apa yang perlu diubah oleh Allah dalam hati saya?

Motivasi harus terpusat pada kehendak Allah.
Doa puasa harus di dorong oleh ketaatan kepada suara Tuhan, bukan oleh keinginan diri sendiri. doa puasa harus diprakarsai oleh Allah dan dilakukan menurut jalan-Nya. Pemusatan diri kepada kehendak Allah memungkinkan kita untuk mengalami perubahan. Dengan adanya perubahan dalam hidup kita akan membawa dampak kepada orang lain, atau dengan kata lain kita juga akan memperhatikan kebutuhan orang lain, tidak berpusat lagi pada diri sendiri. seringkali tanpa kita sadari doa puasa yang kita lakukan tidak berpusat pada Allah. Seringkali kita mengadakan doa puasa karena keinginan untuk memperoleh sesuatu yang materi ataupun yang berkedok rohani.

Dengan memiliki sikap hati yang jujur dan memiliki motivasi yang berpusat pada Allah, maka saya yakin dan percaya Doa puasa yang kita lakukan akan dikehendaki oleh Allah. Janji Tuhan bagi orang yang doanya berkenan dihadapan-Nya?
“Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu; ...
Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan Tuhan akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Tuhan akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku! ....
Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kau inginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapan akan seperti rembang tengah hari.
Tuhan akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, ... dan engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan” (Yesaya 58:8–11).

Itulah janji-janji Tuhan yang dapat saudara dan saya nikmati. Pertanyaannya bagaimana saudara dan saya mengetahui bahwa doa puasa yang kita lakukan diterima Allah atau tidak? Hasilnya dapat kita lihat dan rasakan dalam kehidupan kita hari lepas hari. (ayat 8-11). Amin.
Baca Terusannya »»  

Kamis, 19 November 2009

Arti Menjadi Murid Tuhan Yesus

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***

Khotbah GBI Ciranjang, 29 November 2009

Judul : Arti Menjadi Murid Tuhan Yesus
Nats : Lukas 14:25-35 ; Nats Pembimbing: Roma 11:36
Tujuan : supaya pendengan menyadari bahwa mengikut Yesus ada harga yang harus di bayar.

Pendahuluan
Kartu Tanda Penduduk (KTP) tentu tidak diperoleh begitu saja. Untuk memperoleh yang namanya KTP ada proses yang harus dilalui dan di dalam proses itu ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Waktu saya membuat KTP di kantor Kecamatan, ada beberapa syarat yang harus di penuhi diantaranya: harus ada kartu keluarga, surat pengantar dari RT/ RW, dan membayar administrasi. Jika semuanya lengkap barulah kita bisa memiliki KTP.

Saudaraku demikian juga halnya dalam mengikut atau menjadi murid Tuhan Yesus ada proses dan ada persyaratannya. Harus ada pengorbanan dan kerelaan meninggalkan segala sesuatu demi mengikut Tuhan Yesus. Saudaraku, jika saja kita memahami arti menjadi pengikut Yesus, maka kita pun siap menerima segala akibat yang akan terjadi. Jika demikian apa artinya menjadi pengikut Tuhan Yesus.

Penguraian
Kata-kata dalam perikop ini diucapkan Tuhan Yesus ketika Ia sedang dalam perjalanan menuju Yerusalem. Tuhan Yesus tahu benar sengsara yang akan dihadapiNya di sana. Oleh karena itu ketika melihat orang banyak mengikuti Dia, Yesus memperingatkan mereka agar dengan hati-hati mempertimbangkan segala akibatnya kalau mengikut Tuhan Yesus. Jadi untuk menjadi murid Tuhan Yesus ada harga yang harus dibayar. Billy Graham mengatakan :"Keselamatan itu gratis, tetapi untuk menjadi murid ada harga yang dituntut, yakni segala sesuatu yang anda miliki". Berikut ini akan dibahas beberapa hal pokok supaya kita mengerti dan memahami benar apa makna mengikut Tuhan Yesus:

1. Mengutamakan Tuhan di atas segalanya.
Saudaraku, arti mengikut Tuhan Yesus adalah mengutamakan Tuhan atau menorsatukan Tuhan. pada ayat 26, dijelaskan bahwa jika seseorang tidak membenci bapaknya, ibunya, istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki, atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi muridku. Ketika kita merenungkan perkataan Yesus ini, hati kita akan mengatakan Yesus itu kejam sekali. Tetapi Tuhan Yesus tidak bermaksud demikian. Dia tidak memerintahkan agar orang membenci, bapaknya, ibunya, dan keluarganya yang lain. Disini Tuhan Yesus mau membandingkan apakah seseorang lebih mengasihi Dia atau bapaknya, ibunya, dan sebagainya. Orang harus lebih mengasihi Tuhan Yesus dibandingkan dengan semua orang lain


2. Mau Memikul Salib
Saudaraku, arti mengikut Tuhan Yesus adalah rela memikul salib. Ungkapan memikul salib merupakan sebuah kiasan, yang berarti bahwa setiap orang yang mau menjadi pengikut Tuhan Yesus harus rela mengalami penderitaan bahkan sampai mati atau kehilangan nyawanya oleh kerena Kristus. Seseorang yang mengambil komitmen untuk menjadi pengikut Tuhan Yesus harus menyadari benar akan konsekuensi yang harus mereka tanggung, misalnya: mereka harus sadar bahwa mereka akan dibenci, ditangkap, dianiaya, dibunuh, dan lain sebagainya. Orang yang mengikut Tuhan Yesus dengan harapan akan di bebaskan dari penderitaan di dunia ini adalah pandangan yang keliru dalam memahami rancangan Injil, karena dengan Injil atau dengan mengikut Tuhan Yesus justru mereka diperhadapkan pada kesulitan dunia ini.

Ilustrasi:
Seorang ibu menyampaikan keluhannya kepada pendeta, “Pak Pendeta, saya menghadapi masalah yang sangat berat. Suami saya baru saja dipecat oleh perusahaannya, dan anak saya masih belum juga terlepas dari jeratan narkoba meskipun telah berulang kali keluar masuk panti rehabilitasi. Saya benar-benar tidak tahu harus berbuat apa, memang ini salib yang harus saya pikul.”
Benarkah penderitaan yang dialami oleh ibu itu adalah salib yang harus dipikulnya? Benarkah ketika seorang kristen mengalami penderitaan berarti ia sedang memikul salibnya? Jawabannya adalah ya dan tidak! Mengapa demikian? Karena tidak semua penderitaan adalah salib yang kita pikul. Ada penderitaan karena kesalahan kita sendiri, misalnya: karena kita tidak mengenal calon pasangan hidup kita akibatnya kita mengalami masalah dalam rumah tangga. Atau karena kita tidak menjalankan pola hidup yang sehat, kita merokok atau minum-minuman keras akibatnya kita menderita sakit yang kronis.

Memikul salib adalah segala konsekuensi negatif yang kita harus tanggung karena kita mengikut Tuhan Yesus. Konsekuensi itu berkisar dari yang “ringan” seperti merugi karena bersikap jujur, diejek karena tidak mengikut arus demi melakukan Firman Tuhan, hingga yang “berat” seperti diusir dari keluarga karena Kristus, atau dianiaya bahkan dibunuh karena mengikut Kristus.

3. Tidak Terikat dengan Harta Duniawi
Saudaraku, arti mengikut Tuhan Yesus adalah melepaskan dirinya dari segala miliknya atau tidak terikat dengan harta duniawi.
Begitu banyak tawaran dunia buat kenyamanan, kemudahan dan kemewahan hidup. Saat ini dunia berlomba-lomba untuk membangun aspek-aspek yang bisa memuaskan keinginan manusia untuk memiliki harta dunia lengkap dengan kenikmatan dan kenyamanannya. Meskipun tawaran dunia sangat menggiurkan, tetapi ketika kita sudah berkomitmen mengikut Tuhan Yesus, senyaman apapun tawaran dunia itu kita tidak akan terikat olehnya. Yesus mengingatkan kita bahwa manusia tidak bisa mengabdi kepada dua tuan. Ketika kita memilih untuk terikat dengan segala yang ditawarkan dunia, maka kitapun tidak layak disebut pengikutNya.

Saudaraku, uang dan harta tidak bisa dibawa serta ketika kita meninggalkan dunia ini, alangkah sia-sianya jika kita masih hidup terikat dengan harta kekayaan dan berpaling dari Tuhan. Ingat! Apapun yang kita miliki di dunia ini sifatnya hanya sementara, dan tidak akan dapat membahagiakan apalagi menyelamatkan kita.firman Tuhan katakan: "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya." (Matius 6:19-20).

Saudaraku, Tuhan tidak melarang kita untuk memiliki harta duniawi, tapi ingatlah bahwa yang jauh lebih penting dari itu semua adalah kepemilikan terhadap harta di surga dengan segala kemuliaannya. Harta surgawi yang seharusnya menjadi bagian orang-orang percaya itulah yang bersifat kekal, dan seharusnya menjadi fokus seorang murid.

Ilustrasi:
Ada seorang kaya yang memiliki harta begitu berlimpah, dia dating kepada seorang Guru dan bertanya, apa yang harus aku lakukan supaya saya memperoleh hidup yang kekal. Jawab Sang Guru jangan membunuh, Jangan membunuh, jangan berzinah, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Kata orang kaya itu, semua telah aku lakukan apa lagi yang kurang? Kata Sang Guru, hanya satu lagi kekuranganmu juallah apa yang kau miliki dan berikanlah itu kepada orang miskin. Mendengar perkataan Sang Guru ia menjadi kecewa lalu pergi dengan sedih karena banyak hartanya.

Saudaraku, untuk menjadi pengikut Tuhan Yesus harus dipikirkan secara matang dan mendalam, apakah kita siap untuk mengutamakan Tuhan di atas segalanya, apakah kita siap untuk memikul salib, dan apakah kita siap untuk tidak terikat dengan hal-hal duniawi. Jika kita mengambil keputusan mengikut Tuhan Yesus tanpa melalui pemikiran yang matang dan mendalam, maka kita tidak ubahnya seperti orang yang membangun menara yang hanya meletakkan dasarnya tetapi tidak dapat menyelesaikannya sehingga menjadi ejekan orang lain. Banyak orang yang mengaku pengikut Tuhan Yesus tetapi seberapa besar yang mengutamakan Tuhan di atas segalanya, seberapa yang mau memikul salib, seberapa yang mau meninggalkan hal-hal duniawi. Contoh kecil, ketika bangun pagi apakah kita mengambil saat teduh, ketika hendak melakukan sesuatu apakah terlebih dahulu berdoa, apakah kita setia beribah di gereja. Saudaraku, itu baru hal-hal kecil bagaimana kalau yang menuntut nyawa? Saudaraku, tidak heran kalau banyak orang kristen yang hanya meletakkan dasarnya saja tetapi tidak mampu membangunnya. Mengaku orang kristen tetapi kelakuannya tidak mencerminkan orang kristen.

Ilustrasi:
Beberapa waktu lalu ramai diberitakan tentang Enjelina Sondak yang pindah agama karena kawin dengan Aji. Mungkin kita bertanya, kok begitu gampangnya dia pindah agama? Inilah gambaran orang yang hanya meletakkan dasarnya tetapi tidak mampu membangunnya.

Penutup
Saudaraku, sebelum mengambil keputusan menjadi murid Tuhan Yesus sebaiknya kita memikirkan secara matang dan mendalam apa makna menjadi muridNya. Menjadi murid berarti menutamakan Tuhan, mau memikul salib, dan tidak terikat harta duniawi atau melepaskan segala sesuatu. Beranikah kita mengambil konsekuaensi ini! Saudaraku, setelah kita menjadi murid Tuhan Yesus, maka tugas dan tanggung jawab kita adalah menjadi garam dan terang di tengah-tengah lingkungan kita. Bagaimana dengan kita? Apakah kita benar-benar sudah menjadi muridNya, jika ya pasti kita akan menjadi garam dan terang. Jika tidak renungkan kembali arti menjadi muridNya. Amin.
Baca Terusannya »»  

Minggu, 08 November 2009

Keteduhan Di tengah Badai

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***



PENDAHULUAN

Saudaraku, saya sangat tertarik dengan kisah salah satu hamba Tuhan di Bandung yang pernah mengalami Badai di tengah laut ketika mengadakan perjalanan dari pulau kecil di Buton menuju Kendari-Sulawesi Tenggara. Perjalanan ini mengisahkan tentang suasana yang dialami ketika kapal sedang berlayar di tengah lautan, tiba-tiba ombak, hujan dan angin menerjang kapal kecil yang hamba Tuhan ini tumpangi. Suasana dalam kapal itu berubah menjadi memiluhkan, ada yang menangis, ada yang histeris, ada yang teriak memanggil Tuhannya, ada yang muntah-muntah karena guncangan kapal yang begitu dasyat. Suasana disekitar kapal menjadi gelap gulita karena amukan badai laut yang begitu menggelora.

Pentingnya Membangun Komunikasi dengan Allah
Saudaraku, murid Tuhan Yesus juga mengalami amukan angin sakal di danau ketika mereka hendak bertolak ke Betsaida. Kembali ke kisah hamba Tuhan di atas, ditengah hantaman badai ada satu pengharapan yang muncul di dalam hatinya yang paling dalam yaitu berdoa. Doanya demikian: Tuhan Yesus dulu di sekolah minggu saya dengar cerita bahwa Kau pernah meneduhkan badai dan ombak di danau, saya sekarang mohon juga Kau tolong kami. Kira-kira 20 menit kemudian laut menjadi tenang dan teduh. Saudaraku, doa orang benar sangat besar kuasanya (Yak. 5:16b). Yesus memberikan suatu pemahaman yang baru kepada kita sebagai murid-muridNya untuk tekun dalam berdoa seperti yang dilakukanNya yaitu pergi ke gunung untuk berdoa.

Saudaraku, walaupun banyak tugas mengajar dan pelayanan lainnya, namun ditengah kelelahanNya Yesus masih tetap punya waktu untuk berdoa. Kita tahu Tuhan Yesus setiap hari berdoa, meskipun tidak di tulis di Alkitab berapa kali dan berapa lama. Ada istilah yang mengatakan bahwa, Doa adalah nafas orang percaya, melalui doa kita akan membangun komunikasi dengan Allah, tanpa doa hubungan kita dengan Allah dapat dikatakan sedang dalam masalah. Komunikasi yang kita bangun bukan komunikasi yang monolog tetapi dialog dengan Bapak.

Saudaraku, suatu ketika anak saya minta dibelikan mainan. Mula-mula ia datang kepada saya, dengan suara lembut dan dengan sikap kekanak kanakannya ia mengutarakan maksudnya untuk dibeliin mainan. Sebagai seorang ayah, mendengar permintaan anak tidak berarti hanya sampai mendengar, tetapi saya mulai membangun komunikasi dengan anak, saya tanyakan kenapa kamu minta dibeliin mainan, kenapa kamu menginginkan mainan itu, ia menjawab karena melihat temannya punya banyak mainan, lewat komunikasi ini kami terus berdialog sampai terjalin suatu komunikasi yang intim antara anak dan bapak. Tuhan Yesus telah memberikan contoh yang baik kepada kita umatnya, bagaimana Dia selalu membangun komunikasi dengan BapakNya melalui doa. Pertanyaannya: Bagaiman dengan kita? Tuhan telah memberikan waktu 24 jam sehari, dari 24 jam itu berapa waktu yang kita gunakan untuk membangun komunikasi denganNya? Apakah ditengah-tengah kesibukan kita masih memiliki waktu untuk Tuhan? apakah kita pernah membangun mesbah doa dalam keluarga kita? Berapa waktu yang kita berikan untuk datang berbicara secara pribadi kepada Allah? Mungkin sebagian dari kita akan mengatakan waktu untuk Tuhan sangat sedikit, bukankah kita hanya menghabiskan waktu 24 jam itu untuk kepuasan dan untuk memenuhi keinginan diri sendiri. Betapa celakanya kita kalau tidak memiliki waktu untuk membangun komunikasi denganNya.

Membangun Komunikasi Di Tengah Badai
Pada ayat 47 dikatakan: Ketika hari sudah mulai malam perahu itu sudah ditengah danau, Yesus tinggal sendirian di darat. Yesus melihat betapa payahNya murid-muridNya mendayung karena angin sakal. Bisa dibayangkan bagaimana payahnya mereka mendayung perahu untuk melawan angin sakal, mungkin perahu sudah miring ke kiri dan ke kanan, atau oleng dan sudah kemasukan air. Mungkin ada yang sudah putus asa, ada yang ketakutan dan ekspresi lainnya yang mereka alami. Tidak ada satu kata yang mengatakan mereka berserah kepada Tuhan atau mereka berdoa atau mereka berseru kepada Yesus. Inilah kedegilan hati para murid waktu itu, mata mereka tidak terbuka meskipun Yesus yang bersama-sama dengan mereka selama ini telah melakukan berbagai mujizat, tetapi ketika mereka mengalami badai sakal tidak ada yang mengingat Yesus yang Maha Kuasa itu.

Ketika Yesus mengutus murid-muridNya untuk duluan ke Betsaida, mereka mengalami badai di tengah danau. Kita sebagai murid-muridNya juga diutus untuk meneruskan Amanat Agung, didalam tugas ini akan banyak kesukaran yang akan kita hadapi. Apakah Yesus tidak tahu apa yang akan terjadi dengan murid-muridNya di danau, Dia adalah Allah yang Maha Tahu. Yesus ijinkan itu terjadi dengan tujuan untuk melatih murid-muridNya dalam menghadapi kesulitan-kesulitan supaya mereka bisa belajar untuk tahan terhadap kesukaran.

Saudaraku, terkadang di dalam pengiringan kita kepadaNya, Dia mengijinkan badai sakal menerjang kehidupan kita, entah itu melalui persoalan keluarga, ekonomi, dan lainnya. Tetapi ingat Tuhan Yesus tetap menyertai kita, angin dan gelombang boleh melawan kita atau mengombang ambingkan, tetapi kita akan tetap terhibur karena Yesus berada di bukit sorgawi bersyafaat untuk kita.


PertolonganNya Selalu Tepat Pada Waktunya
Kira-kira jam 3 malam Ia datang kepada mereka berjalan diatas air dan Ia hendak melewati mereka. Ketika Yesus melihat persoalan yang mereka hadapi, Yesus tidak tinggal diam tetapi Dia datang menolong mereka. Kalau kita pikir Yesus bisa saja menyuruh malaikatnya untuk datang meredakah badai itu, atau bisa juga Dia hanya bersabda maka angin sakal akan redah. Tetapi Yesus tidak melakukan demikian, Dia sendiri yang datang pada muridNya untuk mengatasi persoalan yang sedang muridnya alami. Yesus yang selalu punya inisiatif untuk mendatangi umatNya, Dia juga yang punya inisiatif untuk menjadi manusia untuk menebus dosa-dosa kita, dan Dia akan datang kembali untuk membawa kita ke dalam kekalanNya. Dia datang dengan kuasanya yaitu berjalan di atas air, namun apa yang terjadi, ketakutan akibat badai telah lebih dahulu menguasai para muridNya sehingga mereka tidak lagi mengingat Yesus yang penuh kuasa yang selama ini hidup bersama mereka. Jadi tidak heran, ketika Yesus datang menghampiri mereka dengan berjalan di atas air, mereka ketakutan dan menyangka Yesus adalah hantu yang telah mendatangkan badai sakal itu.

Saudaraku, kita juga tidak beda jauh dengan murid Tuhan Yesus, terkadang dalam hidup ini ketika badai persoalan sedang menghantam hidup kita, Tuhan sudah datang menolong kita tetapi persoalan lebih menguasai kita sehingga kita tidak lagi melihat Allah yang besar. Allah yang besar yang menunjukkan kuasanya berjalan di atas air kita anggap hantu. Kita mengganggap persoalan kita lebih besar dari pada Tuhan Yesus.

Saudaraku ingat, walaupun ombak di danau itu sedang bergelora, Yesus tetap datang untuk menolong. Tidak ada kesulitan yang dapat menghalangi Yesus untuk melawat umatNya untuk membebaskan umatNya dari berbagai persoalan. Mungkin saudara saat ini sedang mengalami badai persoalan yang menurut saudara tidak ada jalan keluarnya, percayalah bahwa Yesus tetap akan datang sekelam apapun persoalan yang sedang melanda hidupmu. Mungkin kita berkata, saya sudah berdoa tetapi Tuhan seakan-akan tidak mendengar dan tidak mau tahu persoalan saya. Coba perhatikan, ketika Tuhan Yesus datang kepada muridNya dengan berjalan diatas air, Ia seakan-akan mau melewati mereka tanpa mau peduli dan menghiraukan mereka. Ini dilakukan untuk membuat mereka tersadar dan memanggilNya. Ketika Tuhan seakan-akan tidak mendengar doa kita, teruslah berseru dan berharap kepadaNya karena Dia mau supaya kita tetap memanggil namaNya.

Saudaraku, ketika kita terus berseru dan berharap kepadaNya, maka ditengah-tengah badai persoalan yang kita alami Dia akan selalu menguatkan kita. Seperti yang dilakukan kepada para muridNya, ditengah badai sakal yang menghantam perahu mereka, Yesus datang mendekati dan menguatkan mereka, tenanglah Aku ini, jangan takut. Ditengah-tengah badai yang mengguncang kehidupan kita, Yesus datang untuk menguatkan, dengan lembut kita akan mendengar suaraNya, Tenanglah, Aku ini, Jangan Takut. Aku ini yang datang ke dunia yang bermasalah ini, dan sekarang ke dalam hidupmu untuk mengatasi dan menjagai dirimu. Dikatakan pada ayat 51: Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka,dan anginpun redalah. Ketika kita membuka diri supaya Dia masuk menguasai kehidupan kita maka badai itu akan berlalu.

PENUTUP

Saudaraku, percayalah ketika kita terus membangun komunikasi denganNya dan membuka hati untuk Dia bersemayam di dalamnya, walaupun awan dan kegelapan mengelilingi kita Dia berkata Aku ini, jangan takut ....(Mazmur 23, Yes 30:15). PertolonganNya akan datang tepat pada waktuNya. Maukah kita untuk terus membangun komunikasi denganNya dalam segala keadaan. Amin
Baca Terusannya »»  

Segala Sesuatu adalah milik Allah

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Judul : Segala sesuatu adalah milik Allah
Nats : Lukas 20:20-26 ; Nats Pembimbing: Roma 11:36
Tujuan : supaya pendengan menyadari bahwa segala sesuatu adalah milik Allah dan apa yang menjadi miliknya harus dikembalikan kpadaNya.

Pendahuluan
Beberapa waktu yang lalu kita menyaksikan baik melalui media massa, radio, internet, maupun TV berita tentang penyergapan para pelaku terorisme oleh pihak kepolisian. Namanya juga teroris mereka punya ide yang cerdik sehingga mereka sulit sekali untuk di deteksi keberadaannya. Mereka selalu menyamar, mereka hidup ditengah-tengah masyarakat tanpa diketahui kalau mereka itu teroris. Polisi juga tidak kehilangan akal mereka mengirim mata-mata yang menyamar untuk menyelidiki keberadaan terorisme.

Sama halnya dengan Ahli-ahli Taurat dan imam-imam kepala yang sekian lama mau menangkap Yesus dengan berbagai tuduhan, tetapi setiap usaha mereka selalu menuai kegagalan. Dalam perikop ini para ahli-ahli taurat merasa bahwa merekalah yang dimasud dengan perumpamaan-perumpamaan Tuhan Yesus. Mereka lalu mengirim mata-mata yang berlaku seolah-olah orang jujur, tujuannya untuk menjerat Yesus. Mereka telah menyiapkan suatu pertanyaan yang mematikan dan menurut pemikiran mereka dengan pertanyaan ini mereka dapat menangkap dan menyerahkan Tuhan Yesus kepada wewenang dan kuasa wali negeri.

Saudaraku, hal seperti ini bisa saja terjadi dalam kehidupan kita dan tidak menutup kemungkinan kita pernah melakukannya. Kita berusaha menampilkan hidup ini seolah-olah tidak bercela alias suci, namun pada kenyataannya hidup kita tidak ubahnya seperti para ahli-ahli taurat ini. Kita memakai topeng kekristenan tetapi hidup kita tidak mencerminkan hidup orang kristen yang sungguh-sungguh.
Saudaraku, seandainya kita mengerti pesan yang terkandung di dalam perkataan Tuhan Yesus, maka kita pun akan menyadari bahwa semua adalah milik Allah.
Jika demikian pesan apa yang ingin Tuhan Yesus sampaikan?

Penguraian:
Saudaraku, dalam ayat 22 mereka bertanya apakah kami diperbolehkan membayar pajak kepada kaisar atau tidak? Jelas-jelas pertanyaan ini adalah suatu jebakan. Jika Yesus menjawab bayarlah pajak kepada kaisar, berarti Yesus berpihak kepada penjajah dan jelas itu bertentangan dengan orang Israel. Mereka telah menaruh pengharapan bahwa Yesus akan menyatakan diriNya sebagai Mesias yang akan membebaskan Israel dari orang-orang Romawi. Orang Israel pada umumnya berkeberatan dan hanya membayar pajak karena paksaan. Orang Israel hanya mengakui Allah sebagai Raja dan bahwa kehidupan sosial dan politik harus dikendalikan sesuai dengan hukum agama. Jika Yesus menjawab jangan bayar pajak kepada kaisar, berarti Yesus menantang dan melawan pemerintah. Dengan demikian mereka bisa mengadukan Yesus kepada pembesar-pembesar Romawi dan pastilah Yesus ditangkap. Jadi apapun pilihannya semuanya menjatuhkan Yesus.

Tetapi apa yang menjadi jawaban Yesus, pada ayat 24-25 dikatakan: Yesus menjawab, Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah. Jawaban Yesus ini mengandung beberapa pesan, yaitu:

Yesus mau membuka kedok kemunafikan orang Farisi.
Mengakui solidaritas sebagai umat Allah yang tertindas, tetapi tidak malu juga berbisnis dengan uang terbitan kaisar romawi dan bergandengan tangan dengan penjajah jika menguntungkan mereka. Mereka bermoral ganda, menjadi suci di bait Allah dan ikut bermain kotor di luar.
Saudaraku, hal inipun tidak luput dari hidup kita, sesuatu hal yang menguntungkan bisa kita lakukan walaupun itu bertolak belakang dengan kebenaran Firman Tuhan. Banyak orang mau jadi kristen karena ada bantuan, bukan karena Yesus.

Kadang tak ubahnya hidup kita pun seperti orang Farisi yang kelihatan suci namun penuh dengan kemunafikan. Kita menasehati orang tetapi kita sendiri yang menjadi pelakunya. Saudaraku, orang munafik selalu memakai topeng dan dibalik topeng itulah terdapat kepura-puraan, kebohongan. Saudaraku, berbicara tentang kebohongan saya membaca satu artikel dalam renungan harian dimana dsalah satu universitas (Fakultas kedokteran Temple University) pernah mengadakan penelitian menarik tentang kebohongan. Mereka membentuk dua kelompok, kelompok pertama diminta untuk menceritakan suatu kebohongan dan kelompok yang kedua diminta untuk berkata benar. Selama aktivitas itu, respon otak mereka dianalisa dengan mesin MRI . hasilnya cukup mencengangkan! Ternyata kelompok pembohong mengaktifkan sembilan area diotaknya, sedangkan orang yang berkata jujur hanya memakai empat area. Untuk berdusta ternyata otak bekerja dua kali lebih keras. Ternyata berbohong itu mahal ongkosnya, tidak hanya melelahkan otak tetapi juga menambah dosa. Seorang pendusta akan dibenci Tuhan dan tidak dipercaya sesamanya. Firman Tuhan dalam Ibrani 10:26, dikatakan bahwa jika kita telah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran dan kita sengaja berbuat dosa maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu, tetapi yang ada adalah kematian yang mengerikan.

Jawaban Yesus merupakan kritik tajam terhadap Kaisar.
Yesus mengkritik kaisar karena kaisar saat itu menuntut melebihi haknya. Seorang kaisar yang seharusnya haknya hanya berhubungan dengan pemerintahan, namun kaisar saat itu ingin mengatur segala as11:36 Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!pek kehidupan manusia, termasuk urusan keagamaan. Bahkan lebih dari itu kaisar menuntut dirinya dihormati dan disembah.

Saudaraku, jawaban Yesus ini bukan hanya untuk kaisar tetapi juga untuk diri kita. Terkadang tanpa kita sadari kita pun jatuh dalam dosa kesombongan, merasa diri lebih dari orang lain sehingga orang lain harus tunduk dan menghormati kita. Ketika berhasil dalam pelayanan lupa kepada Sang pemberi keberhasilan itu. Jadi tidak heran jika dalam gereja, lembaga pelayanan, atau dalam kelompok kecil sekalipun muncul kaisar-kaisar yang ingin mendapat penghargaan dan penghormatan. Saudaraku, semua adalah milikNya, maka pujian, hormat dan kemuliaan hanya bagi Dia.

Yesus mau menjelaskan bahwa apa yang menjadi milik kaisar adalah bagian dari milik Allah.
Melalui jawaban ini jelas bahwa Tuhan Yesus tidak membagi dua wilayah yaitu wilayah duniawi yang diatur oleh penguasa politik dengan aturan-aturannya sendiri dan wilayah sorgawi yang diatur oleh lembaga-lembaga keagamaan. Pola pembagian wilayah ini merupakan cara berpikir orang Farisi, tetapi hal ini tidak sejalan dengan pola pikir Yesus, bagi Dia milik kaisar juga merupakan bagian dari milik Allah.

Ilustrasi: lingkaran


Penutup:
Saudaraku, pada akhirnya kita harus menyadari bahwa semua adalah miliknya. Seperti dikatakan dalam nats pembimbing (Roma 11:36): Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!
Saudaraku, ketika kita menyadari bahwa semua adalah miliknya, maka kita pun akan menyadari bahwa hidup kita sepenuhnya adalah milik Tuhan. Apakah saudara dan saya saat ini menyadari hidup kita sepenuhnya adalah milikNya, jika ya maka saudara dan saya tidak perlu memakai topeng lagi.
Baca Terusannya »»  

Berita Terkini

« »
« »
« »
Get this widget

Daftar Blog Saya

Komentar