Tulisan Jalan

Hidupku untuk mengharumkan nama-MU Jangan bersukcita ketika engkau berhasil dalam pelayanan, tetapi bersukcitalah karena namamu tercatat di Surga

Kau istimewa. Di seluruh dunia, tidak ada orang yang sepertimu. Sejak bumi diciptakan tidak ada orang lain yang sepertimu. Tidak ada orang lain yang memiliki senyummu, tidak ada yang memiliki matamu, hidungmu, rambutmu, tanganmu, suaramu. Kau istimewa. Tidak ada orang lain yang memiliki tulisan yang sama denganmu. Tidak ada orang lain yang memiliki selera akan makanan, pakaian, musik, atau seni sepertimu. Tidak ada orang lain yang memiliki cara pandang sepertimu. Sepanjang masa tidak ada orang lain yang tertawa sepertimu, tidak ada yang menangis sepertimu. Kaulah satu di antara seluruh ciptaan yang memiliki kemampuan seperti yang kau miliki. sampai selamanya, tidak akan ada orang yang akan pernah melihat, berbicara, berjalan, berpikir, atau bertindak seperti dirimu. Kau istimewa...kau langka. Tuhan telah menjadikanmu istimewa dengan satu tujuan yaitu MEMULIAKAN DIA

Cari Blog Ini

Selasa, 07 Mei 2013

Kartu Kuning utk Pemimpin Gereja dan Kekristenan Indonesia." Akankah Papua 'segera Hijau' dari sekarang ?

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
To: "Papuainheritance" <papuainheritance@googlegroups.com>
Subject:  Kartu Kuning utk Pemimpin Gereja dan Kekristenan Indonesia." Akankah Papua 'segera Hijau' dari sekarang ?
Reply-To: PapuaInheritance@googlegroups.com


Al Fatih Kafah Nusantara (AFKN) telah membawa 2.200 anak Papua ke Jawa, utk menjadi Mualaf sebagai bagian dari 'Islamisasi' Bumi Cenderawasih.
Kemiskinan dan kurangnya pendidikan di Papua menjadi kesempatan terbuka utk gerakan Islam Radikal mencuci otak Generasi Muda Papua.
(Ditambah cueknya kalangan Kristen, yg 'sekedar' memperhatikan Papua dgn setengah hati)

Nama anak2 ini diganti menjadi nama Muslim, diberikan pendidikan dengan doktrin 'keras'.
Foto2 mereka terdapat pada link dibagian akhir artikel ini.

Berikut adalah basis anak-anak Papua yg di'pesantrenkan' :
Sekolah Daarur Rasul, pinggiran Jakarta.
Ponpes Jamiyyah Al-Wafa Al Islamiyah Gunung Salak Bogor.

Investigasi dari Michael Bacheland 'Sydney Morning Herald' selengkapnya bisa dibaca di :

http://www.smh.com.au/lifestyle/theyre-taking-our-kids-20130429-2inhf.html#ixzz2SNnL4DMQ


Tidak ada komentar:

Berita Terkini

« »
« »
« »
Get this widget

Daftar Blog Saya

Komentar