Tulisan Jalan

Hidupku untuk mengharumkan nama-MU Jangan bersukcita ketika engkau berhasil dalam pelayanan, tetapi bersukcitalah karena namamu tercatat di Surga

Kau istimewa. Di seluruh dunia, tidak ada orang yang sepertimu. Sejak bumi diciptakan tidak ada orang lain yang sepertimu. Tidak ada orang lain yang memiliki senyummu, tidak ada yang memiliki matamu, hidungmu, rambutmu, tanganmu, suaramu. Kau istimewa. Tidak ada orang lain yang memiliki tulisan yang sama denganmu. Tidak ada orang lain yang memiliki selera akan makanan, pakaian, musik, atau seni sepertimu. Tidak ada orang lain yang memiliki cara pandang sepertimu. Sepanjang masa tidak ada orang lain yang tertawa sepertimu, tidak ada yang menangis sepertimu. Kaulah satu di antara seluruh ciptaan yang memiliki kemampuan seperti yang kau miliki. sampai selamanya, tidak akan ada orang yang akan pernah melihat, berbicara, berjalan, berpikir, atau bertindak seperti dirimu. Kau istimewa...kau langka. Tuhan telah menjadikanmu istimewa dengan satu tujuan yaitu MEMULIAKAN DIA

Cari Blog Ini

Senin, 15 Oktober 2012

Sikap Hidup Orang Yang Sudah Ditebus

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Nats: Roma 6:1-14
Ibadah Remaja, 13 Oktober 2012: GPdI Pasir Nangka
Oleh : Adrianus Pasasa, S.T, MA

Beberapa bulan lalu saya mengalami kejadian di mana dua orang
mahasiswa teologi dari dua kampus yang berbeda membohongi saya.
Berselang dua bulan kemudian saya kembali mengalami hal yang sama
dibohongi oleh orang yang lebih tinggi lagi yaitu orang yang sudah
berlabel "hamba Tuhan/pelayan Tuhan". Hati kecil saya bertanya,
mengapa hal ini masih bisa dilakukan oleh orang-orang yang seharusnya
menjadi contoh dan harusnya berada di garis depan dalam memberi
pemahaman tentang hidup yang benar dan berkenan di dalam Yesus
Kristus.

Semua manusia telah jatuh di dalam dosa dan berada di bawah kuasa dosa
(Roma 3:9-10), dan akibat dari dosa adalah maut. Tidak seorangpun di
bawah kolong langit ini yang dapat membebaskan dirinya atau sesamanya
dari kuasa dosa. Manusia yang hidup di bawah kuasa dosa, kecenderungan
hidupnya adalah melakukan yang jahat di mata Tuhan. Dosa telah membuat
hubungan manusia dengan Tuhan terputus. Karena dosa manusia semakin
menjauh dirinya dari Tuhan, dosa telah membutakan manusia, dosa telah
mengakibatkan manusia menyerahkan hidupnya pada jalan pikiran mereka
sendiri yang kecenderungannya melakukan kejahatan. Itulah gambaran
manusia lama kita yang belum di baharui di dalam Yesus Kristus. Kita
sungguh bersyukur atas anugerah pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib
untuk membebaskan kita dari tawanan dan memerdekakan kita dari
perbudakan dosa. Yesus telah menyelesaikan dan mengalakan kuasa dosa
dengan mati di kayu salib, dikuburkan dan bangkitn pada hari yang
ketiga. Dengan demikian kita tidak hidup lagi dibawah kuasa dosa,
malainkan kita hidup di bawah kasih karunia, di mana Yesus adalah
pusat dari segala kehidupan kita. Jika demikian, sikap apa yang
selayaknya kita miliki sebagai orang yang telah ditebus:
1. Jangan memperhambakan diri lagi pada dosa
Ketika kita menjadi hamba dosa, kita di bawah kuasanya. Hidup kita
dipenuhi dengan keinginan daging. Tetapi dengan kematian Yesus di kayu
salib, berarti manusia lama kita juga telah turut disalibkan, supaya
tubuh dosa kita hilang kuasanya. Kematian Yesus di kayu telah
membebaskan kita dari kuasa dosa. Jadi orang yang telah di tebus
dengan darah Yesus, dia tidak diperhamba lagi oleh dosa, sehingga
ketika ada godaan untuk berbuat dosa, dia akan memiliki kemampuan
untuk menolak atau berkata tidak kepada dosa. Roh Kudus akan
memampukan dia untuk berkata tidak kepada perbuatan-perbuatan yang
akan melahirkan dosa.

Namun menjadi pertanyaan: terkadang kita dibuat merenung ketika dalam
realita kehidupan, kita menjumpai kejadian-kejadian yang seharusnya
menurut akal sehat kita hal itu tidak mungkin terjadi, tetapi toh
terjadi juga. Maka munculah pertanyaan, bukankah dia itu orang yang
memakai label "hamba Tuhan" yang harusnya lebih tahu tentang firman,
mengapa dia masih bisa diperdaya oleh dosa. Hidupnya dipenuhi dengan
kebohongan, kemunafikan, hawa nafsu, keserakahan, dll. Seperti di awal
saya katakana, beberapa waktu lalu saya dibohongi oleh orang-orang
yang berlabel "hamba Tuhan", menyedihkan, mengapa tidak berkata jujur,
apakah dia tidak tahu berbohong itu dosa! Kenapa hal ini masih
terjadi? Di mana letak persoalannya? Rasul Paulus mengatakan: "Jadi
jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku
yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku (Roma 7:20).
Supaya kita tidak diperhamba oleh dosa, maka hal yang kita lakukan
adalah mematikan perbuatan-perbuatan dosa dalam tubuh kita.

2. Mematikan perbuatan-perbuatan dosa dalam tubuh
Jika kita kompromi dengan perbuatan-perbuatan dosa, dan tidak
mematikan perbuatan-perbuatan dosa dalam tubuh kita, atau hanya
mematikan sebagian saja dan tetap memelihara yang sebagian, maka dosa
itu akan tetap ada dan menguasai tubuh kita, dan tubuh kita akan tetap
mengikuti keinginannya. Seharusnya ketika kita sudah ditebus, maka
dosa itu tidak berkuasa lagi atas tubuh kita, kuasa dosa itu sudah
dimatikan. Ketika kuasa dosa tidak berkuasa lagi di dalam tubuh kita
yang fana ini, maka kitapun tidak akan bisa lagi mengikuti
keinginannya. Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati;
tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu
akan hidup (Roma 8:13). Dengan kemampuan sendiri, kita tidak akan
mampu mematikan perbuatan-perbuatan dosa dalam tubuh kita, tetapi
Tuhan Yesus yang telah memerdekakan kita dari kuasa dosa, melalui Roh
Kudus-Nya akan memampukan kita untuk mematikan perbuatan-perbuatan
dosa dalam tubuh kita.

3. Menjaga anggota tubuh supaya tidak dipakai sebagai senjata kelaliman
Walaupun kuasa dosa telah dikalahkan dan perbuatan-perbuatan dosa
telah kita matikan di dalam tubuh kita, tetapi kita harus tetap
waspada dan berjaga-jaga. Iblis selalu mencari kesempatan untuk
merongrong orang-orang yang sudah hidup di bawah kasih karunia Tuhan
Yesus. Firman Tuhan dalam Matius 26:41 Berjaga-jagalah dan berdoalah,
supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut,
tetapi daging lemah." Orang yang sudah ditebus harus terus waspada dan
berjaga-jaga. Rasul Paulus menyadari benar bahwa ada dua hukum yang
bertentangan di dalam tubuhnya, Paulus mengatakan, "Sebab di dalam
batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota
tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku
dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam
anggota-anggota tubuhku. Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan
melepaskan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! oleh Yesus
Kristus, Tuhan kita (Roma 7:22-25). Orang yang sudah ditebus harus
menjaga dan tidak menyerahkan anggota-anggota tubuhnya kepada
perbuatan-perbuatan dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman.
Orang yang sudah ditebus menyadari bahwa seluruh anggota tubuhnya
bukan milik dia lagi, tetapi milik Kristus. Dengan demikian seluruh
anggota tubuhnya akan diserahkan kepada Tuhan untuk dipakai menjadi
senjata-senjata kebenaran. Seluruh anggota-anggota tubuhnya akan
dipakai untuk membawa keharuman nama Tuhan, seluruh anggota tubuhnya
dipakai untuk menjadi berkat bagi orang lain. Sehingga melalui semua
itu nama Tuhan dipuji dan dipermuliakan.

Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus, ketiga sikap inilah yang perlu
kita miliki dan terapkan dalam kehidupan kita sebagai orang-orang yang
telah ditebus dari belenggu dosa. Kematian Tuhan Yesus di kayu Salib
adalah kematian terhadap dosa kita, sekali untuk selama-lamanya. Dulu
kita telah mati terhadap dosa, kini hidup di bawah kasih karunia Tuhan
Yesus. Karena kita sudah hidup di bawah kasih karunia, maka jangan
kita mau lagi diperhamba dan diperbudah dosa. Supaya tidak jatuh lagi
ke dalam perbudakan dosa, maka matikanlah perbuatan-perbuatan dosa
yang ada dalam tubuh kita, dan tetap menjaga anggota-anggota tubuh
kita supaya tidak dipakai sebagai senjata kelaliman melainkan sebagai
senjata-senjata kebenaran. Percayalah bahwa ditengah ketidakberdayaan
kita, Roh Kudus yang akan memampukan. Amin.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Roma 3:4 Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong, seperti ada tertulis: "Supaya Engkau ternyata benar dalam segala firman-Mu, dan menang, jika Engkau dihakimi." Mazmur 116:11 Aku ini berkata dalam kebingunganku: "Semua manusia pembohong." Amsal 19:22 Sifat yang diinginkan pada seseorang ialah kesetiaannya; lebih baik orang miskin dari pada seorang pembohong.

Berita Terkini

« »
« »
« »
Get this widget

Daftar Blog Saya

Komentar