Tulisan Jalan

Hidupku untuk mengharumkan nama-MU Jangan bersukcita ketika engkau berhasil dalam pelayanan, tetapi bersukcitalah karena namamu tercatat di Surga

Kau istimewa. Di seluruh dunia, tidak ada orang yang sepertimu. Sejak bumi diciptakan tidak ada orang lain yang sepertimu. Tidak ada orang lain yang memiliki senyummu, tidak ada yang memiliki matamu, hidungmu, rambutmu, tanganmu, suaramu. Kau istimewa. Tidak ada orang lain yang memiliki tulisan yang sama denganmu. Tidak ada orang lain yang memiliki selera akan makanan, pakaian, musik, atau seni sepertimu. Tidak ada orang lain yang memiliki cara pandang sepertimu. Sepanjang masa tidak ada orang lain yang tertawa sepertimu, tidak ada yang menangis sepertimu. Kaulah satu di antara seluruh ciptaan yang memiliki kemampuan seperti yang kau miliki. sampai selamanya, tidak akan ada orang yang akan pernah melihat, berbicara, berjalan, berpikir, atau bertindak seperti dirimu. Kau istimewa...kau langka. Tuhan telah menjadikanmu istimewa dengan satu tujuan yaitu MEMULIAKAN DIA

Cari Blog Ini

Selasa, 28 Mei 2013

Anton Medan Minta Polisi Tahan Farhat Abbas

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***

Anton Medan Minta Polisi Tahan Farhat Abbas

Penulis : Robertus Belarminus | Selasa, 28 Mei 2013 | 12:34 WIB

Kompas.com/Robertus Belarminus Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Ramdhan Effendi atau lebih dikenal dengan nama Anton Medan Polda Metro Jaya menahan pengacara Farhat Abbas, Selasa (28/5/2013).

1

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Ramdhan Effendi atau lebih dikenal dengan nama Anton Medan meminta polisi menahan pengacara Farhat Abbas. Anton mempertanyakan sikap Polda Metro Jaya yang tidak menahan Farhat meski status Farhat telah menjadi tersangka.

"Saya pertama ucapkan terima kasih Farhat bisa dijadikan tersangka. Kehadiran saya di sini, selain itu, saya pertanyakan kenapa (Farhat) tidak ditahan. Argumennya, Farhat kooperatif dan untuk pemberkasan P21, kalau sudah jadi tersangka, tahan saja," kata Anton saat dijumpai di Mapolda Metro Jaya, Selasa (28/5/2013).

Anton yang juga seorang ulama itu melaporkan Farhat ke polisi karena ucapan Farhat di akun Twitter-nya pada 9 Januari 2013 menimbulkan pro dan kontra dari sisinya sebagai ulama. Ada pihak yang menyarankan kepada dirinya untuk mencabut saja laporan dan memaafkan Farhat. Lagi pula, sejak awal, Anton sudah memaafkan Farhat. Namun, menurutnya, proses hukum harus tetap berjalan.

"Bukan kapasitas saya cabut perkara, itu urusan polisi," ujar Anton.

Dengan melaporkan Farhat, ia berharap Farhat bisa menjaga perilakunya dan sesuai dengan koridor. Anton menilai, Farhat merupakan seorang praktisi hukum sehingga harus bersikap mengikuti kaidah hukum. Selain itu, dengan adanya laporan tersebut, Anton menilai masyarakat bisa memahami dan belajar dari kasus penyebaran isu dan etnis yang sudah pernah terjadi di negeri ini agar tidak terjadi lagi.

"Siapa pun kita kalau bicara harus hati-hati, ada koridor dan etika. Tapi, ini tidak dilakukan oleh Farhat. Siapa pun dia kritik, keresahan ada di masyarakat. Ini saya bingung," ujar Anton.

Untuk urusan damai, Anton mengakui Farhat sudah pernah menawarkan hal itu. Namun, ia menilai selama ini ucapan permintaan maaf Farhat tidak pada tempatnya. Ia mengatakan, Farhat bisa datang ke pondok pesantrennya dan melakukan silaturahim. "Kalau damai atau dia minta maaf, kan, harus ada etika. Pertama, memang dia minta maaf lewat SMS. Kedua, sama-sama saya ketemu di studio, dia minta maaf, dia cium tangan," kata Anton.

Farhat ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya pada Selasa (21/5/2013) kemarin. Penetapan itu terkait pernyataan yang bernada SARA kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Ia dilaporkan oleh Anton Medan pada Januari 2013 silam.

Editor :

Laksono Hari W

*************************

Hahahaha   ini Medan bung!!!!


Farhat Abbas sayang pengetahuan sejarahnya terbatas sekali. Seandainya dia pernah baca sejarah di bawah ini, pasti dia tidak akan kena kasus SARA seperti sekarang ini. Simaklah sejarah ini:

 

SEJARAH WALI SONGO

Delapan dari Sunan Walisongo itu adalah orang Tionghoa. Nabi Muhammad SAW sendiri pernah bersabda "Tuntutlah ilmu walau sampai negeri Cina"  (Al Hadits). Pada saat itu orang Tionghoa sendirilah yg datang ke Indonesia, sehingga mereka tidak perlu repot2 harus pergi ke belajar Tiongkok untuk menuntut ilmu disana. Prof Slamet Mulyana pernah berusaha untuk mengungkapkan hal tsb di atas dlm bukunya "Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara". Yang mendirikan kerajaan Islam pertama di Jawa adalah orang Tionghoa, bahkan Sultannya yg pertama pun adalah orang Tionghoa: Chen Jinwen alias Raden Patah alias Panembahan Tan Jin Bun/Arya (Cu-Cu). Walisongo atau Walisanga yg berarti sembilan (songo) Wali, tetapi ada juga yg berpendapat bahwa perkataan songo ini berasal dari kata "tsana" yg berarti mulia dlm bhs Arab sedangkan pendapat lainnya mengatakan bahwa kata tsb berasal dari kata "sana" dlm bhs Jawa yg berarti "tempat"  Para wali tsb mendapatkan gelar Sunan, yg berarti guru agama atau ustadz, namum perkataan Sunan itu sebenarnya diambil dari perkataan "Suhu/Saihu" yg berarti guru dlm bhs dialek Hokkian, sebab para wali itu adalah guru2 Pesantren Hanafiyah, dari mazhab (sekte) Hanafi. "Su" singkatan dari kata "Suhu" dan "Nan" berarti selatan, sebab para penganut sekte Hanafi ini berasal dari selatan Tiongkok.

 

Perlu diketahui bahwa sebutan  "Kyai" yg kita kenal sekarang ini sebagai sebutan untuk  guru agama Islam setidak-tidaknya hingga jaman pendudukan Jepang masih digunakan untuk panggilan bagi seorang lelaki Tionghoa Totok, seperti pangggilan "Encek". Walisongo ini didirikan oleh Sunan Ampel pada th. 1474. Yg terdiri dari 9 wali yaitu:

Sunan Ampel  alias Bong Swie Ho

Sunan Drajat alias Bong Tak Keng

Sunan Bonang alias  Bong Tak  Ang

Sunan Kalijaga  alias Gan Si Cang

Sunan Gunung Jati alias Du Anbo - Toh A Bo

Sunan Kudus alias Zha Dexu - Ja Tik Su

Sunan Giri adalah cucunya Bong Swie Ho

Sunan Muria

Maulana Malik Ibrahim alias Chen Yinghua/Tan Eng Hoat

 

Sunan Ampel (Bong Swie Ho) alias raden Rahmat lahir pada th 1401 di Champa (Kamboja), ia tiba di Jawa pada th 1443. Pada saat itu di Champa banyak sekali orang Tionghoa penganut agama Muslim yg bermukim disana. Pada th 1479 ia mendirikan Mesjid Demak. Ia juga perencana kerajaan Islam pertama di Jawa yang beribu kota di Bintoro Demak, dengan mengangkat Raden Patah alias Chen Jinwen - Tan Jin Bun sebagai Sultan yang pertama, ia itu puteranya dari Cek Kopo di Palembang. Orang Portugis menyebut Raden Patah "Pate Rodin Sr." sebagai  "persona de grande syso" (orang yg sangat bijaksana) atau "cavaleiro" (bangsawan yg mulia), walaupun demikian orang Belanda sendiri tidak percaya moso sih sultan Islam pertama di Jawa adalah orang Tionghoa. Oleh sebab itulah Residen Poortman 1928 mendapat tugas dari pemerintah Belanda untuk menyelidikinya; apakah Raden Patah itu benar2 orang Tionghoa tulen? Poortman diperintahkan untuk menggeledah Kelenteng Sam Po Kong dan menyita naskah berbahasa Tionghoa,dimana sebagian sudah berusia 400 tahun sebanyak tiga cikar/pedati. Arsip Poortman ini dikutip oleh Parlindungan yang menulis buku yang juga kontroversial Tuanku Rao, dan Slamet Mulyana juga banyak menyitir dari buku ini. Pernyataan Raden Patah adalah seorang Tionghoa ini tercantum dlm  Serat Kanda Raden Patah bergelar Panembahan Jimbun,dan dalam Babad Tanah Jawi disebut sebagai Senapati Jimbun. Kata Jin Bun (Jinwen) dalam dialek Hokkian berarti "orang kuat". Cucunya dari Raden patah Sunan Prawata atau Chen Muming/Tan Muk Ming adalah Sultan terakhir dari Kerajaan Demak, berambisi untuk meng-Islamkan seluruh Jawa, sehingga apabila ia berhasil maka ia bisa menjadi "segundo Turco" (seorang Sultan Turki ke II) setanding sultan Turki Suleiman I dengan kemegahannya.

 

Sumber:

- D. A. Rinkes "De heiligen van Java"

- Jan Edel "Hikajat Hasanoeddin"

- B. J. O. Schrieke, 1916, Het Boek van Bonang - Utrecht: Den Boer

- G.W.J. Drewes, 1969  The admonitions of Seh Bari : a 16th century Javanese

Muslim text attributed to the Saint of Bonang, The Hague: Martinus Nijhoff

- De Graaf and Pigeaud "De eerste Moslimse Vorstendommen op Java" - "Islamic

states in Java 1500 -1700".

- Amen Budiman "Masyarakat Islam Tionghoa di Indonesia"

- Prof. Slamet Mulyana "Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara

(Sumber:  mangucup@wanadoo.nl, Homepage: www.mangucup.org)

 

In Christ's Love
Rev. Hans

"Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! (Kisah Para Rasul 18:9b).
Baca Terusannya »»  

Senin, 27 Mei 2013

Fwd: Suharto dan G30S

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***


---------- Forwarded message ----------
From: ExLibris 1965 <exlibris1965@gmail.com>
Date: 2013/5/27
Subject: Suharto dan G30S
To:


Pembaca yang budiman,
 
Kali ini kami hadirkan sebuah tulisan panjang berjudul "Suharto dan G30S" dimana pembaca bisa memperoleh bahan-bahan ttg. kebohongan dan keterlibatab Suharto dalam peristiwa G30S 1965.
 
Selamat membaca.

Pengelola ExLibris 1965

Baca Terusannya »»  

Rabu, 22 Mei 2013

Buya Maarif: Saya Ikut Protesnya Romo Magnis

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***

Buya Maarif: Saya Ikut Protesnya Romo Magnis

HAM
07:12 WIB | Minggu, 19 Mei 2013

Prof. Dr. Syafii Maarif (Buya Maarif). (Foto: Sabar Subekti)

JAKARTA, SATUHARAPAN.COM -  Mantan Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Syafii Maarif mengatakan dia mendukung apa yang dilakukan oleh Prof. Franz Magnis Suseno, SJ yang mengirim surat protes kepada Appeal Conscience Foundation berkaitan rencana pemberian penghargaan oleh yayasan itu kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Buya Maarif, demikian dia biasa dipanggil, mengatakan hal itu dalam wawancara dengan satuharapan.com , Jumat (17/5) di Jakarta. "Saya setuju dengan apa yang dilakukan Romo Magnis. Saya ikut protesnya Romo Magnis. Saya juga sudah SMS (mengirim pesan-red.) dengan beliau," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya bahwa  Romo Magnis mengirim surat kepada ACF, sebuah yayasan yang bermarkas di New York, Amerika Serikat, yang akan memberikan penghargaan World Stateman Awards (Penghargaan Negarawan Dunia) kepada SBY,  berkaitan dengan kebebasan beragama dan hak azasi manusia.

Romo Magnis mempertanyakan, motivasi dan dasar yang digunakan yayasan tersebut untuk memberikan perhargaan. Sementara di Indonesia banyak pemeluk agama yang kesulitan memperoleh izin untuk membuka rumah ibadah, meningkatnya jumlah penutupan gereja secara paksa dan munculnya peraturan baru yang membuat kaum minoritas lebih sulit beribadah.

Romo Magnis juga menyebutkan tentang meningkatnya intoleransi di tingkat akar rumput, serta adanya sikap yang sangat berbahaya dari kelompok agama garis keras terhadap mereka yang disebut menganut ajaran sesat, seperti anggota Ahmadiyah dan komunitas penganut Syiah.

Romo Magnis menilai bahwa pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono tidak melakukan apa-apa dan  tidak mengatakan apa-apa untuk melindungi mereka. Itu sebabnya, dia mempertanyakan keputusan ACF untuk memberikan penghargaan itu.

Tentang sikap itu, Buya Maarif memuji surat Romo Magnis, sebagai surat protes yang sangat baik, dengan makna yang mendalam.

Buya Maarif sendiri mengkritik keras terhadap tindakan kekerasan dan intoleransi terhadap penganut agama minoritas. "Pemerintah diam saja. Polisi yang benar tidak berfungsi dan yang muncul 'polisi-polisi' swasta yang benar-benar tidak berjiwa Pancasila. Hal ini terjadi karena pemerintah lembek," katanya.

Dia memberi contoh tentang warga Ahmadiyah di Lombok yang mengungsi selama bertahun-tahun. Dan negara diam saja. "Saya tidak setuju dengan teologi mereka, tetapi itu urusan mereka. Tetapi mereka warga negara yang sah dan wajib mendapatkan perlindungan hukum. Secara konstitusional negara wajib memberi perlindungan hukum," kata dia.

Ata dasar kenyataan-kenyataan itu, dan berbagai masalah lain yang barkaitan dengan kebebasan beragam, Buya Maarif menyatakan setuju dan ikut dengan apa yang dilakukan Romo Magnis. "Saya senang sekali. Dia biasanya begitu halus. Kali ini dia sangat keras dan saya sikapnya sama dengan dia," katanya.

Editor : Sabar Subekti

In Christ's Love
Rev. Hans

"Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! (Kisah Para Rasul 18:9b).
Baca Terusannya »»  

Franz Magnis-Suseno SJ vs SBY

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***

Ladies and Gentlemen of the Appeal of Conscience Foundation (ACF),

I am a Catholic Priest and professor of philosophy in Jakarta. In Indonesia we learnt that you are going to bestow this year's World Stateman Award to our President Susilo Bambang Yudhoyono because of his merits regarding religious tolerance.

This is a shame, a shame for you. It discredits any claim you might make as a an institution with moral intentions.

How can you take such a decision without asking concerned people in Indonesia? Hopefully you have not made this decission in response to prodding by people of our Government or of the entourage of the President.

Do you not know about the growing difficulties of Christians to get permits for opening places of prayer, about the growing number of forced closures of churches, about the growth of regulations that make worshipping for minorities more difficult, thus about growing intolerance on the grassroot level? And particularly, have you never heard about the shameful and quite dangerous attitudes of hardline religious groups towards so called deviant teachings, meaning members of the Achmadiyah and the Shia communities, and the government of Susilo Bambang Yudhoyono just doing nothing and saying nothing to protect them? Hundreds of their people have under Susilo Bambang Yudhoyono's presidentship been driven out of their houses, they still live miserably in places like sports halls, there have allready Achmadis and Shia people been killed (so that the question arises whether Indonesia will deteriorate to conditions like Pakistan dan Iran [favor of President G. W. Bush] where every months hundreds of Shia people are being killed because of religious motivations)?

Do you not know that President Susilo Bambang Yudhoyono during his up to now 8 1/2 years in office has not a single time said something to the Indonesian people, that they should respect their minorities? That he has shamefully avoided responsibility regarding growing violence towards Achmadiyah and Shia people?

Again, whom did you ask for information before making you award choice? What could be your motivation to bestow upon this President a reward for religious tolerance who so obviously lacks any courage to do his duty protecting minorities?

I have to add that I am not a radical, not even a "human right extremist" (if such exist). I am just appaled about so much hypocrisy. You are playing in the hands of those - still few - radicals that want to purify Indonesia of all what they regard as heresies and heathen.

 

Franz Magnis-Suseno SJ





In Christ's Love
Rev. Hans

"Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! (Kisah Para Rasul 18:9b).
Baca Terusannya »»  

Sabtu, 18 Mei 2013

Perancis Resmi Jadi Negara Keempat Belas yang Legalkan Pernikahan Sejenis

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***

Perancis Resmi Jadi Negara Keempat Belas yang Legalkan Pernikahan Sejenis
Sabtu, 18 Mei 2013 , 19:19:00 WIB

Laporan: Fayaddh Abubakar

ILUSTRASI/IST

  

RMOL. Perancis akhirnya resmi menjadi negara keempat belas di dunia yang melegalkan pernikahan sejenis. Kepastian ini diperoleh setelah DPR Perancis bersepakat mendukung usulan Presiden Francois Hollande tersebut.

RUU pernikahan sesama jenis itu berubah menjadi UU setelah disetujui oleh Presiden Hollande pada Jumat (17/5),

Meski mendapat penentangan yang sengit dari kubu oposisi, namun RUU pernikahan sesama jenis itu tetap berubah menjadi UU setelah DPR Perancis mengesahkan janji kampanye pilpres Presiden Hollande.

"Saya telah mengambil keputusan, sekarang saatnya untuk menghormati hukum," kata Hollande sebagaimana dilansir kantor berita BBC (Sabtu, 18/5).

Dengan pengesahan ini, maka pernikahan sejenis bisa dilakukan setelah 10 hari dari peresmian UU. Dengan kata lain, pada Senin (27/5) masyarakat Perancis sudah bisa melangsungkan pernikahan sesama jenis tersebut.

Menanggapi hal ini, kelompok gay di Perancis sangat senang bahwa RUU pernikahan sejenis menjadi hukum. Pasalnya, ada ribuan pasangan gay tengah menunggu menikah dan anak-anak yang mereka adopsi bisa dilindungi oleh negara atau mendapat perlindungan hukum.

Dengan ini, Perancis mengikuti jejak Ketiga belas negara yang sudah lebih dulu mengizinkan pernikahan sejenis, yaitu Kanada, Argentina, Uruguay, Afrika Selatan, Portugal, Spanyol, Denmark, Swedia, Belgia, Belanda, Norwegia, Islandia dan Selandia Baru. [ian]

*************************

Ini tragedi amat tragis sejarah dunia ini. Akhir dunia semakin mendekat. Tuhan telah membiarkan manusia bejat semakin bejat sebejat bejatnya, supaya manusia makin dekat dengan penghakiman dan penghukuman kekal. Ya dan amin apa yang dikatakan firman Tuhan dalam Roma 1: 16, " Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.17  Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."18  Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman.19  Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.20  Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.21  Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap.22  Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh.23  Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.24  Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.25  Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.26  Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.27  Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.28  Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:29  penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.30  Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua,31  tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.32  Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya."

Namun ada satu pertanyaan kepada para pemimpin gereja dan lembaga2 Kristen serta sekolah-2 teologia yang ada di dunia ini, hari ini, apa yang sudah dibuat oleh mereka atas kisah tragis ini??? Bagaimana dengan kita para rohaniwan??????? Apakah kita menangisi akan tragedi pilu ini? Apa yang sudah dan akan kita buat saat ini??????? Oh Tuhan kasihanilah kami orang-orang yang berdosa ini!!!!!!!

Top of Form



--
In Christ's Love
Rev. Hans
"Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! (Kisah Para Rasul 18:9b).
Baca Terusannya »»  

Kamis, 16 Mei 2013

Mendaftarlah segera

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***

KPK Buka Lowongan Prajurit TNI Jadi Penyidik
Kamis, 16 Mei 2013 , 22:39:00 WIB

Laporan: Samrut Lellolsima

 

RMOL. Tentara Nasional Indonesia (TNI) diberikan kesempatan untuk ikut mengabdi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka dipersilahkan mendaftar sebagai penyidik di lembaga antirasuah itu.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Mabes TNI, kalau TNI yang mau bergabung dengan KPK harus melepas kepegawaiannya di TNI. Ini disebutnya alih profesi," kata Ketua ESDM KPK, Apin Alvin, dalam keterangan pers, di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (16/5).

Selain lowongan penyidik untuk TNI, lanjut dia, KPK juga membuka lowongan di berbagai posisi. Ada sekitar 286 posisi yang dibuka bagi masyarakat. Dari lowongan itu posisi tertinggi diantaranya Deputi Informasi dan Data, Kepala bagian protokoler, administrasi, dan fungsional KPK.

"Bagi masyarakat yang berminat bergabung dengan KPK, buka website KPK. pengumuman posisi dan persyaratannya ada di website," terang dia.

Lebih lanjut dia tambahkan, lowongan ini resmi dibuka malam ini hingga 25 Mei mendatang. Apin menyatakan lowongan terbuka bagi siapapun yang berusia 25 hingga 52 tahun.

"Yang 286 posisi ini untuk pegawai tetap," demikian Apin.[dem]

****************

Hayu para pendeta dan penginjil serta jemaat Tuhan, yang terpanggil mendaftarlah biar jadi berkat buat bangsa Indonesia yang kita cintai!!!

Top of Form



--
In Christ's Love
Rev. Hans
"Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! (Kisah Para Rasul 18:9b).
Baca Terusannya »»  

Rabu, 15 Mei 2013

Fwd: Sidang korupsi petinggi gereja di Singapura

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***

Sidang korupsi petinggi gereja di Singapura

BBCIndonesia.com - detikNews
Pengadilan Singapura memulai sidang enam petinggi gereja yang dituduh menggelapkan jutaan dolar untuk membantu karier menyanyi istri pendiri gereja.

Keenam terdakwa termasuk pendiri Gereja City Harvest, Kong Hee, didakwa mengalihkan dana sebesar US$24 juta dana gereja untuk investasi palsu.

Sekitar US$26 juta lainnya juga disalahgunakan untuk menutupi tindakan terdakwa.

Para anggota gereja -salah satu yang terbesar dan terkaya di Singapura- antre untuk menyaksikan sidang ini.

Istri pendiri gereja, yang dikenal dengan nama Sun Ho, hadir di pengadilan dengan mengenakan jaket kulit hitam dan sepatu bot serta rambut yang dicat pirang.

Gereja yang memiliki cabang di Malaysia dan sejumlah negara lain ini memiliki anggota lebih dari 30.000 orang.

Gereja ini dikenal sering melakukan acara besar termasuk misa yang menyerupai konser musik pop yang diorganisir suami Ho, Kong Hee.

Jaksa penuntut mendakwa penyalahgunaan rekening gereja ini terjadi pada 2009.

Media Singapura menggambarkan Sun Ho -yang berusia sekitar 40- sebagai bintang yang berharap dapat melejit namanya di dunia guna membantu menyebarkan pengaruh gereja.

Ia sempat bekerja sama dalam membuat video musik China Wine bersama rapper Wyclef Jean tahun 2007.

Namun ambisi Ho dianggap sebagai sumber penyalahgunaan dana gereja ini.

(bbc/bbc)



--
In Christ's Love
Rev. Hans
"Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! (Kisah Para Rasul 18:9b).
Baca Terusannya »»  

Fwd: Mohon disharingkan ke rekan rekan sepelayanan : Lowongan kerja di YKW Wamena

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Dear Rekan Rekan Sepelayanan di Perkantas dan Navigator di papua, dan di seluruh indonesia. Ada kebutuhan tenaga pengajar di Yayasan Kristen Wamena, mohon kiranya informasi ini dishare ke rekan rekan sepelayanan yang memiliki komitmen dan pelayanan untuk tanah papua khususnya di dunia pendidikan. Mohon juga bagi rekan rekan alumni yang ada di kampus dan gereja bisa membagikan informasi ini.

Berikut Sekilas Profile Yayasan Kristen Wamena serta kami lampirkan Profile dalam bentuk PDF

YKW adalah sebuah yayasan lokal yang secara khusus didirikan
untuk membangun pendidikan di Pegunungan Tengah Papua dan saat ini
menjalankan beberapa program:
1. Sekolah percontohan dan sekolah laboratorium PAUD/TK/SD
Koinonia.
2. Program Pelatihan Guru
3. Program Penulisan Buku Paket Kontekstual Papua
4. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen Wamena (STKIP
KW)
Saat ini kami mencari beberapa rekan sekerja untuk posisi:
1. Wakil Ketua 1 bidang akademik di STKIP KW;
bertugas untuk memimpin kegiatan akademik STKIP KW, saat ini ada
2 prodi pendidikan Bahasa Inggris dan Matematika dan direncanakan
membuka prodi PGSD
2. Wakil Ketua 2 bidang administrasi dan keuangan di STKIP KW;
bertugas memimpin unit kerja administrasi, keuangan, SDM, dan
Asset
3. Dosen di STKIP KW;
Latar belakang PGSD, Matematika, dan Bahasa Inggris
4. Kepala Kantor di YKW (Yayasan Kristen Wamena);
bertugas mengelola manajemen SDM dan keuangan Yayasan Kristen
Wamena
5. Staff Administrasi Keuangan di PAUD/TK/SD Koinonia;
Bertugas dalam administrasi keuangan sekolah laboratorium
Kami membutuhkan rekan sekerja yang;
• Berkomitmen dan bermotivasi tinggi untuk melayani masyarakat
Papua melalui pendidikan
• Bersedia melayani sebagai hamba dan mengikuti teladan yang
diajarkan Yesus Kristus
• Mempunyai sikap positif ketika menghadapi tantangan dan
hambatan
• Sanggup bekerja dengan memperioritaskan visi dan misi bersama
dibanding kepentingan rencana pribadi
• Mampu bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik dengan rekan
sekerja dan mahasiswa
• Berpendidikan S2 dalam bidang pendidikan atau sejenis untuk posisi
1,2,3,4.
• S1 dengan pengalaman bisa dipertimbangkan untuk posisi 3 dan 4
• D3 atau S1 untuk posisi 5
• YKW menawarkan honorarium berdasar sistem penggajian
pemerintah. Dengan harga-harga yang tinggi di Wamena, kami
berharap rekan sekerja yang mampu hidup dengan gaya hidup yang
sederhana
Memang kehidupan di Wamena terkadang sangat menantang, tetapi
semua ini bisa dijalani dengan penuh suka cita bagi orang yang membuka
hati bagi pembangunan orang-orang di Papua dan menyaksikan
bagaimana Tuhan bekerja di Papua.
Wamena yang berada di daerah pegunungan Papua dan hanya bisa dicapai
dengan pesawat terbang adalah kota yang sangat sejuk dan bebas polusi.
Walau minim dengan fasilitas hiburan yang modern, tapi guru, staff, dan
dosen di YKW biasanya bisa menikmati alam Papua yang asri dan
menyenangkan.
Aktifitas keluarga staff dan dosen STKIP KW
Informasi lebih mendetail tentang lowongan ini bisa diperoleh melalui:
Jusup Sukatendel, Ketua STKIP KW, melalui jusup.sukatendel@gmail.com
atau telepon dan sms ke 081264229049 untuk respons yang lebih cepat.
Silakan kirim lamaran secepatnya dan paling lambat tanggal 3 Juni 2013 ke
stkipkwamena@gmail.com
Interview teknis akan dilaksanakan antara 17-22 Juni, serta interview akhir
oleh anggota Badan Pengurus YKW pada minggu pertama Juli 2013.
Tenaga terpilih diharapkan memulai tugas pada minggu terakhir Juli 2013

Thanks n GBU

Wahyu Joko Susilantoro
ADPM Eruwok 
WORLD VISION INDONESIA
Jl. Hom Hom, Kampung Muai, Wamena, Jayawijaya
Ph. +62 96934292 |Mobile +62 81344136278 , +62 8156676365
Skype : joko2003, YM : wahyujoko2003
Log on to www.worldvision.or.id to start building a better future for children
Our vision for every child, life in all its fullness; our prayer for every heart, the will to make it so



----- Forwarded by Wahyu Joko Susilantoro/IDNO/WorldVision on 05/13/2013 09:27 PM -----




Baca Terusannya »»  

Maria Elizabeth dan PKS untuk dukung dakwah ke Papua

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***

Indoguna Akui Setor Uang ke PKS  

TEMPO.CO – 1 jam 4 menit lalu

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman mengaku memberikan duit Rp 1 miliar kepada Partai Keadilan Sejahtera. Menurut dia, uang itu diberikan sebagai dana kemanusiaan atas permintaan orang dekat Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq, Ahmad Fathanah.

"Dia mengatakan dengan rasa memelas, 'Tolonglah saya'," katanya saat bersaksi untuk terdakwa Juard Effendi dan Arya Abdi Effendy di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu, 15 Mei 2013.

Elizabeth bersama Arya pernah bertemu Fathanah di Senayan City, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan itu, kata dia, Fathanah meminta bantuan dengan mengatasnamakan PKS. "Dia minta bantuan kemanusiaan untuk Papua dengan Safari Dakwah," ujarnya.

Seperginya Fathanah, lanjut dia, Arya mengatakan, jumlah duit yang diminta Rp 1 miliar. "Saya katakan, 'Loh, kok banyak amat'," katanya. Namun akhirnya Elizabeth tetap menyanggupinya.

Meski begitu, Elizabeth mengatakan bahwa pemberian itu tidak terkait dengan permohonan penambahan kuota impor daging yang diajukan perusahaannya. "Saya tidak tahu ada 8.000 ton. Mana kuotanya, saya tidak tahu," katanya.

Dalam surat dakwaan Juard dan Arya, jaksa menyebutkan, duit Rp 1 miliar itu diberikan perusahaan Elizabeth melalui mereka sebagai suap terkait penambahan kuota. Uang itu diberikan atas permintaan Fathanah, yang mengatasnamakan Luthfi. Baik Fathanah, Luthfi, maupun Elizabeth sendiri telah menjadi tersangka dalam kasus ini.

NUR ALFIYAH.

 

Luar biasa jahatnya manusia-manusia ini. Uang korupsi untuk menghijaukan Papua. Pantas kalau Papua ingin merdeka. Hai pemimpin gereja Indonesia, bukalah matamu, jangan membisu sejuta bahasa. Mari bangun Papua demi kemuliaan Kristus Raja di atas segala raja!!!

 



--
In Christ's Love
Rev. Hans
"Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! (Kisah Para Rasul 18:9b).
Baca Terusannya »»  

Kamis, 09 Mei 2013

Di Polahi, Ibu Pun Bisa Kawini Anak Laki-lakinya

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***

Di Polahi, Ibu Pun Bisa Kawini Anak Laki-lakinya
Tribun Medan - Rabu, 8 Mei 2013 14:49 WIB


polahi.jpg

TRIBUN-MEDAN.com, GORONTALO— Bagi masyarakat umum, kawin dengan saudara kandung merupakan sebuah pantangan, dan bahkan tidak bisa ditoleransi. Namun, hal itu tidak berlaku bagi suku Polahi di pedalaman Gorontalo. Mereka hingga saat ini justru hanya kawin dengan sesama saudara mereka.

"Tidak ada pilihan lain. Kalau di kampung banyak orang, di sini hanya kami. Jadi kawin saja dengan saudara," ujar Mama Tanio, salah satu perempuan Suku Polahi yang ditemui di Hutan Humohulo, Pegunungan Boliyohuto, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, minggu lalu.

Suku Polahi merupakan suku yang masih hidup di pedalaman hutan Gorontalo dengan beberapa kebiasaan yang primitif. Mereka tidak mengenal agama dan pendidikan, serta cenderung tidak mau hidup bersosialisasi dengan warga lainnya.

Walau beberapa keluarga Polahi sudah mulai membangun tempat tinggal tetap, tetapi kebiasaan nomaden mereka masih ada. Polahi akan berpindah tempat, jika salah satu dari keluarga mereka meninggal.
Hal biasa bagi mereka ketika seorang ayah mengawini anak perempuannya sendiri, begitu juga seorang anak laki-laki kawin dengan ibunya.

Nah, salah satu kebiasaan yang hingga sekarang masih terus dipertahankan oleh suku Polahi adalah kawin dengan keluarga sendiri yang masih satu darah. Hal biasa bagi mereka ketika seorang ayah mengawini anak perempuannya sendiri, begitu juga seorang anak laki-laki kawin dengan ibunya.

Kondisi ini diakui oleh satu keluarga Polahi yang ditemui di hutan Humohulo. Kepala sukunya, Baba Manio, meninggal dunia sebulan lalu. Baba Manio beristri dua, Mama Tanio dan Hasimah. Dari perkawinan dengan Mama Tanio, lahir Babuta dan Laiya.

Babuta yang kini mewarisi kepemimpinan Baba Manio memperistri adiknya sendiri, hasil perkawinan Baba Manio dengan Hasimah. Hasimah sendiri merupakan saudara dari Baba Manio. Kelak anak-anak Babuta dan Laiya akan saling kawin juga.

"Kalau mau kawin, Baba Manio membawa mereka ke sungai. Disiram dengan air sungai lalu dibacakan mantra. Sudah, cuma itu syaratnya," ujar Mama Tanio dengan polosnya.

Keterisolasian mereka di hutan dan ketidaktahuan mereka terhadap etika sosial dan agama membuat suku Polahi tidak mengerti bahwa inses dilarang. Bagi mereka, kawin dengan sesama saudara kandung adalah salah satu cara untuk mempertahankan keturunan Polahi. "Yang mengherankan, tidak ada dari turunan mereka yang cacat sebagaimana akibat dari perkawinan satu darah pada umumnya," ujar Ebbi Vebri Adrian, seorang juru foto travel yang ikut menyambangi suku Polahi.

Memang belum ada penelitian yang bisa mengungkapkan akibat dari perkawinan satu darah yang terjadi selama ini di Suku Polahi. Namun, dibandingkan dengan suku-suku pedalaman lainnya di Indonesia, mungkin hanya Polahi yang mempunyai kebiasaan primitif tersebut. Sebuah ironi yang masih saja terjadi di belahan bumi Indonesia ini. 

Editor : Muhammad Tazli
Sumber : Kompas.com


--
In Christ's Love
Rev. Hans
"Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! (Kisah Para Rasul 18:9b).
Baca Terusannya »»  

Selasa, 07 Mei 2013

Kartu Kuning utk Pemimpin Gereja dan Kekristenan Indonesia." Akankah Papua 'segera Hijau' dari sekarang ?

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
To: "Papuainheritance" <papuainheritance@googlegroups.com>
Subject:  Kartu Kuning utk Pemimpin Gereja dan Kekristenan Indonesia." Akankah Papua 'segera Hijau' dari sekarang ?
Reply-To: PapuaInheritance@googlegroups.com


Al Fatih Kafah Nusantara (AFKN) telah membawa 2.200 anak Papua ke Jawa, utk menjadi Mualaf sebagai bagian dari 'Islamisasi' Bumi Cenderawasih.
Kemiskinan dan kurangnya pendidikan di Papua menjadi kesempatan terbuka utk gerakan Islam Radikal mencuci otak Generasi Muda Papua.
(Ditambah cueknya kalangan Kristen, yg 'sekedar' memperhatikan Papua dgn setengah hati)

Nama anak2 ini diganti menjadi nama Muslim, diberikan pendidikan dengan doktrin 'keras'.
Foto2 mereka terdapat pada link dibagian akhir artikel ini.

Berikut adalah basis anak-anak Papua yg di'pesantrenkan' :
Sekolah Daarur Rasul, pinggiran Jakarta.
Ponpes Jamiyyah Al-Wafa Al Islamiyah Gunung Salak Bogor.

Investigasi dari Michael Bacheland 'Sydney Morning Herald' selengkapnya bisa dibaca di :

http://www.smh.com.au/lifestyle/theyre-taking-our-kids-20130429-2inhf.html#ixzz2SNnL4DMQ


Baca Terusannya »»  

Selasa, 16 April 2013

Anak Pendeta Ternama Amerika Serikat Bunuh Diri

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Minggu, 07/04/2013 11:11 WIB
Anak Pendeta Ternama Amerika Serikat Bunuh Diri
Syarifah Nur Aida - detikNews

Los Angeles - Matthew Warren (27), anak bungsu pendeta terkenal Amerika Serikat, Rick Warren, mengakhiri hidupnya sendiri pada Jum'at (5/4) karena mengalami depresi.

Dalam sebuah pernyataan tertulis yang dilansir Gereja Komunitas Saddleback Valley, Lake Forest, Rick menyebut bahwa Matthew bunuh diri akibat kesedihan yang mendalam.

"Hanya mereka yang cukup dekat dengannya yang bisa tahu bahwa sejak kecil ia sudah mengidap gangguan jiwa, depresi berat, juga pikiran untuk bunuh diri," tulis Rick sebagaimana dilansir AFP.

Meski mendapat perawatan, gangguan jiwa akhirnya mengalahkan perjuangan Matthew.

"Dokter terbaik AS, tim medis, doa dan konseling, semua tak mampu meniadakan siksaan gangguan jiwanya," kata pendeta yang memimpin doa dalam inagurasi Obama pada 2009 ini.

Rick Warren membangun Gereja Komunitas Saddleback Valley, di selatan Los Angeles, 23 tahun lalu. Dua puluh ribu jemaah per minggu mendatangi gereja ini, membuat Rick menjadi pendeta ternama di AS. Ia juga pernah memimpin forum bagi dua calon kandidat pada Pilpres 2008, yakni John McCain dan Barack Obama.



--
In Christ's Love
Rev. Hans
"Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! (Kisah Para Rasul 18:9b).
Baca Terusannya »»  

Kamis, 11 April 2013

SEBERAPA PENTING DOA BAGIMU

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Doa adalah disiplin rohani yang menyangkut hubungan kita dengan Tuhan.
Doa adalah disiplin rohani yang paling sentral, karena doa merupakan
sarana komunikasi antara manusia dan pencipta-Nya. Doa mengantar kita
pada komunikasi yang terus menerus dengan Tuhan. Kita dapat
berkomunikasi dengan Tuhan melalui doa. Disiplin rohani yang satu ini
tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Kita dapat berdoa dimana saja,
kapan saja, untuk hal apa saja, dan bagaimana saja. Komunikasi yang
lancar dengan Tuhan, jauh lebih berarti dan kita butuhkan dalam hidup
kita, dibandingkan dengan segala sarana komunikasi lainnya di dunia
ini. Dengan terus berkomunikasi dengan Tuhan berarti kita terus berada
dihadirat Bapa, terus berhubungan dengan-Nya. Setiap kali kita
memerlukan untuk berkomunikasi dengan Tuhan, "sinyal telpon" tak
pernah hilang. Doa adalah persekutuan yang Mahakudus…, esensi dari
ibadah yang benar, saluran bagi segala berkat, dan rahasia bagi kuasa
dan kehidupan.

Doa adalah hak istimewa anak Tuhan untuk berjumpa dan berkomunikasi
dengan Tuhan, Bapa kita. Tanpa hak istimewa ini, tidak mungkin kita
bisa menerobos masuk ke hadirat Tuhan dan bercengkrama akrab
dengan-Nya. Doa adalah komunikasi dua arah yang terjadi antara kita
dan Tuhan. Saat kita menyatakan doa-doa dan permohonan kita dalam
ucapan syukur, Tuhan menganugerakan damai sejahtera-Nya kepada kita.
Jadi, bukan hanya permohonan yang merupakan inti dari doa, tetapi doa
adalah memasuki komunikasi untuk bergaul akrab dengan Tuhan. Tuhan
dapat mengkomunikasikan isi hati-Nya melalui firman, Roh-Nya, situasi
kehidupan sehari-hari, dan sebagainya. Dan, kita bisa berbicara kepada
Tuhan lewat pujian, penyembahan, pengakuan dosa, pengucapan syukur,
pernyataan kasih, penyerahan diri, dan sebagainya.

Melalui doa kita mencari wajah Tuhan. Namun yang sering terjadi adalah
kita hanya merindukan pemberian Tuhan tanpa merindukan wajah-Nya.
Betapa sering kita hanya memandang tangan Tuhan, bukan wajah Tuhan
ketika datang kepada Tuhan. Kita mencari tahu, apa yang Dia bawa untuk
kita? Berkat-berkat apa saja yang Dia siapkan saat berjumpa dengan
kita? Hal menyenangkan apa yang akan Dia berikan kepada kita? Hanya
itu yang kita ingat-ingat saat berjumpa dengan Tuhan. Kita lupa
memandang wajah-Nya, memahami perasaan-Nya, dan menanyakan
kerinduan-Nya. Berkatnya lebih penting bagi kita daripada kehadiran
dan diri-Nya sendiri. Raja Daud mengungkapkan kerinduannya yang
dituliskan dalam Mazmur 27:4, Raja Daud mengungkapkan kerinduannya
yang begitu besar akan hadirat Allah dalam hidupnya melebihi segala
pemberian-Nya. "satu hal yang kuminta kepada Tuhan, itulah yang
kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan
Tuhan dan menikmati bait-Nya." Allah tidak pernah menyembunyikan
wajah-Nya, Tuhan selalu rindu menyatakan kehadiran-Nya. Dia rindu
berbicara dengan kita melalui berbagai cara: mungkin melalui Alkitab,
firman yang tertulis. Mungkin lewat pemberitaan firman, perkataan,
nubuatan, lagu pujian, atau kata-kata seseorang. Mungkin lewat
pemikiran, gagasan, dan keinginan kudus yang muncul dihati kita.
Mungkin juga dengan damai sejahtera di tengah-tengah pergumulan hidup.
Atau, keyakinan yang menggugah dan menantang, gambaran mental,
penglihatan, mimpi; dan berbagai penyataan lainnya.

Tuhan tidak pernah jauh dari kita, Tuhan selalu dekat dan bisa
dijangkau. Dia selalu bersedia ditemui oleh orang yang mencari-Nya.
Tuhan selalu rindu agar kita mencari, berseru dan datang kepada-Nya
dengan segenap hati. Di mana pun, kapan pun, dan bagaimana pun keadaan
kita, Tuhan siap memberi diri-Nya ditemui dan mendengar doa kita.
Tuhan ingin umat-Nya mencari dan bersekutu dengan-Nya. Tuhan ingin
kita meminta kepada-Nya dan menikmati sukacita-Nya, Tuhan senang dan
bersukacita tatkala kita datang dan memohon segala sesuatu kepada-Nya.
Di dalam Yakobus 16:24, Yesus sendiri menganjurkan: mintalah, maka
kamu akan menerima, supaya penulah sukacitamu. Kita tidak memperoleh
apa-apa dari Allah karena kita tidak pernah meminta (Yakobus 4:2).
Doa adalah sarana kasih karunia Tuhan untuk mencurahkan
berkat-berkat-Nya. Berkat-berkat itu tentu saja tidak sebatas berkat
materi, tetapi juga berkat-berkat rohani, seperti damai sejahtera,
sukacita, keteguhan hati, kasih, dan sebagainya. Tujuan dari semua
berkat itu adalah agar manusia mengalami sukacita Tuhan, sukacita yang
dalam; yang tidak bergantung pada situasi dan kondisi sekitar kita.
Melalui doa Tuhan ingin kita terlibat dalam karya-Nya serta
memuliakan-Nya. Pekerjaan besar dimungkinkan terjadi ketika kita
berdoa kepada Tuhan. Dengan berdoa kita sesungguhnya tengah melibatkan
diri kita dalam karya Tuhan; kita sudah ikut ambil bagian dalam
hal-hal yang dilakukan Yesus. Semua ini memuliakan nama-Nya.

Dosa telah merusak persekutuan antara manusia dengan Allah. Blaise
Pascal mengatakan bahwa ada satu kekosongan di dalam hati setiap
manusia. Kekosongan ini tidak bisa diisi dengan benda ciptaan atau apa
pun yang lain, kecuali oleh Tuhan Sang Pencipta, yang dikenal melalui
Yesus Kristus. Hanya persekutuan dengan Tuhan yang dapat memuaskan
kehampaan hidup kita, karena memang demikianlah rancangan Tuhan atas
diri kita. Kita ditebus untuk kembali memiliki persekutuan dengan
Tuhan. Tuhan telah berusaha memanggil kita kembali kepada hakikat
semula Tuhan menciptakan kita, yaitu untuk menyembah dan menikmati
hadirat-Nya selama-lamanya. Ketika kita mendekat, bersekutu, dan diam
dipelataran-Nya, kita menjadi kenyang dengan segala yang baik di rumah
Tuhan. Melalui doa kita diubahkan, tatkala kita berdoa, kita
sesungguhnya tengah diubah. Doa menjadi salah satu sarana utama Tuhan
untuk mengubah kita untuk semakin serupa dengan Tuhan. Doa menolong
kita untuk berubah.

Doa yang benar adalah doa yang berpusat pada Tuhan dan Pribadi-Nya,
bukan pada diri sendiri, kesenangan, atau kepuasan kita. Yakobus 4:3
mengatakan bahwa kita kerap tidak mendapatkan atau menerima jawaban
doa, karena kita salah berdoa; karena kita hendak memuaskan hawa nafsu
kita sendiri. Lalu bagaimana kita membangun kehidupan doa yang
berpusat pada Tuhan? Banyak firman Tuhan yang akan membimbing kita
dalam mengungkapkan doa dan pokok-pokok doa yang berpusat pada Tuhan.
Untuk membantu kita mengingatnya kita bisa menggunakan jari-jari
tangan kita: jari jempol (yang biasa kita pakai untuk memuji, mengakui
suatu kehebatan) membawa kita pada kebesaran dan keagungan Tuhan.
Karenanya, kita memuji dan menyembah Dia (Mazmur 100). Kita
mengungkapkan pengakuan kita tentang siapa Dia yang berdaulat atas
hidup kita. Jari telunjuk ( yang biasa diacungkan untuk menyatakan
diri atau mengakui sesuatu) mengingatkan kita kepada kekudusan dan
keadilan Tuhan, serta menunjukkan keadaan diri kita yang berdosa.
Karenanya, kita perlu mengakui segala dosa kita dan memohon ampun dari
yang Mahakudus (1 Yohanes 1:9). Jari tengah (jari paling tinggi)
mengungkapkan kebaikan dan kemurahan Tuhan. Karenanya, kita
meninggihkan dan mengucap syukur atas pemberian yang Dia berikan
kepada kita (Lukas 17:11-19). Jari manis (tempat cincin kawin atau
pertunangan) mengungkapkan kasih dan kesetiaan Tuhan. Karenanya kita
menyatakan kasih dan cinta kita kepada-Nya (Mazmur 18:2-3). Jari
kelingking (melambangkan diri kita yang kecil dan berada di urutan
terakhir) mengingatkan kita kepada kedaulatan dan kebijaksanaan Tuhan,
sehingga kita patut menyerahkan diri, percaya dan taat kepada-Nya
(Matius 26:39).

Sementara jari-jari tangan kiri dapat kita pakai untuk mengingatkan
pokok-pokok yang perlu kita doakan: jari jempol, yang jika kita
melipat tangan untuk berdoa letaknya paling dekat ke dada,
melambangkan orang-orang yang dekat di hati kita (keluarga, teman).
Jari telunjuk, yang biasa dipakai untuk menunjuk, melambangkan
orang-orang yang menunjukkan jalan kepada kita (pendeta, pembimbing
rohani). Jari tengah, jari paling tinggi, melambangkan orang-orang
berotoritas atas kita (pimpinan, pemerintah). Jari manis, yang paling
sulit diangkat tatkala telapak tangan kita menapak pada bidang datar;
melambangkan orang-orang "lemah" yang perlu mendapatkan topangan dan
dukungan (orang belum percaya, bermasalah/sakit). Jari kelingking,
sebagai jari terkecil dan terakhir, melambangkan diri kita yang tidak
seharusnya selalu berada diurutan pertama dan terutama di dalam
doa-doa kita (yang meliputi pertumbuhan dan kebutuhan pribadi). Dengan
bantuan kelima jari tangan kanan dan kiri, doa-doa kita akan mencakup
pokok doa yang cukup menyeluruh dan mengungkapkan doa yang makin
berpusat pada Tuhan.

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah sikap hati dalam berdoa. Doa
adalah hubungan pribadi dengan Allah Yang Mahatahu, yang menyelidiki
sampai kedalaman hati kita. Karenanya doa memerlukan sikap hati yang
benar. Sikap hati yang benar adalah hati yang tertuju pada kemuliaan
dan kehendak Tuhan, bukan kepuasan diri sendiri. Doa kita harus
dibangun di atas hubungan yang hormat dan hangat, bukan sekedar
mekanisme dan rutinitas. Kita tidak dapat bergegas menghampiri hadirat
Tuhan dengan sikap angkuh. Atau, langsung menghujaninya dengan
permintaan-permintaan, tanpa menyadari siapa yang sedang kita hadapi.
Kita harus datang kepada-Nya dengan sikap hormat dan juga hangat. Kita
tidak boleh menghadap Tuhan hanya Karena kita sudah terpaku pada
rutinitas dan kebiasaan. Jika demikian, doa yang kita naikkan akan
terasa hambar dan tidak akan berdampak pada hidup kita. Kita harus
menentukan waktu yang teratur dan terus menerus dalam berdoa. Selain
waktu-waktu doa yang kita khususkan secara teratur, kita pun dapat
berdoa di mana dan kapan saja, saat mengantre, saat di rumah, saat
berjalan kaki, di sekolah, menonton berita, membaca surat kabar, dan
lain-lain. Cara mendisiplinkan tidak boleh tidak, kita mesti secara
sengaja melakukannya, membiasakannya di tengah-tengah setiap aktivitas
kita sehari-hari. Kita perlu tetap berada di jalur hubungan dengan
Tuhan. Soli Deo Gloria

Disadur dari buku: Berakar Dalam Kristus
Baca Terusannya »»  

Rabu, 03 April 2013

MENGENAL TUHAN MELALUI FIRMANNYA

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Tuhan dengan segala kemuliaan-Nya ingin mengajak kita terlibat dalam
pekerjaan-Nya, tetapi semua ini tidak bisa terjadi jika kita tidak
mengenal Dia. Pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang, tanpa
mengenal dan memahami Tuhan, tak mungkin kita dapat mengasihi, memuji,
menyembah, dan memuliakan Dia. Tanpa sungguh mengenal dan memahami
Tuhan, pujian kita bagi-Nya hanya akan menjadi aktivitas atau tradisi
yang kosong, yang tanpa kekuatan dan kedalaman. Pengenalan akan Tuhan
adalah hal yang utama dan menyukakan hati Tuhan. Dan, kita bisa
mendapatkannya secara berlimpah-lipah melalui penyataan Tuhan sendiri
yang tertulis di dalam Alkitab.

Setidaknya ada tiga manfaat mengenal Tuhan melalui firmannya di
Alkitab: menuntun kita kepada keselamatan, menolong kita dalam
pertumbuhan, dan memperlengkapi kita dalam pelayanan. Oleh karena
firman Tuhanlah kita mengenal keselamatan di dalam Yesus. Firman
menunjukkan kepda kita bagaimana mendapatkan keselamatan itu, meskipun
kita telah terbuang jauh dari hadapan Allah karena dosa. Tanpa firman,
kita tidak akan tahu bahwa ada penebusan bagi dosa kita, dengan
percaya dan menerima Yesus Kristus, yang sudah mati di salib untuk
menggantikan kita. Kita telah dilahirkan kembali bukan dari beni yang
fana, tetapi dari benih firman Allah yang hidup dan kekal (1 Petrus
1:23).

Setelah dilahirkan kembali ke dalam keluarga Allah, kita perlu terus
bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan. Tanpa pengenalan akan Tuhan,
yang kita peroleh melalui firman-Nya, kita tidak mungkin dapat makin
mencintai, menyerupai, dan memuliakan Dia. Cara paling ampuh untuk
tidak bertumbuh adalah dengan menjauhkan diri dari firman Tuhan.
Melalui firman-Nya orang-orang percaya diperlengkai Tuhan untuk
melakukan setiap perbuatan baik (2 Timotius 3:17).

Setiap kali kita membuka Alkitab, pada bagian manapun, kita
sesungguhnya sedang berhadapan dengan Tuhan sendiri; dengan
pikiran-pikiran-Nya, perasaan-perasaan-Nya, rencana-rencana-Nya,
kehendak-Nya, sabda-Nya, dan penyataan-Nya yang lain. Melalui Alkitab
Tuhan berkata-kata, meyingkapkan diri-Nya, agar kita makin mengenal
Dia. Oleh karena itu setiap kali kita membaca Alkitab, kita perlu
mengajukan pertanyaan: "Apa yang Engkau mau aku kenali tentang diri-Mu
melalui bagian firman ini? Apa yang mau Kau nyatakan tentang
Pribadi-Mu, rencana-Mu, perintah-Mu, kehendak-Mu, Janji-Mu?". Alkitab
tidak boleh diperlakukan seperti album foto. Karena saat kita membaca
Alkitab, bukan diri dan pemenuhan kebutuhan dan kerinduan kita sendiri
yang harus kita cari. Tetapi diri dan kerinduan Tuhan atas kitalah
yang perlu kita tanggapi.

Rasa lapar merupakan "bumbu masak" terhebat dalam membuat makanan
lezat. Masakan terlezat, yang disajikan menarik oleh ahli masak
jempolan pun, tak akan dapat menggugah selera orang yang sedang
kenyang. Sebaliknya nasi dengan kerupuk saja bisa terasa nikmat bagi
orang yang lapar. Rasa lapar bahkan bisa membuat orang mau dan mampu
melakukan apa saja, agar bisa mendapatkan makanan. Rasa lapar dan haus
dialami oleh orang yang sehat. Orang yang tidak merasa haus dan lapar,
meskipun tidak makan atau minum berhari-hari, pasti sedang terganggu
kesehatannya (entah secara fisik maupun mental). Rasa lapar dan haus
sebenarnya merupakan sinyal bahwa tubuh sedang kekurangan asupan gizi
dan cairan. Membiarkan diri kehausan dan kelaparan dalam waktu lama
berbahaya bagi kesehatan. Begitu pula dengan kehidupan rohani kita.
Kesehatan dan pertumbuhan kita pasti terganggu jika kita terus menerus
mengabaikan kebutuhan kita akan asupan firman Tuhan. Hati yang keras,
merasa diri sendiri paling benar, justru akan menghalangi kita untuk
terus bertumbuh ke arah yang Tuhan kehendaki. Namun kita juga tidak
boleh asal makan. Makan sembarang makanan bisa membuat kita keracunan,
sakit perut, bahkan celaka. Kita perlu bijak di dalam memilih makanan.
Sesungguhnya yang kita perlukan adalah makanan sehat, bukan yang
sekedar nikmat. Pengajaran firman Tuhan yang keras, jauh lebih baik
dan berguna bagi kehidupan dan pertumbuhan rohani kita, karena
seringkali mengandung kebenaran, dari pada pengajaran yang hanya
memuaskan telinga saja.

Kita tidak akan memiliki kerinduan yang besar, atau pemahaman yang
benar akan firman Tuhan, jika kita tidak rendah hati atau mau
menundukkan diri pada penyataan Roh Kudus. Hanya Dia yang memungkinkan
kita mengalami hal-hal itu. Rendah hati dan taat merupakan sikap hati
yang perlu kita miliki juga dalam memahami firman Tuhan. Salah satu
sikap rendah hati adalah bersedia dikoreksi. Sungguh menarik jika
dikatakan bahwa mendengar firman itu ibarat orang bercermin. Saat kita
bercermin pada firman Tuhan, kita akan melihat jelas segala kekurangan
dan ketidakberesan pada diri kita. Namun introspeksi ini baru membawa
hasil jika disertai dengan kerendahan hati untuk mau dikoreksi,
diperbaiki, dibersihkan dari segala kotoran dan ketidakpantasan yang
tampak itu.

Kita harus terus membangun hidup kita di atas dasar firman Tuhan, dan
hubungan pribadi yang erat dengan Sang Firman Hidup. Dengan setia dan
tekun melakukan setiap firman yang kita dengar, kita makin lama akan
makin menjadi seperti yang Tuhan mau. Kita akan mengalami berbagai
perubahan hidup yang membawa kemuliaan bagi Tuhan, mejadi berkat bagi
sesama, dan memberi kepenuhan hidup bagi kita sendiri. Soli Deo Gloria
Baca Terusannya »»  

Selasa, 02 April 2013

Peran Jemaat di Dalam Membangun Pekerjaan Tuhan

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Nats: Keluaran 35:4-29
Ibadah Pemuda Remaja GPdI Pasirnangka, Sabtu: 06 April 2013
Oleh : Adrianus Pasasa, S.T, MA

Beberapa waktu lalu, saya bersama istri dan anak-anak kami berkumpul
di kamar menonton televisi, sambil nonton istri saya melihat di
kepala saya cukup banyak rambut putih dan mulai mencabut satu persatu.
Ya cukup banyak juga! Melihat rambut putih yang cukup banyak, dalam
hati saya mulai muncul pertanyaan…wah ternyata saya sudah berumur, apa
yang telah saya lakukan selama hidupku? Khususnya hal-hal yang
mendatangkan kemuliaan bagi nama Tuhan Yesus! Terbersit begitu banyak
pertanyaan, sebagai hamba Tuhan apa yang telah saya lakukan untuk
pekerjaan Tuhan, seberapa jauh kepedulian saya terhadap perkerjaan
Tuhan?

Dalam bacaan kita hari ini, Hal ini juga yang dialami oleh umat Tuhan
(Israel) ketika hendak mendirikan kemah suci untuk kebaktian. Allah
berfirman melalui hambanya Musa untuk menyampaikan pesan Tuhan kepada
umat Israel untuk memberikan persembahan bagi pembangunan Kemah Suci.
Allah menghendaki keterlibatan atau peran Umat Israel dalam
pembangunan Kemah Suci. Tetapi dalam hal ini Allah hanya menghendaki
orang yang terlibat atau berperan dalam pembangunan kemah suci adalah
orang-orang yang terdorong hatinya, bukan orang yang terpaksa. Allah
juga tidak hanya melibatkan orang yang punya harta benda, tetapi Allah
melibatkan orang-orang yang memiliki keahlian untuk membangun kemah
suci.

Menjadi pertanyaan, seperti apa peran umat/jemaat dalam membangun Kemah Suci?
1. Mempersembahkan milik kepunyaannya (ayat 20-24)
Setelah segenap umat Israel mendengar perintah Tuhan yang disampaikan
lewat hamba-Nya Musa, seluruh umat itu pergi dari hadapan Musa.
Setelah itu setiap orang yang tergerak hatinya dan setiap orang yang
terdorong jiwanya, membawa persembahan khusus kepada Tuhan yang
digunakan untuk memperlengkapi kemah pertemuan dan untuk segala ibadah
di dalamnya dan untuk pakaian kudus yang digunakan dalam kemah suci.
Semua jemaat terlibat tidak hanya kaum laki-laki tetapi juga kaum
perempuan, semua yang terdorong hatinya datang membawa barang-barang
mereka yang terbuat dari emas untuk dipersembahkan guna pembangunan
kemah suci. Tidak hanya emas yang mereka persembahkan perak, tembaga,
dan bahan-bahan yang terbuat dari kayu, kain, kulit binatang, kulit
lumba-lumba. Pemimpin-pemimpin mempersembahkan permata untuk
perlengkapan baju efod, ada yang mempersembahkan rempah-rempah dan
minyak untuk penerangan, untuk minyak urapan dan ukupann dari
wangi-wangian. Mereka memberikan yang terbaik dari semua kepunyaan
mereka.

Bagaimana dengan kita? Sejauh mana peran dan keterlibatan kita dalam
pembangunan rumah Tuhan? Seberapa banyak harta yang Tuhan telah
percayakan kepada kita, digunakan untuk pembangunan rumah
Tuhan/membantu pekerjaan Tuhan. Mungkin selama ini kita belum berbuat
dan berperan banyak untuk terlibat dalam membantu pekerjaan Tuhan,
atau bahkan kita terlalu berpikir panjang ketika hendak membantu
pekerjaan Tuhan, atau bahkan sama sekali tidak tergerak untuk membantu
pekerjaan Tuhan. Atau kita memberi tetapi memberi dari sisa-sisa yang
kita miliki, bukan yang terbaik dari apa yang kita miliki. Firman
Tuhan saat ini akan menjadi perenungan bagi kita semua. Marilah kita
belajar dari firman Tuhan hari ini, dimana umat Israel tidak berpikir
panjang dalam memberikan hartanya guna pembangunan kemah suci. Bahkan
dikatakan Musa memerintahkan supaya umat Israel, baik laki-laki maupun
perempuan tidak lagi memberikan persembahan khusus, mereka dicegah
untuk membawa persembahan khusus, sebab bahan yang diperlukan telah
cukup untuk melakukan segala pekerjaan kemah suci, bahkan berlebih
(Kel. 36:7).

2. Mempersembahkan Skill (kemampuan) yang dimilikinya (25-28)
Tuhan tidak hanya menuntut harta yang dimiliki umat Israel, tetapi
setiap orang yang memiliki keahliah diharuskan untuk datang membuat
segala yang diperintahkan Tuhan yaitu pembangunan kemah suci. Apa yang
diperintahkan Tuhan mereka lakukan, dikatakan bahwa semua perempuan
yang tergerak hatinya oleh karena ia berkeahlian memintal membawa yang
dipintalnya itu untuk kebutuhan pembangunan kemah suci.

Mungkin kita terbatas dalam hal materi, sehingga kita tidak bisa
terlibat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan. Tetapi Tuhan tidak hanya
melihat harta yang kita miliki. Seperti Tuhan perintahkan kepada umat
Israel bahwa setiap orang yang punya keahlian haruslah datang untuk
terlibat dalam pembangunan kemah suci. Hal inipun berlaku bagi kita
sekarang ini, Tuhan telah mengaruniakan talenta kepada setiap kita,
mungkin kita memiliki kemampuan dalam memimpin pujian, mengajar
sekolah minggu, bermain music, punya keahlian dalam multi media,
keahlian dalam bangunan, keahlian dalam memimpin, dan keahlian lain
yang Tuhan karuniakan kepada kita. Marilah kita manfaatkan keahlian
itu untuk membangun pekerjaan Tuhan. Menjadi perenungan bagi kita
semua, sudah sejauh mana talenta yang Tuhan karuniakan kepada kepada
kita masing-masing, kita pakai untuk membantu pekerjaan Tuhan?

Kedua hal inilah yang menjadi modal dalam melakukan pembangunan kemah
suci yang diperintahkan Tuhan kepada umat Israel. Apa yang
diperintahkan oleh Tuhan mereka lakukan dengan segenap hati dan penuh
sukacita. Mereka melakukannya bukan dengan terpaksa tetapi semua
karena dorongan yang muncul dari hati mereka, mereka melakukannya
karena gerakan yang muncul dari hati mereka. Dikatakan bahwa semua
laki-laki dan perempuan yang terdorong hatinya akan membawa sesuatu
untuk segala pekerjaan yang diperintahkan Tuhan. Mereka membawa segala
sesuatu sebagai pemberian sukarela bagi pekerjaan Tuhan. Mereka tidak
mencari keuntungan pribadi dalam pembangunan kemah suci. Walaupun
mereka banyak terlibat dalam pembangunan kemah suci, tetapi mereka
tidak pernah hitung-hitungan, diantara mereka tidak muncul perkataan
bahwa kalau bukan sumbangan dia, atau keahlian dia kemah suci itu
tidak akan jadi. Mereka juga melakukan semua itu bukan karena ingin
menyenangkan hati pemimpin mereka yaitu Musa. Apa yang mereka lakukan
semua dilandasi oleh sikap kebersamaan dalam membangun kemah suci,
karena apa yang mereka lakukan semua dimulai dari kerinduan hati
mereka untuk memberi bagi pekerjaan Tuhan.

Mungkin selama ini kita sudah banyak terlibat dalam membantu pekerjaan
Tuhan, tetapi apakah semua berangkat dari keterpanggilan hati kita?
Mungkin masih dibungkus dengan motivasi-motivasi yang lain. Mungkin
kita melibatkan diri dalam pekerjaan Tuhan karena terpaksa, karena
figur pemimpin, namun ketika tokoh yang menjadi figur itu tidak ada,
kita menjadi tidak semangat bahkan menjauhkan diri dari pelayanan
pekerjaan Tuhan. Mungkin juga pelayanan yang kita lakukan hanya untuk
menyenangkan seseorang. Mungkin juga kita melakukan pelayanan sekedar
untuk mendapat pujian, dlsb. Jelas sikap-sikap seperti ini akan
menghambat pekerjaan Tuhan. Namun jika pelayanan dimulai dengan
panggilan hati, maka apapun keadaannya akan tetap semangat dalam
melayani pekerjaan Tuhan.

Melalui keterpanggilan umat Israel, kita bisa belajar dari sikap
mereka, bagaimana keterlibatan mereka dalam membangun Kemah Suci. Saya
yakin dan sangat yakin, ketika kita memiliki sikap hati seperti umat
Israel dalam melibatkan diri untuk pekerjaan Tuhan, maka akan membawa
dampak yang luar biasa bagi pekerjaan Tuhan. Ketika kita memulai
segala sesuatu dengan dorongan dari hati atau memulai segala sesuatu
dengan hati yang tergerak, maka pekerjaan pelayanan Tuhan dimana pun
kita melayani akan membawa dampak yang luar biasa dan akan
menghasilkan hal-hal yang membawa kemuliaan bagi Tuhan. Jika jemaat
bekerjasama dan memulai semua pekerjaan Tuhan dengan hati yang
tergerak, baik dalam memberi sumbangan berupa materi maupun skill yang
dimiliki, maka apapun yang dibutuhkan dalam membangun pekerjaan Tuhan
akan tercukupi, bahkan bisa lebih dari apa yang dibutuhkan! Jika
sebagian besar jemaat memiliki pemahaman seperti ini, niscaya gereja
tidak perlu seperti "pengemis" seakan-akan tidak berdaya dalam
membangun pekerjaan Tuhan. Mau buktikan, mulailah aplikasikan firman
ini dalam pelayanan kita! Amin.
Baca Terusannya »»  

Berita Terkini

« »
« »
« »
Get this widget

Daftar Blog Saya

Komentar