Tulisan Jalan

Hidupku untuk mengharumkan nama-MU Jangan bersukcita ketika engkau berhasil dalam pelayanan, tetapi bersukcitalah karena namamu tercatat di Surga

Kau istimewa. Di seluruh dunia, tidak ada orang yang sepertimu. Sejak bumi diciptakan tidak ada orang lain yang sepertimu. Tidak ada orang lain yang memiliki senyummu, tidak ada yang memiliki matamu, hidungmu, rambutmu, tanganmu, suaramu. Kau istimewa. Tidak ada orang lain yang memiliki tulisan yang sama denganmu. Tidak ada orang lain yang memiliki selera akan makanan, pakaian, musik, atau seni sepertimu. Tidak ada orang lain yang memiliki cara pandang sepertimu. Sepanjang masa tidak ada orang lain yang tertawa sepertimu, tidak ada yang menangis sepertimu. Kaulah satu di antara seluruh ciptaan yang memiliki kemampuan seperti yang kau miliki. sampai selamanya, tidak akan ada orang yang akan pernah melihat, berbicara, berjalan, berpikir, atau bertindak seperti dirimu. Kau istimewa...kau langka. Tuhan telah menjadikanmu istimewa dengan satu tujuan yaitu MEMULIAKAN DIA

Cari Blog Ini

Selasa, 31 Juli 2012

BAHAGIA

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Waktu masih anak-anak, saya merasa begitu bahagia tidak ada beban,
tidak memikirkan yang macam-macam, yang ada hanya keinginan untuk main
terus. Ini hanyalah gambaran masa kecil yang hamper semua manusia
mengalaminya. Setelah menginjak masa di mana sudah mengenal sedih,
susah, dan penderitaan barulah saya membayangkan sebenarnya bahagia
itu seperti apa? Pernah waktu masih duduk di bangku SMP teman sebangku
sering membayangkan seandainya suatu waktu dia punya mobil yang bagus,
punya rumah yang mewah, punya istri yang cantik pasti hidupnya akan
bahagia! Apakah kebahagiaan dapat diukur dengan harta, atau dengan
kedudukan dan pangkat atau dengan memiliki istri yang cantik? Tentu
semua itu bukan menjadi tolak ukur untuk menyatakan seseorang itu
bahagia, lalu dimanakah kita memperoleh kebahagiaan sejati itu?
Seperti tertulis dalam nats Kitab Suci: "berbahagialah orang yang
murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan". Jika kita
menyimak pengajaran Yesus di atas tentu kita akan menyadari dan
mengerti sebenarnya kebahagiaan itu tidak jauh dari kita! Di mana ada
murah hati di situ ada kebahagiaan. Orang yang murah hati adalah orang
yang tulus memikirkan dan berbuat bagi orang lain. Apakah kita
menyadari dan apakah selama perjalanan hidup baik di dunia kerja,
studi, atau apapun yang digeluti sudah merasa bahagia? Atau sebaliknya
merasa dihantui oleh rasa takut, bersalah dan cemas? Kita dapat
merasakan kebahagiaan sejati jika kita mau melayani, mau berbagian,
mau menolong, mau menghibur dan mau peduli, membawa damai terhadap
sesama kita yang sangat menderita dalam arti yang sesungguhnya tanpa
memandang latar belakang. Tuhan telah memberi kita kehidupan dan
keselamatan secara Cuma-Cuma dengan demikian kita juga harus member
kepada sesame kita secara Cuma-Cuma, mungkin kita tidak punya harta
tetapi kita punya mulut, tangan, dan mata yang dapat menjadi saluran
berkat bagi sesame. Di sini saya ambil satu contoh perbuatan "kecil"
tetapi manfaatnya bagi orang lain sangat besar. Kita dapat meluangkan
waktu untuk mengunjungi Panti Tunanetra; di sana kita dapat berbuat
banyak misalnya: membantu membacakan buku pelajaran mereka, membantu
mengetik tugas mereka, dan mendengarkan keluh kesah mereka, serta
member dorongan dan semangat kepada mereka. Kita dapat juga berkunjung
ke Pnati JOmpo, di mana Oma dan Opa membutuhkan perhatian, kasih
saying dan teman ngobrol ataukah kita mau peduli pada anak jalanan.
Apakah hati kita tidak sedih melihat anak yang masih di bawah umur
sudah berkeliaran di jalanan tanpa mempedulikan keselamatan mereka
hanya untuk mengejar belas kasihan dari para penumpang? Namun sebelum
melangkah mungkin di sekitar tempat tinggal kita, teman kita, bahkan
dalam keluarga kita mereka juga perlu perhatian dari kita. Marilah
selagi masih sehat pergunakanlah waktu untuk peduli terhadap sesama
yang sangat membutuhkan uluran tangan dari kita. Belajarlah dari
teladan Tuhan kita Yesus, Ia berkata: "sesungguhnya segala sesuatu
yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudaraku yang paling hina
ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. By: Adrianus Pasasa
Baca Terusannya »»  

Sabtu, 28 Juli 2012

DETEKTOR

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Suatu waktu di negeri Hayalan diadakan sayembara untuk memilih orang yang selama hidupnya tidak pernah berbohong. Berita sayembara itu segera tersebar ke seluruh pelosok negeri  Hayalan beberapa saat setelah sayembara itu diumumkan. Penduduk sangat antusias untuk mengikuti sayembara ini, dari berbagai penjuru negeri mulai berdatangan tidak terkecuali miskin atau kaya, tua atau muda. Tidak ada syarat khusus untuk ikut dalam sayembara ini, dan dinyatakan terbuka untuk semua warga negeri Khayalan. Karena banyaknya warga yang mendaftarkan diri dalam sayembara ini, panitia menjadi kewalahan menanganinya.

Setelah beberapa waktu menunggu, tibalah saatnya untuk memilih orang yang tidak pernah berbohong selama hidupnya, tetapi lagi-lagi panitia kewalahan sebab dari sekian banyak peserta sayembara rata-rata mengaku tidak pernah berbohong. Panitia tidak kehilangan akal untuk menentukan pemenangnya, segera dikirim utusan untuk meminjam detektor kenohongan milik kepolisian di planet bumi. Dengan detektor ini akhirnya panitia dapat menentukan seorang pemenang sayembara.
Dari cerita ini  kita dapat membayangkan seandainya detektor di atas dapat digunakan untuk mendeteksi motivasi seseorang sebelum ia berbuat sesuatu, tentu hidup ini akan terasa lebih indah dan lebih menyenangkan sebab seseorang akan ketahuan motivasinya dalam berbuat sesuatu. Tetapi sampai saat ini detektor motivasi belum ada, hanya Tuhan-lah yang mengetahui motivasi dan isi hati seseorang. Mungkin dalam benak kita muncul berbagai pertanyaan: seseorang berbuat baik terhadap saya, apa motivasinya? Tuluskah dia? Atau ada sesuatu dibalik kebaikannya? “kita terlibat dalam pelayanan, motivasi kita apa?, “apa motivasi kita menjadi pengikut Yesus? Ikut-ikutan karena orang lain berbuat demikian? Ataukah ada U dibalik B?

Berpulang kepada kita, apakah motivasi kita baik dan tulus atau tidak, hanya Tuhan dan anda yang tahu. Seharusnya motivasi yang benar adalah: jika engkau makan/minum/jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah (1 Korintus 10:31). Tetapi celakanya seringkali Tuhan mendapatkan betapa liciknya hati, lebih licik dari segala sesuatu (Yeremia 17:9a). Sampai kapan kita berlaku licik di hadapan Tuhan yang sedang memandang kita setiap tarikan nafas kita? By: Adrianus Pasasa
Baca Terusannya »»  

Kamis, 26 Juli 2012

SIAPAKAH DIRIMU

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Liburan Desember lalu, saya sempat mengunjungi suatu daerah yang
masyarakatnya masih ketinggalan jauh jika dibandingkan dengan
masyarakat perkotaan. Meskipun demikian masyarakatnya rajin mengikuti
perkembangan dan situasi bangsa ini. Pernah suatu waktu kami
berdiskusi tentang kinerja wakil rakyat yang mengaku memperjuangkan
rakyat kecil, dengan polos mereka menjawab bagaimana bangsa ini mau
keluar dari krisis kalau kerja wakil rakyat dan pemimpin kita hanya
saling mencari kesalahan dan kejelekan mereka tanpa menyadari dirinya
masing-masing yang penuh dengan sandiwara dan kemunafikan. Seandainya
mereka mau mengoreksi diri tentu mereka akan mengetahui posisinya di
mana, tetapi sangat disayangkan mereka lebih mengenal lawan-lawan
mereka. Sadarkah kalau hal ini juga menghiasi hidup kita. Seringkali
kita ingin lebih banyak mengetahui diri orang lain dari pada diri kita
sendiri! Seandainya kita lebih mengenal diri kita, tentu kita akan
menyadari kelemahan dan kelebihan yang kita miliki, namun pada
kenyataannya kita lebih suka untuk mengenal orang lain melalui
berbagai cara dan pada umumnya kita selalu mencari kejelekan orang
dari pada kelebihan-kelebihan yang orang lain miliki. Jadi tidak aneh
kalau terjadi perselisihan dengan sesama yang hanya disebabkan
kesalahpahaman, kecemburuan, iri hati dan persaingan yang tidak sehat.
Dengan mudah kita menghakimi sesama kita dan menganggap diri kita yang
paling benar. “Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu,
sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimana engkau
dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu
dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu (Matius 7:3-4).
Belajarlah untuk mengenal diri sendiri, karena di dalam diri kita
banyak sekali kelebihan-kelebihan yang kita miliki, hanya saja belum
digali. Apabila suatu saat kita telah menemukannya maka akan
mendatangkan kebahagiaan yang tak ternilai bagi kita. Namun di dalam
dirimu juga ada kekurangan-kekurangan supaya kita jangan sombong.
“Jadilah dirimu sendiri, hindari untuk selalu membandingkan dirimu
dengan orang lain”. Hal ini hanya akan membuat kita tidak percaya
diri. “oleh karena engkau berharga dimata-Ku dan mulia, dan Aku
mengasihi enkau (Yesaya 43:4a). Camkanlah dalam hatimu bahwa kamu
dilahirkan ke dunia ini dengan rencana dan tujuan yang indah dan semua
itu kamu akan alami setelah kamu mengenal dan mau menerima dirimu apa
adanya. By: Adrianus Pasasa
Baca Terusannya »»  

Rabu, 25 Juli 2012

BOHONG

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Banyak orang yang terjebak menciptakan kebohongan supaya terlihat
hebat, bahkan lebih hebat dari siapa pun. Mereka berbicara begitu
tinggi sehingga tidak lagi bisa memakai akal sehat saat menciptakan
kebohongan. Mereka pikir semua orang bisa dibohongi begitu saja,
padahal tidak demikian. Mungkin orang yang mendengar terlihat seperti
mengangguk-anggukkan kepala, tetapi hatinya bisa saja bergumam, "Akh,
ceritamu tidak ada yang benar. Omongannya saja yang besar, padahal kan
dia tidak ada apa-apanya." Saat dusta sudah melekat pada langit-langit
mulut orang seperti itu, tanpa disadari setiap hari dia terbiasa
berdusta dan kehilangan kepercayaan dari orang-orang disekitarnya.
Lidah yang terikat pada dusta tidak hanya beresiko kehilangan
kepercayaan atau kesempatan, tetapi juga sangat berpotensi membawa
seseorang kepada penghukuman yang kekal. Keluarlah dari jerat dusta,
karena Tuhan membenci lidah dusta.
Baca Terusannya »»  

Selasa, 24 Juli 2012

PERSEKUTUAN

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Persekutuan yang erat dengan Tuhan akan membawa focus Anda tetap pada
rencananya dan menjadi kenderaan utama Allah untuk membawa umat-Nya
kepada penggenapan rencana-Nya. Persekutuan yang erat dapat dilakukan
melalui jam-jam doa, karena melalui doa Anda akan mendapat pengurapan
di dalam melayani-Nya, membaca Firman Tuhan supaya Ada diajar untuk
melayani dengan sikap hati yang benar, sehingga pelayanan Anda memberi
dampak yang besar dan kuat bagi umat Tuhan yang Anda layani.(by: Adrianus Pasasa)
Baca Terusannya »»  

BERSAKSI

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Ketika kesaksian lisan mendapat penolakan, dalam keheningan kita tetap
bisa bersaksi. Seperti halnya pemain pantomin yang berjuang
menyampaikan cerita dengan jelas meski tanpa kata-kata, demikian juga
dengan orang percaya harus jelas perilakunya. Jika perbuatan kita
tidak berpadanan dengan ucapan maka hancurlah kesaksian kita.
Dibutuhkan konsistensi perilaku agar orang lain yakin bahwa kita
benar-benar seorang kristiani yang penuh kasih. (by: Adrianus Pasasa)
Baca Terusannya »»  

Senin, 23 Juli 2012

PENYAKIT ROHANI

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Orang Kristen akan mengalami penyakit rohani jika terjadi
ketidakseimbangan. Ketidakseimbangan antara pengetahuan Alkitab yang
dimiliki dengan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Orang
seperti ini akan merugikan dan membebani banyak orang karena menjadi
batu sandungan bagi banyak orang. Sudah lama jadi Kristen tetapi tidak
menunjukkan kematangan Rohani, masih menghasut, mengkritik, suka
bertengkar, karakter yang tidak mencerminkan karakter Kristus.
Kerohanian sejati tidak diukur dari lamanya seseorang menjadi Kristen.
Orang yang sehat rohani, akan bersikap sesuai kebenaran Firman Tuhan,
dan menjadi berkat bagi orang lain. (by: Adrianus Pasasa)
Baca Terusannya »»  

DOSA

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Dosa selalu mengacaukan persekutuan antara Allah dan manusia. Dosa
menghalangi persekutuan antara Allah dan manusia. Dosa menghalangi
seseorng untuk efektif dalam pelayanan, dan Dosa menyebabkan Anda
kehilangan otoritas dalam dunia Rohani dan Iblis akan menertawakan
Anda. Ketika Anda membuat keputusan untuk tidak berbuat dosa, ketika
itulah cobaan-cobaan akan mulai tercurah ke atas Anda seperti hujan.
Anda akan diserang oleh segala jenis cobaan yang pernah ada, tetapi
alangkah indahnya jika dalam situasi itu Anda tidak jatuh ke dalam
pencobaan. Kembangkan perasaan benci terhadap dosa dalam diri Anda,
bahkan lebih dari itu Anda tidak ingin berpikir tentang dosa. (by:
Adrianus Pasasa)
Baca Terusannya »»  

DOA

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Tinggal di bawah sayap Allah hanya mungkin melalui doa. Jika kehidupan
doa seseorang lemah, Ia kurang memiliki kuasa dalam dunia Roh. Semakin
banyak Anda berdoa, semakin banyak pengaruh yang akan Anda miliki
dalam dunia rohani. Doa adalah fondasi untuk memulai apapun yang
rohani. Tidak ada kemenangan tanpa doa, anda akan banyak menghadapi
pertempuran. Kehidupan doa adalah langkah pertama bagi orang yang mau
di pakai Tuhan. Tidak ada pengurapan tanpa doa. Mungkin Anda lulusan
teologi, tetapi tanpa pengurapan, apa yang Anda pelajari hanya menjadi
pengetahuan yang membuat Anda sombong. Jika Anda memiliki kehidupan
doa yang konsisten, maka orang akan melihat Allah ada dalam kehidupan
Anda. Namun pengurapan tanpa pengetahuan firman Tuhan juga tidak
berhasil atau tidak berdampak apa-apa. Doa adalah kunci kepada keberhasilan dalam pekerjaan rohani apapun. Biarkanlah Dia mengangkat pelayanan Anda dan memimpin Anda kepada keberhasilan dan kemenangan. (by: adrianus Pasasa)
Baca Terusannya »»  

Minggu, 15 Juli 2012

PELITA TUBUH

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Nats: Lukas 11:33-36
Ibadah Remaja, 14 Juli 2012: GPdI Pasir Nangka
Oleh : Adrianus Pasasa, S.T, MA

Masa kecil saya lalui di kampung, di mana belum ada penerangan seperti
di kota. Tiap malam kami menggunakan obor yang terbuat dari bambu
dengan bahan bakar minyak tanah. Obor inilah yang kami gunakan sebagai
sarana penerangan untuk melakukan aktifitas di malam hari termasuk
belajar. Supaya seisi rumah mendapat terang, maka obor atau pelita
tersebut harus diletakkan pada tempat yang tinggi, seperti di atas
meja supaya bisa menerangi seisi rumah.

Firman Tuhan pada malam hari ini, mengajak kita untuk melihat suatu
perumpamaan yang disampaikan oleh Tuhan Yesus tentang pelita tubuh.
Pelita adalah lampu dengan bahan bakar minyak. Tuhan Yesus
mengumpamakan mata sebagai pelita tubuh, atau lampu tubuh. Lampu
fungsinya untuk menerangi, jadi mata adalah pelita tubuh atau lampu
tubuh yang berfungsi untuk menerangi seluruh tubuh.

Supaya seluruh tubuh dapat diterangi, maka lampu itu harus diletakkan
di atas kaki dian. Kaki dian adalah alat untuk menyangga lampu supaya
cahanya dapat dilihat oleh semua orang. Orang yang menyalakan lampu
tidak akan meletakkan lampu itu di bawah kolong rumah/meja, karena
cahanya tidak akan kelihatan. Tuhan Yesus mengatakan bahwa mata
adalah pelita tubuh, jika mata baik, maka teranglah seluruh tubuh.
Jika mata jahat, maka gelaplah seluruh tubuh. Dapat disimpulkan bahwa
mata memiliki peran yang sangat penting bagi tubuh. Kenapa dikatakan
demikian? Kita akan melihat dua hal yang ingin di sampaikan oleh Tuhan
Yesus:
1. Mata dalam arti jasmani
Mata secara jasmani jika digunakan dengan baik, maka akan membawa
dampak yang baik bagi seluruh tubuh. Segala sesuatu dimulai dari
penglihatan, kejahatan dapat muncul dalam hati seseorang ketika mata
melihat sesuatu, dan sebaliknya seseorang dapat berbuat kebaikan
ketika matanya melihat sesuatu. Mata diberikan untuk melihat banyak
hal, ketika kita menutup atau memejamkan mata maka yang kelihatan
hanya satu yaitu kegelapan. Tetapi ketika kita membuka mata, maka akan
kelihatan banyak hal. Jika kita tidak bijaksana dalam menggunakan
mata, maka mata dapat membawa kebinasaan bagi seluruh tubuh. Ketika
saya hendak ke luar rumah, saya selalu mendapat pesan dari istri,
pakai "kaca mata" kuda. Artinya jaga matamu, karena matamu adalah
pelita tubuhmu. Jika mata kita pakai untuk memandang hal-hal yang
baik/terang, maka seluruh tubuh kita dengan sendirinya melakukan
hal-hal yang baik/terang. Jika tubuh kita terang, maka orang yang
melihatnya akan memuliakan Tuhan (Matius 5:16). Tuhan menghendaki
hidup kita sempurna (Matius 5:29). Marilah kita memulai dengan belajar
menjaga mata.

2. Mata dalam arti rohani
Mata secara rohani yaitu kemampuan untuk melihat dan mengerti hal-hal
rohani. Tuhan Yesus dalam pelayanannya berusaha untuk membuka mata
rohani orang yang dilayaninya supaya mereka mengerti dan memahami apa
yang Tuhan Yesus ajarkan. Jika mata rohani kita baik, maka kita akan
mampu untuk memahami dan mengerti firman Tuhan, mengerti akan
rancangan Tuhan dalam kehidupan, mampu membedakan mana yang menjadi
kehendak Tuhan, memiliki hati yang takut akan Tuhan. Banyak orang yang
tidak memahami Injil, bukan karena mereka bodoh, tetapi mereka tidak
mempunyai penglihatan rohani atau buta secara rohani, sehingga mereka
tidak mengerti perkara-perkara rohani.

Alangkah indahnya jika kita memiliki penglihatan jasmani yang baik dan
juga memiliki penglihatan rohani yang baik. Apa yang firman Tuhan
katakan akan tergenapi dalam kehidupan kita yaitu seluruh tubuhmu akan
menjadi terang, tidak akan ada bagian yang gelap lagi. Dengan demikian
orang akan melihat gambaran Yesus ada dalam diri kita dan orang yang
melihatnya akan memuliakan Bapa di Surga (Matius 5:16).

Apa yang harus dilakukan? Walaupun kita sudah hidup dalam terang, kita
harus selalu waspada. Terang yang sudah ada pada kita harus tetap
dipertahankan dan selalu dipelihara, sehingga tidak menjadi kegelapan,
tetap konsisten. Jangan sampai habis gelap terbitlah terang, habis
terang terbitlah gelap, tentu hal ini tidak dikehendaki Tuhan, Ia mau
supaya kita terus bertumbuh di dalam terang yang sudah kita miliki.
Bagaimana caranya? Belajar untuk meletakkan pelita pada tempat yang
benar. Bagaimana dengan saudara, apakah pelitanya sudah ada pada
posisi yang benar? Jika belum perbaiki sekaranglah saatnya, supaya
terang itu menjadi bagian hidupmu selamanya. Amin
Baca Terusannya »»  

Kamis, 05 Juli 2012

KEKUATAN SEORANG MURID

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Nats: Lukas 9:1-6; 10:1-12
Ibadah: Malam Pujian dan Penyembahan (MPP Palalangon), Selasa: 3 Juli 2012
Oleh: Adrianus Pasasa, M.A

Dalam sistim birokrasi pemerintahan ada pemimpin dan ada bawahan.
Seorang pemimpin dapat mendelegasikan atau memberi mandat kepada
bawahannya untuk melakukan suatu tugas. Mandat yang diberikan oleh
pimpinan biasanya disertai dengan surat kuasa yang akan memberikan
wewenang kepada bawahannya supaya tugas yang diperintahkan dapat
dijalankan tanpa dihalangi oleh orang lain. orang yang diberi wewenang
oleh pimpinannya sebelum menjalankan tugas, terlebih dahulu mereka
dibekali supaya tugas yang akan diembannya dapat terlaksana sesuai
dengan perintah atasannya.
Dalam pembacaan kita pada hari ini, Tuhan Yesus dalam mengutus kedua
belas murid-Nya, telah membekali mereka dengan memberi tenaga dan
kuasa. Mengapa Tuhan Yesus membekali mereka dengan tenaga dan kuasa?
Kenapa bukan bekal dalam perjalanan!

TENAGA: Menurut KBBI tenaga adalah daya atau kekuatan yang dapat
menggerakkan sesuatu. Tuhan Yesus memberikan tenaga supaya para murid
memiliki daya atau kekuatan untuk menggerakkan pemberitaan Injil
(memberitakan Kerajaan Allah), kabar baik tentang keselamatan dari
Allah. Lukas 10:9, dan sembuhkanlah orang-orang yang ada disitu dan
katakanlah kepada mereka bahwa Kerajaan Allah sudah dekat padamu.
Proses pemberitaan Kerajaan Allah bukanlah hal yang mudah dan akan
mengalami banyak tantangan, tetapi dengan tenaga yang diberikan Tuhan
Yesus tantangan dan persoalan bukan lagi menjadi penghambat bagi
proses pemberitaan Kerajaan Allah. Tenaga itu akan menjadi kekuatan
yang selalu mendorong para murid untuk terus menyampaikan Injil
Kerajaan Allah.

KUASA: menurut KBBI Kuasa adalah kemampuan atau kesanggupan untuk
berbuat sesuatu, diberi wewenang untuk berbuat sesuatu. Tuhan Yesus
memberikan kuasa kepada para murid-Nya supaya mereka memiliki
kemampuan, kesanggupan, wewenang untuk menguasai setan-setan dan
menyembuhkan penyakit-penyakit. Melalui berbagai cara Setan selalu
berusaha untuk menyesatkan manusia, tetapi dengan kuasa yang diberikan
Tuhan Yesus setan itu tidak punya kemampuan lagi untuk menguasai
murid-Nya, justru sebaliknya setan-setan itu dibawah kekuasaan
murid-Nya. Demikian juga dengan sakit penyakit akan dipulihkan oleh
para murid dengan kuasa yang telah diberikan oleh Tuhan Yesus. Dalam
Lukas 10:19 Tuhan Yesus juga memberikan kuasa untuk menginjak ular dan
kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh. Tenaga dan kuasa
yang diberikan oleh Tuhan Yesus, itulah yang akan memampukan seorang
murid dalam menjalankan tugas panggilannya.

SYARAT SEORANG YANG DIUTUS (Lukas 10:4-11)
Tuhan Yesus memberikan persyaratan kepada para murid-Nya yang akan
diutus yaitu: jangan membawa apa-apa dalam perjalanan, jangan membawa
tongkat atau bekal, roti atau uang, dua helai baju. Syarat seorang
utusan hanya boleh menaruh pengharapan kepada pengutusnya yaitu Tuhan
Yesus, tidak mengandalkan kekuatan sendiri dan tidak menaruh
pengharapannya kepada kekuatan manusia. Tuhan Yesus adalah sumber
kebutuhan yang akan mencukupi apa yang diperlukan oleh orang yang
diutus-Nya. Tuhan Yesus mengatakan kalau kamu diterima dalam suatu
rumah, tinggalah disitu sampai kamu berangkat dari situ, kalau kamu
ditolak keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu
sebagai peringatan kepada mereka ( Luk 10:5-11; Kis 13:51). Tuhan
dapat memakai siapa saja dan apa saja untuk menolong orang yang akan
diutusnya. Jadi intinya seorang yang diutus pasti kebutuhannya akan
selalu dicukupi oleh pengutus-Nya.

DIUTUS KE MANA?
Setelah dibekali dengan tenaga dan kuasa dan sudah memahami
persyaratan-persyaratan, pertanyaan selanjutnya akan diutus ke mana?
Dalam Lukas 10:3, TUhan Yesus katakan akan diutus ke tengah-tengah
serigala. Walaupun diutus ke medan yang berat, tetap ingat bahwa
seorang utusan hanya bersandar sepenuhnya kepada pengutusnya, bukan
bersandar setengah hati. Ingat bahwa sebelum diutus sudah diberi
tenaga dan kuasa untuk mengalahkan musuh baik setan-setan,
penyakit-penyakit, maupun kekuatan-kekuatan musuh yang lainnya. Jadi
kemanapun diutus, bukanlah suatu persoalan atau masalah karena seorang
pengutus tidak pernah salah mengutus. Jika diutus ketempat yang
menurut pandangan manusia tidak menguntungkan, tetapi menurut
pandangan Sang Pengutus, Dia telah merancangkan sesuatu yang baik bagi
tempat itu. Intinya seorang utusan setia saja pada rancangan Sang
Pengutus.

BAGAIMANA HASILNYA?
Murid yang taat dan setia menjalankan apa yang diamanatkan oleh
pengutusnya akan menuai hasilnya, dalam pembacaan kita hari ini dapat
kita lihat bukti-buktinya: mereka memiliki kemampuan untuk
memberitakan Injil di berbagai tempat, mereka mengelilingi
semua/segala desa untuk memberitakan Injil. Mereka memiliki kemampuan
untuk menyembuhkan penyakit, mereka menyembuhkan orang sakit di segala
tempat. Mereka memiliki kemampuan untuk menguasai setan-setan,
setan-setan takluk karena nama Yesus (Luk 10:17). Satu pesan Tuhan
Yesus (Luk 10:20), jangan bersukacita karena berhasil dalam
pelayananmu, tetapi bersukacitalah karena namamu tercatat di Surga.

Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, yakin dan percayalah bahwa ke mana
pun kita pergi diutus oleh Tuhan, jangan pernah takut dan kuatir
karena kita telah diperlengkapi dengan tenaga dan kuasa. Hal inilah
yang akan memampukan kita sebagai seorang murid untuk terus berkarya
bagi kemuliaan nama-Nya. Amin
Baca Terusannya »»  

Senin, 02 Juli 2012

KRISTEN BURUNG WALET DAN KRISTEN POHON KARET

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Oleh: Rev. Hans Andrias

"Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus,
bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya,
supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya" (2Korintus 8:9).

Pada suatu waktu saya mendapat kesempatan dari Tuhan Yesus melayani di
Propinsi Bengkulu. Kesempatan yang begitu indah. Berkesan manis. Saya
menginap di rumah seorang ketua majelis jemaat sebuah gereja di sana.
Orangnya ramah dan murah senyum. Ia memiliki sebuah toko berlantai
lebih dari dua. Mungkin empat lantai semuanya. Saat sarapan pagi
bersama keluarga ini, si ketua majelis menjelaskan panjang lebar
tentang sarang burung walet - karena rumahnya yang paling atas
dijadikannya sebagai tempat burung-burung walet bersarang - sambil
memperlihatkan sarang walet kepada saya. Nampaknya ini bisnis
sampingannya yang mendatangkan berkat tidak sedikit. Sarang burung
walet terkenal disukai orang-orang berduit sebagai makanan kesehatan.
Khususnya di negeri China sana. Sudah tentu harganya per kilogram
jangan ditanya. Bunyinya berjut-jut sampai orang terkejut-jut….

Tak lama setelah mendengar cerita sarang walet itu, terlintas dalam
benak saya, seolah-olah Tuhan Sang Pencipta bertanya di relung hati
saya terdalam: "Hans bisakah engkau menjadi seorang Kristen seperti
burung walet itu?" Kristen walet? Wow… pagi itu Tuhan Yesus sangat
luar biasa mengajari saya melalui burung Walet. Ternyata ada beberapa
hal indah yang bisa saya teladani dari burung walet. Apa itu? Pertama,
si burung walet itu tidak pernah menuntut dilayani, diberikan minum,
makan, pakaian, dan pelayanan yang sangat memuaskan sebagai tamu yang
sangat spesial dari si empunya rumah, padahal ia datang membawa uang
yang begitu banyak kepada si tuan rumah. Sejatinya ia layak dilayani
seperti tamu hotel berbintang lima bukan? Si burung walet membuat
sarang dengan air liurnya. Setelah sarang itu jadi, si pemilik rumah
tinggal naik ke atas rumah dan mengambil sarang itu, lalu menjualnya
dengan harga puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah. Kedua, si walet
tidak pernah menggerutu ketika sarangnya diambil untuk dijual. Ia
tidak pernah marah bin ngambek meninggalkan rumah si pemilik gedung
itu kemudian ngacir mencari tempat yang baru. Tidak juga ia
memprovokasi teman-temannya untuk berdemonstrasi agar tidak bersarang
lagi di sana. Tidak. Ia bersama kawan-kawannya tetap saja memberikan
keuntungan ratusan juta rupiah kepada si pemilik rumah. Ketiga, si
walet tetap dapat berkicau merdu walaupun hidupnya hanya dimanfaatkan
orang. Baginya hidup adalah untuk melayani, memberi dan memberi
semata. Keempat, keuntungan yang diberikan si walet bukan sehari dua
hari saja tetapi dalam jangka yang panjang kepada si pemilik gedung.
Banyak orang bisa menolong orang lain dengan pergorbanan yang besar
bahkan sangat besar bila waktunya sekali dua kali saja. Tetapi adakah
orang yang mau berkorban terus menerus meskipun dia seorang
konglomerat? Yang acapkali terjadi, belum membantu sesenpun sudah
banyak alasan keluar dari bibir mulut kita, bukan? Yang parahnya
seringkali bukan kita berkorban melainkan mengorbankan orang lain demi
kepentingan diri sendiri. Beda dengan si walet. Walet sudah teruji.
Ia tidak pernah bosan membagi berkat terus menerus. Dalam jangka
panjang.

Bagaimana dengan kita sebagai jemaat, pendeta, penginjil, majelis, dan
aktifis gereja? Sudahkah kita menjadi seperti burung walet yang hanya
melayani tanpa menuntut untuk dilayani? Sudah dan sudikah kita
melayani tanpa bersungut-sungut? Adakah sukacita di hati terdalam
ketika kita melayani Tuhan dan sesama? Ketika seseorang datang kepada
kita untuk meminta pertolongan bagaimana reaksi kita? Apakah kita
berkata dalam hati, "Puji Tuhan, Tuhan percayakan saya melayani
saudara ini." Ataukah reaksi kita langsung memancarkan "wajah nenas"?
Adakah kita dapat menangis dengan orang yang menangis? Bersedih dengan
orang yang bersedih? Ataukah kita berharap agar orang itu segera pergi
saja dari hadapan kita? Seperti burung walet, akan terus bertahankah
kita dalam jangka panjang untuk menjadi saluran berkat, kebaikan, dan
keuntungan bagi mereka yang butuh pertolongan? Atau kita berkata dalam
hati, "Ya… dia lagi, dia lagi, bosan euy lihat mukanya!"

Bagaimana dengan hidup kita selama ini? Barangkali gaya hidup kita
berbalikpunggung dengan hidup si walet. Seharusnya binatang yang
belajar dari manusia bukan? Tetapi jangan malu bila memang kita harus
belajar dari binatang. Tuhan sendiri pernah menyuruh manusia agar
belajar dari binatang (Amsal 30:24-32). Mari kita jujur pada diri kita
sendiri, adakah kita melayani seperti si walet yang sehari-harinya
selalu bergairah memberi dan memberi sambil bernyanyi? Ataukah kita
selalu berpikir, "saya mendapat untung apa bila melayani dia?" Saya
akan diberi "amplop" atau tidak ya, kalau saya pergi mendoakan jemaat?
Sebagai jemaat, pengurus, aktifis, dan hamba Tuhan di gereja ataupun
di lembaga-lembaga pelayanan, seberapa rajinkah kita saling
memerhatikan, mengunjungi, menanyakan keadaan, dan memberikan
perhatian kasih kepada yang lain? Ketika seseorang sedang bergumul
kesusahan, penuh air mata, adakah hati kita tergerak oleh belaskasihan
untuk menyeka air mata mereka? Atau justru kita sebaliknya menggerutu
dan menghakimi, "Siapa suruh? Rasakan akibatnya sekarang!" Dan yang
menyedihkan bukannya menolong malah kita menjadi juru bisik sehingga
situasi makin tidak kondusif. Pernahkah kita merenungkan siapakah yang
Tuhan suruh kita layani? Yesus berkata: "Sesungguhnya segala sesuatu
yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina
ini, kamu telah melakukannya untuk Aku." (Matius 25:40). Sekarang kita
sudah tahu siapa yang kita perlu layani. Nah, lebih suka mana,
mengunjungi dan melayani si elite atau si pailit? Kita sendirilah yang
paling tahu jawabannya!

Lalu, beberapa hari kemudian saya berkesempatan lagi mengunjungi
sebuah desa yang tidak terlalu jauh dari kota Bengkulu. Di sepanjang
perjalanan saya melihat ribuan pohon karet berdiri berderet-deret
rapi. Indah nian pemandangannya. Sebagian pohon karet itu terlihat
sedang disayat-sayat oleh pisau sadap di tangan sang petani. Dari
sayatan itu keluarlah cairan getah karet yang berwarna putih. Pada
hari-hari tertentu para petani karet mengambil getah karet lalu
dijual. Di sepanjang perjalanan siang itu, seolah Tuhan bertanya
kepada saya: "Bisakah engkau menjadi orang Kristen seperti pohon karet
itu?" Wow pertanyaan yang berat. Ya, berat sekali untuk dijawab.
Adakah di antara kita yang rela tegak berdiri menerima sayatan demi
sayatan yang membuat batin ini berdarah-darah tanpa secuilpun rasa
untuk memberontak paling tidak melepaskan diri darinya? Ya Tuhan,
betapa dalamnya hikmat dan tantangan yang Engkau berikan. Pohon karet
itu rela terluka-luka. Sudi berdarah-darah. Sakit. Sungguh amat sakit.
Bukan sekali dua kali, tetapi sepanjang hidupnya ia menerima sayatan
demi sayatan untuk menghidupi petani dan keluarganya bahkan berguna
bagi kebutuhan umat manusia di bumi ini. Pohon karet paling tidak bagi
saya adalah lambang pengorbanan yang sejati dan tiada putus-putusnya
sampai akhir hidup. Petani memang merawat dan memberikan pupuk sebagai
makanan bagi pohon karet supaya ia tetap hidup. Namun itu semata-mata
supaya sang petani dapat mengambil cairan getahnya. Tubuh pohon karet
menjadi tidak mulus, kasar, penuh bekas luka sayatan yang tak elok
dipandang mata. Akhirnya ia tidak dapat lagi menghasilkan getah karet
buat si petani dan ia pun mati ketuaan.

Lagi-lagi bagaimana dengan kita? Sudah berapa lama kita melewati
jalan persembahan kita melayani di ladang Tuhan? Sudahkah kita menjadi
orang Kristen seperti pohon karet itu? Barangkali Saudara dan saya
pernah mengalami atau mungkin sekali Anda yang sedang membaca tulisan
ini sedang tersayat-sayat dan terluka-luka dengan tutur kata, sikap,
dan perilaku orang-orang lain? Mungkin Anda sedang dalam kepahitan
bahkan sekarangpun air matamu masih terus membasahi pipimu? Saya hanya
bisa berpesan melalui tulisan ini, kuatkanlah hatimu. Berjalanlah
terus dalam imanmu yang berfokus hanya kepada Tuhan Yesus. Layani Dia
terus setia sampai akhir. Saya pun pernah mengalami sayatan-sayatan
hingga terluka-luka, berdarah-darah. Seorang pendeta memborbardir saya
dengan fitnahannya ke mana-mana. Saya pernah diboikot tatkala akan
berkhotbah di suatu kebaktian oleh karena tajamnya fitnahannya. Ia
menyebarluaskan fitnahannya bahwa saya telah memerkaya diri dengan
mencuri uang bantuan gereja. Saya dikatakan telah memanfaatkan
pelayanan orang-orang miskin demi memberi makan dan minum istri dan
anak-anakku. Saya dituduh telah menjual kemiskinan orang-orang miskin
demi mempertahankan hidup saya dan keluarga. Yang paling perih, saya
dikutuknya akan menjadi seperti Ananias dan Safira yang menipu Roh
Kudus karena tidak mengakui bahwa saya telah mencuri uang bantuan
gereja. Betapa amat perih, sedih, dan pahit hati saya. Hampir saja
saya terjatuh dalam dosa. Saya sungguh berhasrat memberontak dan
membalas dengan cara-cara yang lebih hebat. Tetapi puji Tuhan, Dia
menghalangi hasrat iblis itu untuk membalas kejahatan dengan
kejahatan. Sebaliknya diberikan-Nya hati baru yang berbelaskasihan
pada si pemfitnah itu. Ajaib Tuhanku! Sang pendeta kini mengalami
kemunduran pelayanan yang amat memprihatinkan. Doa saya kiranya Tuhan
mengampuni dan mau memakainya kembali di ladang Tuhan. Semoga doa saya
dijawab Tuhan.

Puji Tuhan, saya boleh merenungkan hidup si pohon karet itu yang rela
diam meski disayat-sayat hingga terluka-luka. Bahkan terus
menghasilkan kebaikan demi kebaikan dan keuntungan demi keuntungan
bagi yang menyayat dan melukainya. Sejatinya Yesuslah yang telah
terlebih dulu merasakan betapa pahitnya diperlakukan kejam dan tak
adil. Ia telah meninggalkan teladan sempurna kepada kita. Kita
belajar dari kitab Yesaya 53:7: "Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan
diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang
dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan
orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya."
Yesus Kristus dengan rela telah menjadikan diri-Nya yang amat kaya,
penuh kuasa dan kemuliaan itu sebagai hamba yang sangat miskin dan
menderita hingga tergantung mati di kayu salib disamakan dengan para
penjahat terkutuk. Sengsara dan kematian Yesus di salib memberikan
dampak yang maha dahsyat bagi kita. Ya kita yang penuh kejijikan dosa,
yang tiada berguna sama sekali karena menjadi seteru Allah, yang hanya
pantas dilemparkan ke dalam bara api neraka kekal. Tetapi melalui
karya-Nya di salib itulah kita diselamatkan dari kematian yang
mengerikan bahkan oleh karena cucuran darah-Nya kita dapat menikmati
kepuasan sejati yang tiada tara bersama-Nya di surga permai.

Sampai di sini saya merenung sedalam-dalamnya, mengapa umat Kristen
zaman ini sebagian besar jatuh terkapar dan tidak mampu menghasilkan
buah-buah yang mampu menyejahterakan bangsanya dan umat manusia di
bumi ini? Hanya ada satu jawabannya. Memang kita seringkali tidak
diajari oleh para pengkhotbah bahwa mengikut Kristus bukan hanya
beriman tetapi juga berjuang dan menderita di dunia ini demi Dia.
Filipi 1:29 mengatakan demikian: "Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan
saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita
untuk Dia." "Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau
mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap
hari dan mengikut Aku" (Lukas 9:23). Barangsiapa tidak memikul
salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku" (Lukas
14:27). Saudaraku, tunggu dulu! Mengikut Yesus tidak melulu
menderita. Ingat pada akhirnya saudara dan saya akan menikmati puncak
kenikmatan sejati dalam keabadian masa. Firman Tuhan dalam Wahyu
2:7,11,17; 2:26; 3:5, 12,21; 21:7 berkata: Siapa bertelinga,
hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat:
Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang
ada di Taman Firdaus Allah." Siapa bertelinga, hendaklah ia
mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa
menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang
kedua."Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan
Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan
dari manna yang tersembunyi; dan Aku akan mengaruniakan kepadanya batu
putih, yang di atasnya tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh
siapapun, selain oleh yang menerimanya." Dan barangsiapa menang dan
melakukan pekerjaan-Ku sampai kesudahannya, kepadanya akan
Kukaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa; Barangsiapa menang, ia akan
dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus
namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di
hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. Barangsiapa menang,
ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak
akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku,
nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari
Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru. Barangsiapa menang, ia akan
Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana
Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas
takhta-Nya. Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan
Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anak-Ku. Inilah daftar
penghiburan sejati untuk mereka yang mengikuti Yesus dalam iman yang
benar dan yang ikut menderita bagi-Nya.

Maafkan saya saudaraku, izinkanlah saya mengatakan suatu kebenaran.
Sekarang ini terlalu banyak orang yang menamakan diri hamba Tuhan yang
mengajarkan kepalsuan. Menyimpang dari ajaran Alkitab. Mereka
berkhotbah bahwa menjadi orang Kristen harus mengklaim janji-janji
Tuhan bagi kesejahteraan, kesehatan, kekayaan yang bersifat jasmaniah
dan materialistis. Dan terlalu banyak orang Kristen saat ini yang
tersesat oleh khotbah-khotbah hamba Tuhan demikian. Khotbah-khotbah
zona nyaman telah membius jutaan umat Kristen saat ini. Mereka menolak
pikul salib dan kuk dalam mengiring Yesus dan menggantikannya dengan
kenikmatan-kenikmatan palsu yang diiming-imingi para pendeta
materialistis ini. Betapa memilukan dan memalukan kekristenan zaman
ini.

Izinkan saya dipenghujung tulisan ini menyampaikan kepada Anda yang
pernah terluka dan yang sedang terluka-luka serta tersayat-sayat perih
hingga saat ini demi mengiringi Tuhan Yesus. Mari, tinggalkan segera
segala kepahitanmu. Belajarlah dari pohon karet itu dan terutama
pandanglah Tuhan kita Yesus Kristus yang telah terlebih dulu merasakan
betapa sakitnya disayat-sayat hingga terluka-luka dan berdarah-darah,
bahkan mati. Semua itu dilakukan-Nya demi kebahagiaan sejati buat
saudara dan saya. Ingat berkat-berkat bagi orang yang mengikut Yesus
setia hingga akhir dalam Mazmur 126:5-6, Wahyu 2:7,11,17; 2:26; 3:5,
12,21; 21:7.

Marilah kita menjadi Kristen burung walet dan Kristen pohon karet yang
tercermin jelas dan bening dalam kehidupan Yesus Kristus. Sekalipun Ia
kaya, namun karena kita yang berdosa ini, Ia rela menjadi miskin
supaya kita menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya. Dia dianiaya,
tetapi Dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulut-Nya"
(2Korintus 8:9, Yesaya 53:7). Hidup seperti inilah yang sangat
didambakan-Nya dari kita. Amin! Rev. Hans Andrias
Baca Terusannya »»  

Minggu, 03 Juni 2012

Dosa dan Turunannya

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Nats: Yosua 7:7-13; Yesaya 59:1-2
Ibadah: Pemuda Remaja GPdI Pasir Nangka, Sabtu: 2 Juni 2012
Oleh: Adrianus Pasasa, M.A

Dari perikop yang kita baca pada malam ini, diceritakan tentang bangsa
Israel yang mengalami kekalahan akibat dosa yang dilakukan oleh
seorang pria yang bernama Akhan. Dia telah melakukan perbuatan yang
melanggar apa yang dititahkan oleh Tuhan, yaitu mencuri dan
menyembunyikan barang hasil rampasan setelah berhasil menaklukkan
Yerikho. Barang tersebut harusnya dikhususkan dalam kemah Tuhan,
tetapi Akhan mencurinya dan menyembunyikan dalam kemahnya. Akibat
perbuatan Akhan ini Allah memalingkan mukanya dari Israel dan Israel
mengalami kekalahan dan tidak sanggup menghadapi musuhnya (bangsa Ai).
Di sini kita melihat bahwa dosa yang dilakukan oleh Akhan dampaknya
luar sangat besar bagi bangsa Israel.

Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus, pelanggaran terhadap apa yang
telah dititahkan oleh Tuhan adalah perbuatan yang keji di mata Tuhan,
dan hal ini akan membawa dampak yang luas dalam kehidupan kita. Dosa
akan selalu mengacaukan persekutuan antara Allah dan manusia, dosa
tidak hanya mengacaukan persekutuan antara manusia dengan Allah,
tetapi dosa juga akan menghalangi persekutuan antar Allah dan manusia.
Selain itu dosa juga akan menghalangi seseorang untuk menjadi aktif
dalam pelayanan, dan dosa akan menyebabkan seseorang akan kehilangan
otoritas dalam dunia rohani dan ini menjadi celah bagi Iblis akan
menetawakan orang-orang percaya. Sekecil apapun dosa yang kita
lakukan, dampaknya bisa menghancurkan pelayanan dan masa depan
seseorang. Kekalahan yang dialami oleh bangsa Israel, karena
diakibatkan oleh perbuatan satu orang, tetapi dampaknya dialami oleh
seluruh bangsa Israel, yaitu ketidakmampuan dalam menghadapi musuhnya.
Hal ini terjadi karena Allah telah memalingkan mukanya dari Israel
karena perbuatan dosa. Bangsa Ai yang kecil dapat menciutkan nyali
bangsa Israel yang jumlahnya lebih besar. Tuhan tidak mau melihat dosa
sekecil apapun dalam hidup umat-Nya, karena dosa itu akan
menghancurkan persekutuan/hubungan umat-Nya dengan diri-Nya.

Sebagai orang yang telah hidup dalam Kristus, apa yang seharusnya kita
lakukan supaya terhindar dari dosa dan tidak menjadi budak dosa. Orang
percaya hidupnya harus benar dan teratur, benar dalam arti hidupnya
harus kudus, tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Allah
(Ibrani 12:14). Orang percaya harus selalu menyatakan kebenaran, jika
ya katakan ya, jika tidak katakana tidak, jangan mengikuti apa kata
dunia, tetapi harus menyatakan kebenaran di tengah-tengah
ketidakbenaran. Orang percaya harus tetap setia berpegang pada
kebenaran firman Tuhan, dan memberitakan serta menyatakan kebenaran
itu kepada orang lain. Orang percaya tidak boleh kompromi dengan dosa
atau memberi toleransi terhadap dosa, karena ketika cela terbuka maka
ini akan dimanfaatkan oleh Iblis untuk memperalat orang-orang percaya.
Satu hal yang harus diingat bahwa di dalam menghadapi dosa jangan
gunakan cara-cara duniawi atau berusaha mengalahkan atau mencegah dosa
dengan kekuatan sendiri, hal ini tidak akan pernah berhasil.
Biarkanlah firman Tuhan melakukan pekerjaan ini, minta Roh Kudus
campur tangah supaya memampukan kita untuk mencegah dosa itu. Orang
percaya harus selalu mengawasi kehidupannya, kehidupan kita dibalik
layar harus sesuai dengan kehidupan kita di atas panggung, apa yang
kita katakan harus sesuai dengan cara hidup kita, supaya tidak menjadi
batu sandungan bagi orang lain. Rasul Paulus dalam 1 Korintus 9:27,
mengatakan sesudah aku memberitakan Injil kepada orang lain, jangan
sampai aku sendiri di tolak.
Ketika orang percaya membuat keputusan untuk tidak berbuat dosa,
ketika itulah cobaan-cobaan akan mulai tercurah ke atas kita seperti
hujan. Kita akan menghadapi orang-orang yang menjengkelkan, menghadapi
orang-orang yang akan menginjak-injak dan meremehkan kita, menghadapi
orang-orang yang membuat kesal sehingga kita kehilangan kesabaran,
kita akan diserang oleh segala jenis cobaan yang pernah ada. Tetapi
alangkah indahnya, jika dalam situasi seperti ini, kita tidak jatuh ke
dalam pencobaan.

Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus, marilah kita kembangkan perasaan
benci terhadap dosa dalam diri kita, bahkan kalau bisa kita tidak
ingin berpikir tentang dosa. Seseorang mungkin memiliki semua karunia
Roh Kudus, tetapi jika dia hidup dalam dosa Allah akan berkata,
enyalah kamu sekalian pembuat dosa, Aku tidak mengenal kamu (Matius
7:22-23). Tetapi seseorang mungkin tidak fasih berkata-kata, tetapi
hidup murni, benar dan saleh, walaupun tidak memiliki talenta khusus
apapun tetapi ia akan berhasil dalam pelayanan/hidupnya. Ia akan
menjadi teladan bagi setiap orang, ia memiliki masa depan, ia memiliki
bibir yang tahir, sehingga setiap perkataannya menjadi berkat bagi
orang lain, takut akan Tuhan dan kasih karunia Allah ada padanya.
Dalam Yesaya 59:1-2, Alkitab mencatat bahwa tangan Tuhan tidak kurang
panjang untuk menolong, telinga Tuhan tidak kurang tajam untuk
mendengar pergumulan kita, tetapi yang menjadi pemisah antara kamu dan
Allahmu ialah segala kejahatanmu dan yang membuat DIA menyembunyikan
diri terhadap kamu, sehingga ia tidak mendengar adalah segala dosamu.

Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus, akibar perbuatan dosa yang
dilakukan Akhan, Israel tidak tahan menghadapi musuhnya, akibat
perbuatan dosa Allah tidak menyertai mereka lagi, kecuali mereka
mengembalikan dan memusnakan barang-barang yang telah dicuri. Allah
berfirman lewat hamba-Nya Yosua, kamu tidak akan tahan menghadapi
musuhmu, sebelum barang-barang yang dikhususkan itu kamu jauhkan dari
tengah-tengah kamu. Saudaraku, sebelum dosa-dosa kita singkirkan dari
dalam hidup kita, jika kita masih diperbudak oleh dosa, maka hidup
kita tidak akan disertai oleh Tuhan.
Saudaraku yang dikasihi Tuhan Yesus, yakinlah ketika hidup kita tidak
diperbudak dosa, maka hidup ini akan dipenuhi dengan sukacita,
dipenuhi dengan kebahagiaan, kita akan menemukan kehidupan ini lebih
menarik, kita akan menjalani hidup ini penuh gairah dan semangat
karena tidak ada sesuatupun yang mengganggu, dan Allah sendiri melalui
Roh Kudus-Nya yang akan menuntun saudara untuk menikmati
janji-janji-Nya. Saya tidak tahu dosa apa yang membelenggu saudara
saat ini, tetapi ketika saudara bertekad untuk melepaskan semua itu,
maka saudara akan mengalami jamahan kuasa Tuhan, dan saudara akan
menikmati berkat-berkat rohani yang Tuhan telah janjikan. Rasul Paulus
mengatakan apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang
kuanggap rugi karena Kristus, aku melupakan apa yang telah di
belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang ada didepanku, yaitu
berlari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi
dari Allah dalam Kristus Yesus. Marilah kita meninggalkan manusia lama
kita, meninggalkan dosa-dosa yang ada dibelakang kita, mulailah memacu
diri memandang ke depan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan
surgawi. Amin
Baca Terusannya »»  

Selasa, 22 Mei 2012

Mempertahankan Iman ditengah Tawaran Dunia

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Nats: Matius 6:25-34; 13:44-45; Kejadian 25:30-35
Ibadah: MPP (Malam Pujian dan Penyembahan), Selasa, 22 Mei 2012
Oleh: Adrianus Pasasa, M.A

Dalam menghadapi kehidupan ini, terkadang kita diperhadapkan pada
berbagai pilihan hidup. Keadaanlah yang seringkali membawa kita pada
pilihan-pilihan tersebut. Keadaan itu dapat berupa kebutuhan hidup
(ekonomi), jabatan, tawaran hidup yang lebih enak, tawaran kenyamanan
hidup, dan lain sebagainya.
Pada saat kita diperhadapkan pada tawaran-tawaran tersebut, ada dua
kemungkinan pilihan yang akan kita ambil yaitu: tetap bertahan
ditengah persoalan dan yang kedua tergoda untuk mengikuti tawaran
dunia. Jika kita tidak mawas diri/waspada, maka tidak menutup
kemungkinan kita bias salah memilih. Pilihan yang diambil membuat kita
semakin jauh dari Tuhan yang dapat berujung pada meninggalkan iman
yang selama ini menjadi keyakinan kita.

Bagaimana sikap kita dalam menghadapai tawaran-tawaran dunia, supaya
kita tidak salah memilih?

Ada dua hal yang perlu kita perhatikan:
1. Masalah kekuatiran,
masalah ini yang menjadi musuh utama umat manusia. Dalam bacaan hari
ini, Tuhan Yesus tau benar bahwa manusia sering kuatir. Kekuatiran
telah membuat orang percaya meragukan kuasa Tuhan. Para ahli jiwa tahu
bahwa kekuatiran dapat menkan jiwa berjuta-juta orang akibatnya orang
tidak bias tidur, muncul penyakit macam-macam. Tuhan Yesus mengatakan
bahwa hal besar (penting) Tuhan telah buat, apalagi hal kecil pastilah
Tuhan dapat melakukan itu. Kehidupan dan tubuh adalah hal besar
(penting), kalau Tuhan telah member kehidupan kepada kita (hal besar),
pastilah Tuhan memelihara kehidupan itu dengan makanan (hal kecil),
kalau Tuhan sudah member suatu tubuh kepada kita (hal besar), pastilah
Tuhan member pakaian untuk tubuh itu (hal kecil).

Dengan kekuatiran dan kegelisahan kehidupan manusia tidak bias
diperpanjang, menurut ilmu kedokteran kekuatiran justru memakan
kesehatan dan memperpendek kehidupan. Kuncinya adalah carilah dahulu
kerajaan Allah. Kerajaan Allah berarti menempatkan sungguh-sungguh
kepemimpinan dan kuasa/otoritas Allah dinyatakan melalui kehidupan
kita. Mencari kebenaran Allah, berarti berusaha mentaati perintah
Allah/memiliki kebenaran Kristus (Yoh 14:6), tetap terpisah dari dunia
dengan kata lain tidak mengikuti kebenaran dunia.

2. Harga sebuah keselamatan,
Hal keselamatan adalah sesuatu yang tak ternilai harganya, setelah
kita lahir baru/percaya dan menerima Yesus sebagai satu-satunya
Juruselamat kita, berarti pada saat itu kita telah menjadi anak-anak
Allah (Roma 8:14), anak-anak Allah adalah ahli waris kerajaan, berhak
menerima janji-janji Allah (Roma 8:16-17). Karena begitu berharganya
nilai suatu keselamatan, jangan kita remehkan keselamatan (kasih
karunia Tuhan) itu, dan menukarkannya dengan kenikmatan yang
ditawarkan dunia (Ibrani 12:16), Esau menggap remeh hak ksulungannya
dan menukarkan dengan semangkok kacang merah (Kej. 25:30-35),
akibatnya berkat yang harusnya dia terima, tidak dia terima.

Hal kerajaan Surga (keselamatan ) tak ternilai harganya (Matius
13:44-45), kerajaan Surga itu seperti mutiara yang dipendam di lading,
setelah menemukan mutiara itu, ia menjual seluruh hartanya untuk
membeli mutiara itu.

Dua hal inilah yang akan menolong kita untuk tetap memiliki iman yang
teguh di tengah-tengah gempuran taearan dunia yang menggiurkan itu.
Seburuk apapun hal yang kita hadapai dalam kehidupan ini, jangan kita
jatuh dalam hal kekuatiran, baik itu masalah kebutuhan sehari-hari,
maupun masalah-masalah yang lain, karena Tuhan yang kita percaya
adalah pemilik segala isi dunia ini, Dia tau apa yang menjadi
kebutuhan kita.

Demikian juga dengan iman yang kita miliki, jangan kita jual atau
gadaikan karena desakan kebutuhan, atau karena persoalan-persoalan
yang menekan. Ingat bahwa iman itulah yang telah membawa kita pada
janji keselamatan yang tak ternilai harganya. Keselamatan itu telah
diberikan kepada kita dengan Cuma-Cuma lewat pengorbanan yang luar
biasa yang tidak satu pun manusia dapat melakukannya, tetapi Tuhan
sendiri yang telah mengorbankan dirinya di kayu salib untuk menebus
dosa-dosa kita. Marilah kita memulai hari-hari kita dengan mencari
kehendak-Nya,"carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka
semuannya itu akan ditambahkan kepadamu", Amin.
Baca Terusannya »»  

Sabtu, 12 Mei 2012

Doktrin Trinitas (bag. 2)

***Firman-Mu adalah Pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku***
Sumber: http://www.sabdaspace.org/konsep_doktrin_allah_tritunggal_yang_alkitabiah

Bila kita membaca Alkitab dengan teliti maka ada bagian-bagian Alkitab yang mewahyukan bahwa Allah itu ESA, sedangkan dibagian yang lain mewahyukan bahwa ada 3 PRIBADI Allah yang berbeda yaitu Bapa, Yesus dan Roh Kudus, ketiganya adalah pribadi Allah yang berbeda satu sama lain dengan pekerjaan dan peran yang berbeda pula. Mana yang benar: Allah itu ESA atau TIGA? Justru menjawab kesulitan inilah, bapa-bapa gereja merumuskannya menjadi konsep doktrin Allah Tritunggal berdasarkan ajaran Alkitab dan yang diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri.

Ayat-ayat mengenai Allah Tritunggal
Kita bisa menyelidiki Alkitab untuk membuktikan doktrin Allah Tritunggal, adanya 3 pribadi Allah dan perbedaan pekerjaan-pekerjaan Mereka. Ayat-ayat dalam Alkitab yang mewahyukan doktrin Allah Tritunggal antara lain (saya bagi menjadi 9 kelompok ayat):

1. Allah Tritunggal dalam satu ayat: terdiri dari 3 Pribadi yang berbeda
Matius 3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, 3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."
Matius 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
Yohanes 14:16 Aku (Yesus) akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

2. Allah itu Esa
Markus 12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
I Korintus 8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
I Timotius 2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

3. Yesus & Bapa adalah ESA

Yohanes 14:9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
Yohanes 10:30 Aku dan Bapa adalah satu.
Yohanes 17:22 Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu.

4. Bapa adalah Allah
Matius 5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."
Matius 6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
I Korintus 15:24 Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.

5. Bapa tidak sama dengan Yesus

Matius 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.
Matius 10:40 Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.
Matius 11:27 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.
Matius 24:36 Tetapi tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anak pun tidak, hanya Bapa sendiri."
Lukas 10:16 Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku."
Yohanes 1:18 Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
Yohanes 5:23 supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.
Yohanes 5:26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.
Yohanes 7:29 Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku."
Yohanes 8:16 dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku.
Yohanes 8:18 Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku."
Yohanes 8:42 Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.
Kisah Para Rasul 7:56 Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."

6. Bapa tidak sama dengan Allah Roh Kudus
Yohanes 14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

7. Yesus adalah Allah
Yohanes 8:58 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."
Matius 9:6 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
Matius 12:8 Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.
Matius 25:31 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
Yohanes 3:13 Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.
Yohanes
5:17 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga."
5:18 Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
Yohanes 10:33 Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."
Yohanes 6:37 Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
Yohanes 6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."

8. Roh Kudus adalah Allah
Matius 12:32 Apabila seorang mengucapkan sesuatu menentang Anak Manusia, ia akan diampuni, tetapi jika ia menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan di dunia yang akan datang pun tidak.
I Korintus 2:11 Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.
I Korintus 3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
II Korintus 3:17 Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.

9. Roh Kudus tidak sama dengan Bapa & Yesus
I Korintus 12:3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorang pun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus.
Yohanes 7:39 Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.
Yohanes 14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
Yohanes 14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
Yohanes 15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
Yohanes 16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.
I Korintus 2:10 Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.

Doktrin Allah Tritunggal
Doktrin Allah Tritunggal merupakan salah satu doktrin utama dalam Kekristenan. Artinya, doktrin ini merupakan tiang penopang ajaran Kristen yang sejati. Bila ada orang berhasil merobohkan atau membelokkan tiang ini, itu sama artinya telah merobohkan Kekristenan itu sendiri.
Oleh karena itu lah para pendahulu kita, bapa-bapa gereja memandang perlu untuk merumuskan doktrin ini secara sederhana, agar mudah diingat dan dipahami dan dijadikan Pengakuan Iman yang tiap minggu diucapkan di ibadah gereja. Berdasarkan wahyu Alkitab tersebut para bapa-bapa gereja kita terdahulu telah merumuskan doktrin Allah Tritunggal sbb:
1. Allah Tritunggal terdiri dari Allah Bapa, Allah Anak yang dalam diri Yesus Kristus berinkarnasi menjadi manusia dan Allah Roh Kudus yang diutus setelah Yesus naik ke Sorga untuk menyertai orang percaya. Ketiga nya adalah Allah yang kekal, berbeda satu sama lain dan setara.
2. Allah Bapa, Allah Anak (Yesus) dan Allah Roh Kudus adalah Allah yang ESA.
Bagaimana kita bisa memahami KONSEP TRITUNGGAL ini? Bagaimana memahami Allah itu ada TIGA tetapi SATU, bagaimana memahami Allah itu SATU tetapi TIGA? Orang yang memahami bahwa Allah itu hanya ESA saja jelas tidak mengerti konsep Allah Tritunggal yang diwahyukan Alkitab. Orang yang mengatakan bahwa Allah itu ada 3 pribadi yang terpisah sama sekali, jelas juga tidak mengerti Allah Tritunggal yang diwahyukan oleh Alkitab. Allah Tritunggal adalah ada tiga pribadi yang berbeda Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus, dimana ketiganya Allah yang ESA. Titik.
Dengan menyusun formula lain untuk menjelaskan konsep ini malah akan menyesatkan ajaran yang sejati ini. Doktrin ini telah dirumuskan dengan cara yang terbaik sejak ratusan tahun yang silam! Namun tetap saja ada orang yang membuat ilustrasi dengan tujuan untuk membantu menjelaskan keadaan Allah Tritunggal. Ilustrasi yang popular antara lain:
1. Ilustrasi TEH MANIS dengan komponen: AIR, TEH & GULA, ketiga komponen menjadi satu.
2. Ilustrasi SEGITIGA SAMA SISI, ke 3 sisi membentuk 1 buah segitiga yang utuh.
3. Dll
Namun menurut saya, ilustrasi itu hanya akan membelokkan pemahaman yang benar tentang doktrin yang benar ini!

Kesimpulan
Bila kita ingin mengenal Allah yang benar, maka kita harus menerima Allah yang telah menyatakan diri MEREKA kepada manusia melalui penyataan Yesus Kristus sendiri, para rasul-Nya dan melalui Alkitab, yaitu bahwa Allah yang benar adalah Allah Tritunggal: yang terdiri dari Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus, ketiganya Allah yang ESA.
Dengan mengetahui dan memahami doktrin Tritunggal yang alkitabiah, kita dengan mudah mengenali ajaran-ajaran yang SALAH / SESAT tentang Allah Tritunggal.

Catatan:
1. Tadinya saya mengira semua orang Kristen sudah mengetahui konsep doktrin Allah Tritunggal dengan baik. Bukan bermaksud menuntut mereka untuk memahami tentang doktrin itu (karena konsep ini memang sulit diterima akal), tetapi seharusnya lah sudah TAHU mengenai konsep yang Alkitabiah. Bukankah doktrin ini selalu diucapkan dalam Pengakuan Iman dalam ibadah Gereja setiap hari Minggu?
2. Namun berdasarkan diskusi saya baru-baru ini dengan seorang blogger yang sangat aktif menulis di Sabda ini, membuka mata kita semua, walau sudah rajin membaca Alkitab setiap hari ternyata secara tidak sadar kita sudah mengabaikan doktrin-doktrin dasar yang menjadi tiang penopang ajaran Kristen yang sejati. Karena itu saya ada beban untuk menulis tentang topik ini.
Baca Terusannya »»  

Berita Terkini

« »
« »
« »
Get this widget

Daftar Blog Saya

Komentar